Tur Malam Angkor Terancam Berubah? Kamboja Kaji Ulang demi Selamatkan Situs Bersejarah

Silakan Share

Pemerintah Kamboja kembali membahas rencana membuka wisata malam di kawasan Taman Arkeologi Angkor.

Tur Malam Angkor Terancam Berubah? Kamboja Kaji Ulang demi Selamatkan Situs Bersejarah

Gagasan ini muncul sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata. Namun, di balik peluang tersebut, muncul satu pertanyaan besar: apakah pembukaan tur malam justru mengancam kelestarian salah satu situs bersejarah paling penting di Asia Tenggara?

Karena itu, pemerintah memilih mengkaji setiap rencana secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Pemerintah juga mengajak pelaku industri pariwisata, akademisi, dan pemerhati konservasi untuk memberikan masukan. Dengan cara itu, pengembangan wisata tetap berjalan tanpa mengorbankan warisan budaya.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pemerintah Bentuk Tim Khusus untuk Mengkaji Wisata Malam

Pada 16 Juni lalu, Pemerintah Kamboja membentuk kelompok kerja lintas kementerian di bawah koordinasi Menteri Pariwisata Huot Hak. Tim ini bertugas mengembangkan wisata berbasis film sekaligus mengkaji kemungkinan membuka kunjungan malam ke kompleks Angkor.

Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin menghadirkan produk wisata baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan. Pemerintah juga berharap para pelancong menghabiskan waktu lebih lama di Siem Reap sehingga sektor pariwisata terus tumbuh.

Saat ini, tim masih mengumpulkan berbagai masukan dan melakukan kajian awal. Pemerintah belum menetapkan jadwal maupun skema pelaksanaan tur malam.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Bukan Wacana Baru, Pernah Dicoba tetapi Dihentikan

Rencana membuka wisata malam sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah Kamboja pernah menguji konsep tersebut pada 2009 dengan membuka akses malam bagi wisatawan.

Namun, pemerintah kemudian menghentikan program itu setelah menemukan sejumlah persoalan. Kondisi kawasan yang luas memunculkan tantangan baru dalam menjaga keselamatan pengunjung pada malam hari.

Selain itu, para ahli konservasi mengingatkan bahwa aktivitas malam berpotensi memengaruhi kondisi bangunan yang telah berdiri lebih dari seribu tahun. Pemerintah akhirnya memilih menghentikan uji coba sambil menunggu hasil kajian yang lebih lengkap.

Baca Juga: Tragis! Pria Aceh ‘Dijual’ ke Kamboja Bareng Istri, Kerja Tanpa Gaji dan Disiksa

Pelaku Pariwisata Melihat Peluang Besar bagi Siem Reap

Banyak pelaku industri pariwisata menilai wisata malam masih menyimpan peluang besar. Mereka percaya atraksi baru dapat menarik lebih banyak wisatawan, terutama ketika musim hujan membuat jumlah kunjungan menurun.

Pemandu wisata berbahasa Prancis, You Khemara, menilai tur malam mampu menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Meski begitu, ia menyarankan pemerintah hanya menggelar program tersebut pada musim sepi wisatawan.

Menurut Khemara, pembatasan waktu pelaksanaan akan memberi manfaat ekonomi tanpa menambah tekanan terhadap kawasan cagar budaya. Sebaliknya, pelaksanaan sepanjang tahun berpotensi meningkatkan risiko terhadap bangunan bersejarah.

Ia juga mengingatkan penggunaan lampu berkekuatan tinggi dapat menghasilkan panas dan menarik serangga ke sekitar candi. Dalam jangka panjang, kondisi itu bisa mempercepat penurunan kualitas struktur batu kuno.

Masyarakat Lokal Perlu Ikut Menikmati Dampaknya

Presiden NGO2 Bamboo Shoot Foundation, Sea Sophal, mendukung rencana tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu melibatkan masyarakat sekitar agar manfaat ekonomi menyebar lebih luas.

Ia mengusulkan berbagai kegiatan pendukung, seperti pertunjukan budaya, cerita sejarah dari warga setempat, pasar kerajinan tangan, dan sajian kuliner tradisional Kamboja. Kehadiran aktivitas itu akan memberi pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan.

Sophal juga yakin konsep tersebut mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama di Siem Reap. Selama ini, sebagian besar wisatawan hanya menghabiskan malam di kawasan Pub Street dan Old Market.

Ketika masyarakat ikut berperan, sektor pariwisata tidak hanya menghasilkan pendapatan yang lebih besar, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal.

Konservasi Harus Tetap Menjadi Prioritas

Meski peluang ekonominya cukup besar, banyak pihak meminta pemerintah tidak terburu-buru menjalankan program tersebut. Para ahli perlu meneliti dampak pencahayaan buatan terhadap batu pasir candi melalui kajian ilmiah yang menyeluruh.

Pemerintah juga harus menyiapkan sistem keamanan, mengatur jumlah pengunjung, menjaga kebersihan kawasan, serta mengendalikan kebisingan agar aktivitas wisata tidak mengganggu kelestarian Angkor.

Direktur Jenderal Angkor Enterprise, Ly Se, menjelaskan bahwa kelompok kerja masih menyusun kajian awal. Ia memperkirakan pemerintah akan memulai proyek percontohan di satu candi sebelum memperluas program ke kawasan lain.

Melalui langkah tersebut, pemerintah dapat mengukur minat wisatawan, mengevaluasi setiap dampak, lalu menyempurnakan konsep wisata malam. Dengan pendekatan itu, Kamboja berpeluang menghadirkan atraksi baru tanpa mengorbankan nilai sejarah dan kelestarian Angkor.