Kamboja Bikin Geger! Ekspor Beras Giling Melonjak 63 Persen, Dunia Mulai Melirik
Kamboja kembali mencuri perhatian dunia perdagangan setelah mencatat lonjakan besar dalam ekspor beras giling pada paruh pertama 2026.
Negara tersebut berhasil mengirim ratusan ribu ton beras ke pasar internasional dengan peningkatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan Federasi Beras Kamboja (Cambodia Rice Federation/CRF), Kamboja mengekspor 630.319 ton beras giling sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat 63 persen dibanding periode yang sama pada 2025 yang hanya mencapai 387.070 ton.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa industri beras Kamboja terus berkembang dan mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari pasar global.
Ekspor Beras Kamboja Tembus 630 Ribu Ton di Awal 2026
Lonjakan ekspor beras Kamboja tidak hanya terlihat dari jumlah volume, tetapi juga dari nilai perdagangan yang berhasil dicapai. Selama enam bulan pertama 2026, sektor tersebut menghasilkan nilai ekspor sekitar 367,1 juta dolar AS.
Nilai tersebut mengalami pertumbuhan 29,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap produk beras Kamboja terus mengalami perkembangan positif.
Federasi Beras Kamboja menyebut sebanyak 60 perusahaan lokal terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut. Mereka mengirimkan berbagai jenis beras ke 64 negara dan kawasan di dunia.
Keberhasilan ini membuat sektor pertanian, khususnya industri beras, menjadi salah satu penggerak penting dalam aktivitas ekonomi Kamboja.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pasar ASEAN, China, dan Eropa Jadi Tujuan Utama
Kamboja berhasil memperluas jaringan perdagangan beras hingga ke berbagai wilayah. Beberapa pasar utama yang menyerap produk beras Kamboja berasal dari kawasan ASEAN, China, dan Uni Eropa.
Ketiga kawasan tersebut menjadi tujuan penting karena memiliki tingkat permintaan yang besar terhadap produk pangan, terutama beras berkualitas.
Strategi memperluas pasar menjadi salah satu faktor yang membantu Kamboja meningkatkan jumlah ekspor. Produsen lokal tidak hanya bergantung pada satu wilayah, tetapi mulai membangun hubungan perdagangan dengan banyak negara.
Langkah tersebut membuat industri beras Kamboja memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar internasional.
Baca Juga:Â Tur Malam Angkor Terancam Berubah? Kamboja Kaji Ulang demi Selamatkan Situs Bersejarah
Beras Wangi Dominasi Ekspor dan Jadi Produk Andalan
Dari berbagai jenis beras yang dikirim ke luar negeri, beras wangi menjadi produk paling diminati. CRF mencatat beras wangi menguasai sekitar 60 persen dari total ekspor beras giling Kamboja.
Selain beras wangi, Kamboja juga mengekspor beras putih dengan pangsa sekitar 22 persen. Sementara itu, beras pecah menyumbang 14 persen dan sisanya berasal dari beras pratanak serta beras organik.
Tingginya permintaan terhadap beras wangi menunjukkan bahwa produk pertanian Kamboja mampu membangun citra tersendiri di pasar global.
Kualitas produk dan karakteristik beras menjadi salah satu alasan konsumen internasional memilih beras dari Kamboja.
Perjanjian Dagang Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekspor
Pemerintah Kamboja melihat kerja sama perdagangan internasional sebagai salah satu faktor penting di balik peningkatan ekspor beras.
Sekretaris negeri sekaligus juru bicara Kementerian Perdagangan Kamboja, Penn Sovicheat, menyebut Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian Perdagangan Bebas Kamboja-China (CCFTA) memberikan peluang besar bagi produk pertanian Kamboja.
Menurutnya, kedua perjanjian tersebut membantu membuka akses pasar dengan tarif perdagangan yang lebih menguntungkan.
Kondisi tersebut membuat eksportir Kamboja lebih mudah menjangkau pembeli internasional dan meningkatkan daya saing produk mereka.
Dukungan kerja sama ekonomi ini menjadi salah satu strategi Kamboja untuk memperkuat posisi sebagai negara pemasok pangan di kawasan.
Kamboja Bidik Posisi Lebih Kuat di Pasar Beras Dunia
Peningkatan ekspor beras pada 2026 menjadi sinyal positif bagi masa depan industri pertanian Kamboja. Pemerintah dan pelaku usaha kini memiliki peluang untuk memperbesar pangsa pasar internasional.
Namun, tantangan tetap ada. Persaingan industri beras global semakin ketat karena banyak negara juga berusaha meningkatkan produksi dan ekspor.
Kamboja perlu menjaga kualitas produk, memperkuat rantai distribusi, serta meningkatkan efisiensi produksi agar mampu mempertahankan pertumbuhan tersebut.
Dengan capaian ekspor yang melonjak 63 persen, Kamboja menunjukkan bahwa sektor beras memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru.
Dunia kini mulai memperhatikan langkah Kamboja dalam perdagangan beras. Jika tren positif ini terus berlanjut, negara tersebut berpeluang memperkuat namanya sebagai salah satu pemain penting dalam pasar beras internasional.