PM Hun Manet Ungkap Prediksi Mengejutkan, Populasi Kamboja Diproyeksi Tembus 24 Juta Jiwa pada 2050
Kamboja diprediksi mengalami perubahan demografi besar, PM Hun Manet menyebut populasi negara itu bisa mencapai 24 juta jiwa pada 2050 dari 17,3 juta jiwa saat ini.
Hun Manet menyampaikan prediksi tersebut melalui pesan khusus dalam rangka memperingati Hari Populasi Sedunia pada 11 Juli. Pemerintah Kamboja kemudian merilis pesan itu kepada publik pada Senin (13/7).
Dalam pernyataannya, Hun Manet menyoroti perubahan besar dalam komposisi usia masyarakat Kamboja selama 25 tahun ke depan.
Jumlah Penduduk Kamboja Diprediksi Tembus 24 Juta Jiwa
Pertumbuhan populasi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah Kamboja. Hun Manet melihat peningkatan jumlah penduduk sebagai peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan negara.
Menurut proyeksi terbaru, jumlah warga Kamboja akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 24 juta jiwa pada 2050. Namun, pertumbuhan tersebut juga membawa perubahan pada struktur usia penduduk yang akan memengaruhi berbagai sektor penting.
Pemerintah Kamboja kini harus menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi perubahan tersebut. Hun Manet menilai kebijakan terkait pendidikan, lapangan kerja, dan ekonomi harus berjalan seiring dengan perkembangan jumlah penduduk.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Generasi Muda Kamboja Mulai Mengalami Penurunan Jumlah
Hun Manet mengungkapkan bahwa jumlah penduduk muda Kamboja akan mengalami penurunan dalam beberapa dekade mendatang. Kelompok usia di bawah 15 tahun diperkirakan turun menjadi 21,8 persen pada 2050.
Pada 2024, kelompok usia tersebut masih mencapai 26,8 persen dari total penduduk. Sementara itu, masyarakat berusia 15 hingga 34 tahun juga mengalami penurunan dari 34,6 persen menjadi 28,2 persen.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Kamboja mulai memasuki fase demografi baru. Pemerintah harus memperkuat kualitas generasi muda agar mereka mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga:Â Kamboja Perketat Aturan Kejahatan Siber, Modus Penipuan Online Jadi Target Utama
Penduduk Dewasa dan Lansia Kamboja Terus Bertambah
Selain penurunan jumlah generasi muda, Kamboja juga menghadapi peningkatan jumlah penduduk dewasa dan lansia. Hun Manet menjelaskan bahwa kelompok usia 35 hingga 64 tahun akan meningkat menjadi 37,2 persen pada 2050.
Angka tersebut naik dari 32,1 persen pada 2024. Perubahan serupa juga terjadi pada kelompok lansia berusia 65 tahun ke atas yang mengalami peningkatan signifikan.
Pemerintah memperkirakan jumlah lansia akan mencapai 12,7 persen pada 2050, hampir dua kali lipat dibandingkan angka 6,5 persen pada 2024. Kondisi ini membuat Kamboja perlu memperkuat layanan kesehatan dan sistem perlindungan sosial.
Hun Manet Dorong Investasi Besar untuk Generasi Muda
Melihat perubahan tersebut, Hun Manet meminta pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian lebih kepada generasi muda. Ia menilai investasi pada pendidikan dan keterampilan menjadi langkah penting untuk menjaga masa depan ekonomi Kamboja.
Hun Manet ingin generasi muda mendapatkan kesempatan yang luas untuk berkembang. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan Kamboja menghadapi persaingan ekonomi di masa depan.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus bergerak cepat agar negara tidak kehilangan peluang dari bonus demografi. Persiapan yang matang dapat membantu Kamboja menciptakan tenaga kerja berkualitas dan produktif.
Perubahan Demografi Jadi Tantangan Baru bagi Kamboja
Perubahan jumlah dan usia penduduk membawa tantangan baru bagi Kamboja. Pemerintah tidak hanya perlu memperhatikan pertumbuhan populasi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hun Manet memperingatkan bahwa kurangnya perhatian terhadap generasi muda dapat menimbulkan berbagai masalah di masa depan. Negara bisa menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil serta tekanan ekonomi akibat meningkatnya jumlah penduduk lansia.
Dengan prediksi populasi mencapai 24 juta jiwa pada 2050, Kamboja berada dalam fase penting untuk menentukan arah pembangunan. Pemerintah perlu mengambil langkah tepat agar perubahan demografi mampu membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.