Diam-Diam Meledak! Jumlah Mobil Listrik di Kamboja Tembus 14.056 Unit per Mei 2026
Perkembangan kendaraan listrik di Kamboja terus meningkat karena masyarakat mulai beralih ke mobil listrik yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
Kini, jumlah kendaraan listrik yang terdaftar di negara tersebut terus bertambah dengan laju yang cukup pesat.
Data terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja mencatat sebanyak 14.056 mobil listrik telah terdaftar sepanjang periode 2021 hingga Mei 2026.
Angka tersebut memperlihatkan perubahan besar di pasar otomotif Kamboja yang sebelumnya masih didominasi kendaraan berbahan bakar bensin dan solar.
Pendaftaran Mobil Listrik Melonjak Tajam dalam Tiga Bulan
Juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, Phan Rim, mengungkapkan bahwa lonjakan pendaftaran kendaraan listrik mulai terlihat sejak Maret 2026. Dalam kurun waktu Maret hingga Mei saja, masyarakat mendaftarkan sekitar 3.693 unit mobil listrik.
Menurut Phan Rim, kenaikan tersebut berkaitan erat dengan situasi global, terutama konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan itu memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Kamboja.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan yang lebih hemat untuk penggunaan sehari-hari.
Peningkatan itu juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren sesaat. Semakin banyak konsumen yang melihat EV sebagai investasi jangka panjang karena biaya operasionalnya jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bukan Hanya Mobil, Kendaraan Listrik Lain Ikut Bertambah
Pertumbuhan kendaraan listrik di Kamboja tidak hanya terjadi pada segmen mobil penumpang. Hingga Mei 2026, pemerintah juga mencatat sebanyak 4.232 sepeda motor listrik telah beroperasi di berbagai wilayah.
Selain itu, jumlah kendaraan roda tiga listrik juga mencapai 741 unit. Kehadiran kendaraan tersebut mulai membantu aktivitas transportasi harian, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.
Data tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Kamboja mulai menerima berbagai jenis kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring bertambahnya pilihan produk dan semakin luasnya jaringan pendukung kendaraan listrik.
Baca Juga:Â KBRI Phnom Penh Diserbu 150 Mahasiswa Beltei International University, Ada Apa?
Harga Bahan Bakar Jadi Pemicu Utama Peralihan ke EV
Wakil Direktur Pusat Kajian China-ASEAN di Cambodia University of Technology and Science, Thong Mengdavid, menilai kenaikan harga bahan bakar menjadi alasan utama di balik meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Menurutnya, biaya operasional EV jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin maupun solar. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli bahan bakar setiap hari sehingga pengeluaran bulanan menjadi lebih ringan.
Selain lebih hemat, kendaraan listrik juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap serta biaya perawatan yang relatif rendah. Faktor-faktor tersebut membuat semakin banyak konsumen mulai mempertimbangkan EV sebagai kendaraan utama mereka.
BYD, GAC, dan Toyota Jadi Pilihan Favorit
Di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik, beberapa merek berhasil menarik perhatian konsumen Kamboja. Phan Rim menyebut BYD, GAC, dan Toyota sebagai merek yang paling banyak diminati hingga saat ini.
Ketiga produsen tersebut menawarkan berbagai model kendaraan listrik dengan harga dan fitur yang beragam. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan pribadi maupun kegiatan usaha.
Persaingan antarprodusen juga mendorong inovasi di pasar otomotif. Beragam teknologi baru, peningkatan jarak tempuh baterai, hingga fitur keselamatan modern menjadi nilai tambah yang semakin menarik minat pembeli.
Masa Depan Kendaraan Listrik di Kamboja Terlihat Cerah
Perkembangan kendaraan listrik di Kamboja menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin terbuka terhadap teknologi ramah lingkungan. Selain membantu mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar, kendaraan listrik juga tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot sehingga berkontribusi dalam menjaga kualitas udara.
Jika harga bahan bakar tetap tinggi dan pilihan kendaraan listrik terus bertambah, jumlah pengguna EV di Kamboja berpotensi meningkat lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan. Dukungan pemerintah, inovasi dari produsen otomotif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kombinasi yang memperkuat pertumbuhan pasar kendaraan listrik.
Dengan total 14.056 mobil listrik yang telah terdaftar hingga Mei 2026, Kamboja menunjukkan langkah nyata menuju era transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik kini bukan lagi pilihan bagi segelintir orang, melainkan mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern di negara tersebut.