Kamboja Siapkan Bebas Visa, Turis Asing Bakal Makin Mudah Liburan?
Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang sedang dihadapi sektor pariwisata Kamboja.
Kamboja Mulai Bahas Rencana Bebas Visa
Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak memimpin pertemuan bersama Luu Meng selaku wakil ketua kelompok kerja. Sekitar 150 peserta hadir dalam agenda tersebut, mulai dari kementerian terkait, Kamar Dagang Kamboja, asosiasi industri, hingga pelaku usaha pariwisata.
Dalam pertemuan itu, sektor swasta menyampaikan 11 usulan untuk memperkuat industri pariwisata. Salah satu poin yang cukup menarik perhatian adalah pemberian bebas visa bagi wisatawan dari sejumlah pasar yang dianggap punya potensi besar.
Usulan tersebut muncul bersamaan dengan sejumlah langkah lain, seperti memperkuat promosi Kamboja di pasar internasional, meningkatkan konektivitas penerbangan, serta mendatangkan lebih banyak penerbangan langsung dari negara sumber wisatawan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Turis dari Negara Prioritas Bisa Dapat Bebas Visa
Dilansir Kompas.com dari VisasNews pada Sabtu (8/8/2026), European Chamber of Commerce in Cambodia atau EuroCham turut mendorong pemberian bebas visa selama 30 hari. Kebijakan tersebut diusulkan untuk berlaku bagi wisatawan dari beberapa negara dan kawasan hingga 31 Desember 2027.
Pasar yang masuk dalam usulan antara lain negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Pemerintah Kamboja berharap kemudahan akses dapat membuat wisatawan lebih tertarik memasukkan Kamboja ke dalam rencana perjalanan mereka.
EuroCham juga mengusulkan penyederhanaan aturan bagi digital nomad dan pekerja jarak jauh. Digital nomad dan pekerja jarak jauh berpotensi tinggal lebih lama sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi sektor pariwisata dan bisnis lokal.
Baca Juga:Â Bukan Pertemuan Biasa, Pimpinan Aparatur Sipil ASEAN Kumpul di Kamboja
Penurunan Wisatawan Jadi Perhatian Pemerintah
Rencana tersebut tidak muncul tanpa alasan. Jumlah wisatawan internasional ke Kamboja mengalami penurunan, terutama pada paruh pertama 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah dan pelaku industri mencari cara agar sektor pariwisata kembali bergairah.
Bebas visa menjadi salah satu opsi yang dinilai mampu mengurangi hambatan bagi wisatawan. Ketika proses masuk ke suatu negara terasa lebih sederhana, wisatawan biasanya memiliki lebih banyak alasan untuk mempertimbangkan destinasi tersebut, terutama untuk perjalanan singkat.
Selain kebijakan visa, pemerintah juga perlu memperkuat akses penerbangan. Karena itu, koordinasi antara Kementerian Pariwisata, otoritas penerbangan sipil, maskapai, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut.
Kamboja Sudah Uji Coba Bebas Visa Untuk China
Sambil menunggu keputusan untuk pasar lainnya, Kamboja sudah lebih dulu menguji kebijakan bebas visa bagi wisatawan China. Program tersebut berlangsung mulai 15 Juni hingga 15 Oktober 2026.
Dalam program ini, pemegang paspor China daratan, Hong Kong, dan Makau dapat masuk ke Kamboja tanpa visa untuk kunjungan maksimal 14 hari. Wisatawan yang memenuhi ketentuan juga bisa melakukan beberapa kali perjalanan selama masa uji coba.
Meski tidak perlu mengurus visa, wisatawan tetap wajib mengisi Cambodia e-Arrival Card sebelum tiba. Pemerintah menggunakan program tersebut untuk melihat seberapa besar dampak kemudahan masuk terhadap jumlah kunjungan dari pasar China.
Belum Resmi, Tapi Bisa Jadi Langkah Besar
Hasil uji coba bagi wisatawan China nantinya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah Kamboja. Jika program menunjukkan hasil positif, peluang pemberian kemudahan serupa kepada pasar wisatawan lain bisa semakin terbuka.
Namun, wisatawan dari negara-negara lain masih harus menunggu keputusan resmi pemerintah. Usulan bebas visa selama 30 hari saat ini belum menjadi kebijakan yang berlaku secara umum.
Jika nantinya terealisasi, kebijakan tersebut berpotensi menjadi salah satu strategi Kamboja untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata. Kombinasi bebas visa, konektivitas penerbangan yang lebih baik, dan promosi internasional bisa membuat Kamboja semakin menarik bagi wisatawan dari berbagai negara.