Bandara Paling Indah di Dunia 2026 Ada di Kamboja, Seperti Apa?

Silakan Share

Bandara Internasional Techo di Phnom Penh, Kamboja, masuk daftar Bandara Paling Indah di Dunia 2026 versi Prix Versailles dan jadi kebanggaan Asia Tenggara.

Bandara Paling Indah di Dunia 2026 Ada di Kamboja, Seperti Apa?

Bandara ini menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil menembus daftar bergengsi tersebut. Penghargaan itu menunjukkan bahwa sebuah bandara tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun pesawat.

Arsitek kini menghadirkan desain yang memadukan budaya lokal, kenyamanan, dan teknologi modern sehingga penumpang memperoleh pengalaman yang lebih menyenangkan. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Bandara Kamboja Berhasil Mencuri Perhatian Dunia

Prix Versailles memilih tujuh bandara terbaik dari berbagai negara dalam ajang World’s Most Beautiful Airports List 2026. Bandara Internasional Techo berhasil mewakili Asia Tenggara dan bersaing dengan sejumlah bandara ternama dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal Prix Versailles, Jerome Gouadain, menjelaskan bahwa bandara modern kini mencerminkan identitas sebuah wilayah. Menurutnya, setiap bandara yang masuk dalam daftar mampu menghadirkan inovasi arsitektur sekaligus memperlihatkan karakter budaya setempat.

Pencapaian tersebut memperkuat posisi Kamboja sebagai negara yang terus mengembangkan infrastruktur modern untuk mendukung sektor pariwisata dan transportasi udara.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Desain Megah Terinspirasi Budaya Khmer

Pemerintah Kamboja membangun Bandara Internasional Techo di Desa Taprum, Komune Boeng Khyang, Distrik Kandal Stung, Provinsi Kandal, sekitar 20 kilometer di selatan Phnom Penh.

Nama “Techo” berasal dari gelar kehormatan yang pernah diberikan kepada para pahlawan Khmer. Pemerintah kemudian memilih nama tersebut sebagai simbol semangat dan ketangguhan bangsa Kamboja.

Arsitek merancang bangunan bandara dengan memadukan unsur tradisional dan konsep modern. Mereka mengambil inspirasi dari bentuk istana serta kuil-kuil bersejarah Kamboja untuk menciptakan atap bergelombang yang menjadi ciri khas bangunan ini.

Pada bagian dalam terminal, arsitek menggunakan pola anyaman bambu dan rotan sebagai inspirasi utama. Konsep tersebut membuat interior terasa hangat sekaligus memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari.

Baca Juga: Heboh! Polisi Kamboja Razia Dua Gedung di Poipet, Ratusan Ponsel dan Uang Tunai Disita

Kapasitas Besar dengan Fasilitas Lengkap

Kapasitas Besar dengan Fasilitas Lengkap

Pemerintah membangun bandara ini di atas lahan seluas sekitar 2.600 hektare. Pada tahap pertama operasionalnya, Bandara Internasional Techo mampu melayani hingga 15 juta penumpang setiap tahun.

Pengelola melengkapi terminal dengan berbagai fasilitas modern, seperti layanan fast track, ruang tunggu yang nyaman, restoran, area belanja, hingga toko suvenir. Seluruh fasilitas tersebut bertujuan memberikan pengalaman terbaik bagi para penumpang.

Arsitek juga merancang jalur pejalan kaki yang lebih ringkas. Penumpang dapat berpindah dari area penurunan menuju ruang keberangkatan dengan lebih cepat tanpa harus berjalan terlalu jauh.

Ruang Hijau Membuat Suasana Bandara Lebih Nyaman

Pengelola menghadirkan banyak tanaman hijau di berbagai sudut terminal sehingga suasana bandara terasa lebih segar. Kehadiran ruang terbuka juga memberikan kenyamanan bagi penumpang yang sedang menunggu jadwal penerbangan.

Pohon rumduol, bunga nasional Kamboja, tumbuh di area tengah terminal dan menjadi salah satu daya tarik utama. Banyak penumpang memanfaatkan area tersebut untuk beristirahat maupun mengabadikan momen sebelum terbang.

Arsitek memanfaatkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara secara maksimal. Konsep tersebut membantu mengurangi penggunaan lampu dan pendingin ruangan pada siang hari sehingga operasional bandara menjadi lebih hemat energi.

Masuk Jajaran Bandara Terindah di Dunia 2026

Selain Bandara Internasional Techo, Prix Versailles juga memilih enam bandara lain sebagai bandara terindah di dunia tahun 2026. Daftar tersebut meliputi Terminal 3 Bandara Internasional Guangzhou Baiyun di China, Terminal 3 Bandara Frankfurt di Jerman, Terminal 2 Bandara Internasional Lokapriya Gopinath Bardoloi di India, Terminal 1 Bandara Internasional Navi Mumbai di India, Bandara Internasional Pittsburgh di Amerika Serikat, serta Terminal 1 Bandara Internasional San Diego di Amerika Serikat.

Empat dari tujuh bandara terbaik tahun ini berasal dari kawasan Asia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Asia terus menghadirkan bandara yang mengutamakan kualitas arsitektur, efisiensi operasional, dan kenyamanan penumpang.

Keberhasilan Bandara Internasional Techo masuk dalam daftar bergengsi ini memperlihatkan keseriusan Kamboja dalam membangun gerbang internasional berstandar dunia. Bandara tersebut kini tidak hanya melayani perjalanan udara, tetapi juga menjadi simbol kemajuan arsitektur dan kebanggaan baru bagi negara itu.