Geger! Bareskrim Tetapkan 4 WNI Tersangka Kasus Judol Hayam Wuruk, Ini Peran Mengejutkan Mereka

Silakan Share

Bareskrim Polri mengamankan ratusan WNA dan menetapkan 4 WNI sebagai tersangka. Penyidik menduga mereka ikut menjalankan operasional sindikat judi online tersebut.

Geger! Bareskrim Tetapkan 4 WNI Tersangka Kasus Judol Hayam Wuruk, Ini Peran Mengejutkan Mereka

Polisi menemukan bahwa jaringan ini tidak hanya bergantung pada pelaku asing. Empat WNI tersebut ikut mengatur berbagai kebutuhan operasional, mulai dari keuangan, tempat kerja, hingga dukungan administratif jaringan judi online lintas negara.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Penggerebekan Hayam Wuruk Bongkar Operasi Tersembunyi

Tim Bareskrim menggerebek lantai 20 dan 21 Hayam Wuruk Plaza Tower setelah melakukan penyelidikan intensif. Dari lokasi itu, polisi menemukan pusat operasional jaringan judi online yang melibatkan ratusan pekerja asing.

Para WNA dari China, Vietnam, dan Thailand bekerja di lokasi tersebut dengan kedok perusahaan teknologi dan pemasaran digital. Mereka menjalankan aktivitas judi online secara terstruktur agar tidak menarik perhatian aparat.

Setelah penggerebekan, penyidik menelusuri peran para WNI yang ikut mendukung operasi tersebut. Hasil penyelidikan membuat polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka karena peran aktif mereka dalam jaringan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

MAP hingga DA Jalankan Tugas Berbeda dalam Jaringan

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa empat WNI itu berinisial MAP, BT, DFA, dan DA. Setiap orang menjalankan tugas berbeda untuk menjaga alur operasional jaringan judi online tersebut.

MAP bekerja sebagai admin keuangan yang langsung berhubungan dengan pengendali utama situs judi online. Polisi menangkap MAP saat penggerebekan berlangsung di lokasi.

BT membantu proses penyewaan lantai gedung yang kemudian digunakan sebagai pusat operasional jaringan. Perannya membuat aktivitas ilegal itu bisa berjalan dalam ruang tertutup.

Baca Juga: Geger! 6.308 WNI Eks Sindikat Scam di Kamboja Berbondong-Bondong Minta Pulang ke RI

Arus Dana Judi Online Mengalir Lewat Tangan WNI

DFA memegang peran penting dalam pengelolaan keuangan jaringan. Ia membuka rekening bank dan menyiapkan kartu ATM yang digunakan untuk menampung transaksi judi online.

DFA juga menyerahkan kartu ATM itu kepada MAP dan beberapa WNA agar mereka bisa mengakses dana operasional. Cara ini membuat aliran uang dalam jaringan bergerak cepat dan sulit dipantau secara langsung.

DA menjalankan peran tambahan dengan menukar uang ke aset kripto dan membantu pengurusan dokumen keimigrasian para pekerja asing. Ia memastikan para WNA bisa tetap bekerja di Indonesia tanpa hambatan administrasi.

PPATK Temukan Perputaran Dana Miliaran Rupiah

Bareskrim bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana jaringan judi online ini. Hasil analisis menunjukkan perputaran uang dalam jumlah besar melalui rekening yang terkait dengan para tersangka WNI.

Penyidik menyita sekitar Rp 8,5 miliar dari rekening dalam negeri yang digunakan untuk mendukung operasional jaringan. Dana itu langsung masuk ke dalam barang bukti penyidikan.

Selain itu, polisi menemukan uang dalam berbagai mata uang asing seperti dolar AS, ringgit Malaysia, dan yen Jepang. Total nilainya mencapai sekitar Rp 245 juta setelah konversi.

Jaringan Coba Pindahkan Operasi ke Indonesia

Brigjen Wira menjelaskan bahwa jaringan ini mencoba memindahkan operasional ke Indonesia setelah beberapa negara Asia Tenggara memperketat pemberantasan judi online.

Negara seperti Kamboja, Myanmar, dan Malaysia sudah lebih dulu melakukan penindakan besar terhadap sindikat serupa. Kondisi itu membuat jaringan mencari lokasi baru untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Indonesia menjadi salah satu target karena jaringan menilai masih ada celah operasional. Namun, penggerebekan di Hayam Wuruk Tower menggagalkan rencana tersebut lebih awal.

Polisi juga masih memburu satu WNA berinisial LTH yang diduga memiliki akses langsung ke pimpinan utama jaringan di luar negeri. Hingga kini, ratusan WNA lain sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus ini menunjukkan bahwa jaringan judi online tidak hanya bergantung pada pelaku asing. Peran WNI ikut memperkuat operasional, sehingga polisi terus memperluas penyidikan untuk memutus seluruh rantai kejahatan tersebut.