Geger! Polisi Geledah 3 Lokasi di Po Bei, Terduga Pelaku Penipuan Langsung Ditangkap
Polisi memeriksa tiga lokasi di Poipet pada 10 Agustus terkait dugaan pelanggaran imigrasi dan aktivitas penipuan online yang melibatkan warga negara asing.
Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya aparat untuk memastikan setiap tempat usaha atau lokasi yang menampung warga asing mematuhi ketentuan administrasi. Petugas juga memeriksa data keberadaan warga asing melalui sistem yang berlaku.
Polisi Periksa Tiga Lokasi di Poipet
Petugas mendatangi tiga lokasi di Poipet untuk melakukan pemeriksaan administratif. Pemeriksaan tersebut berfokus pada dokumen imigrasi serta kepatuhan pengelola dalam melaporkan keberadaan warga negara asing.
Dari tiga lokasi yang diperiksa, polisi menemukan sejumlah persoalan administratif. Dua lokasi pertama mendapat sanksi dan kesempatan untuk melakukan perbaikan karena pengelola tidak memasukkan informasi warga negara asing ke dalam sistem FPCS sesuai ketentuan.
Petugas meminta pihak terkait memenuhi kewajiban tersebut dalam batas waktu yang sudah ditentukan. Langkah ini menunjukkan bahwa polisi tidak hanya mengejar dugaan tindak pidana, tetapi juga menertibkan administrasi warga asing di wilayah tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Lokasi Ketiga Bikin Polisi Temukan Banyak Pelanggaran
Pemeriksaan di lokasi ketiga menghasilkan temuan yang lebih serius. Polisi menangkap 11 warga negara asing yang terdiri dari satu warga negara Tiongkok dan 10 warga negara Thailand.
Selain itu, petugas juga mengamankan satu warga negara Kamboja. Polisi menduga beberapa orang yang berada di lokasi tersebut melakukan pelanggaran aturan imigrasi.
Sejumlah dugaan pelanggaran mencakup masuk ke Kamboja secara ilegal serta menggunakan visa yang sudah melewati masa berlaku. Polisi kemudian membawa para terduga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan status dan keterlibatan masing-masing.
Baca Juga:Â Operasi Besar di Poipet! 23 Orang Diamankan, Polisi Sita Pistol Hingga Narkotika
Belasan Orang Diamankan, Peralatan Komputer Ikut Disita
Selain mengamankan 12 orang, polisi juga menemukan berbagai perangkat elektronik di lokasi ketiga. Petugas menyita 20 komputer desktop, dua laptop, dan 16 ponsel.
Jumlah perangkat tersebut menjadi perhatian karena polisi menduga lokasi itu berkaitan dengan aktivitas penipuan online. Namun, aparat masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap perangkat dan data yang tersimpan untuk mengetahui aktivitas yang berlangsung di tempat tersebut.
Penyitaan perangkat elektronik juga dapat membantu penyidik menelusuri komunikasi, akun, serta aktivitas digital yang mungkin berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Polisi akan menggunakan barang bukti tersebut sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Lokasi Ditutup Sementara Setelah Pemeriksaan
Setelah menemukan sejumlah dugaan pelanggaran, polisi menutup sementara lokasi ketiga. Penutupan tersebut bertujuan menjaga lokasi tetap aman sekaligus memberi ruang kepada pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
Langkah tersebut juga mencegah aktivitas di lokasi kembali berjalan sebelum aparat menyelesaikan pemeriksaan. Polisi kemudian menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwenang untuk mengikuti proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, dua lokasi lainnya mendapat sanksi administratif dan tenggat waktu untuk memperbaiki pelaporan data warga asing. Pengelola harus memastikan informasi tersebut masuk ke sistem FPCS sesuai prosedur.
Kasus Berlanjut ke Proses Hukum
Penangkapan dan penyitaan perangkat elektronik membuat kasus di Poipet kini memasuki tahap pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang perlu memastikan apakah para warga asing tersebut hanya melakukan pelanggaran imigrasi atau juga terlibat dalam aktivitas penipuan online.
Petugas juga akan memeriksa asal-usul perangkat yang disita serta aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut. Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Kasus ini sekaligus menunjukkan perhatian aparat Kamboja terhadap aktivitas warga asing dan dugaan jaringan penipuan online di Poipet. Dengan proses pemeriksaan yang masih berjalan, informasi mengenai keterlibatan masing-masing orang maupun fungsi perangkat elektronik tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi.