Heboh! Polisi Kamboja Razia Dua Gedung di Poipet, Ratusan Ponsel dan Uang Tunai Disita

Silakan Share

Korps Kepolisian Nasional Kamboja menggelar operasi pemeriksaan administratif di dua gedung di Kota Poipet, Provinsi Banteay Meanchey, pada 10 Juli 2026.

Heboh! Polisi Kamboja Razia Dua Gedung di Poipet, Ratusan Ponsel dan Uang Tunai Disita

Operasi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas warga asing sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi untuk tindakan kriminal, termasuk dugaan penipuan online.

Wakil Kepala Kepolisian Nasional, Laksamana Madya A. Sokchea, memimpin langsung operasi tersebut bersama Laksamana Madya Mon Sothea dan Laksamana Madya Sam Vannvil.

Pemerintah Kota Poipet, Kepolisian Provinsi Banteay Meanchey, Komando Militer Provinsi, dan Kejaksaan Provinsi ikut mendukung jalannya pemeriksaan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Operasi Gabungan Fokus Periksa Dua Gedung di Kota Poipet

Tim gabungan memulai pemeriksaan setelah menerima perintah untuk melakukan pengawasan administratif terhadap dua bangunan yang menjadi tempat tinggal warga negara asing. Petugas memeriksa identitas penghuni, kelengkapan dokumen, hingga aktivitas yang berlangsung di dalam gedung.

Selain memeriksa administrasi, tim juga memastikan setiap penghuni mematuhi aturan keimigrasian dan ketentuan hukum Kamboja. Pemerintah menjalankan operasi ini sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang memanfaatkan sistem teknologi.

Selama operasi berlangsung, aparat menjaga situasi tetap kondusif. Tim bekerja sama dengan pengelola gedung agar proses pemeriksaan berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban di sekitar lokasi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Gedung Pertama Dihuni 20 Warga Negara Indonesia

Tim lebih dulu memeriksa sebuah gedung kembar di Desa Samaki Meanchey, Distrik O Chrov, Kota Poipet. Bangunan tersebut terdiri atas dua menara setinggi 29 lantai dan 13 lantai dengan total 338 ruangan, termasuk 325 kamar, ruang penyimpanan, dan area lobi.

Petugas menemukan 20 warga negara Indonesia, termasuk empat perempuan, yang tinggal di dalam gedung tersebut. Setelah memeriksa seluruh area, tim tidak menemukan barang ataupun peralatan yang berkaitan dengan dugaan penipuan online.

Petugas imigrasi kemudian memberikan arahan kepada perwakilan pengelola gedung mengenai kepatuhan administrasi bagi seluruh penghuni. Karena tidak ada pelanggaran yang memerlukan tindakan lebih lanjut, aparat mengizinkan seluruh penghuni tetap menempati gedung tersebut dan tidak menutup lokasi.

Baca Juga: Geger Poipet! 16 WNI Ditemukan di Hunian Bersama, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Gedung Kedua Simpan Ratusan Ponsel dan Uang Tunai

Tim kemudian melanjutkan operasi ke gedung kedua yang berada di kawasan Desa Samaki Meanchey. Bangunan setinggi 12 lantai itu memiliki 132 ruangan yang berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus ruang perkantoran.

Di lokasi ini, petugas menemukan 14 warga negara Thailand, termasuk satu perempuan. Setelah mencatat identitas mereka, aparat membawa seluruh warga negara Thailand tersebut ke Markas Komando Perbatasan 911 untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Tim juga memeriksa berbagai perangkat elektronik yang berada di dalam gedung. Aparat mengamankan satu komputer all-in-one, satu laptop, tiga unit iPad, dan 123 telepon seluler sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Selain perangkat elektronik, petugas turut mengamankan uang tunai sebesar 559.950 Baht dan 15.856 Dolar Amerika Serikat. Namun, aparat tidak mengambil barang pribadi milik para warga negara Thailand karena penyidik hanya mengamankan barang yang berkaitan dengan proses pemeriksaan.

Empat Ruangan Langsung Ditutup untuk Kepentingan Penyelidikan

Setelah menyelesaikan seluruh pemeriksaan, tim memutuskan menutup empat ruangan yang terdiri atas ruang hunian dan ruang perkantoran di gedung kedua. Langkah ini bertujuan menjaga lokasi tetap aman sekaligus memudahkan penyidik melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang telah diamankan.

Tim segera menyerahkan seluruh barang bukti kepada Wakil Kepala Kepolisian Nasional, Laksamana Madya Sam Vannvil. Penyidik akan memeriksa setiap barang untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana yang sedang mereka telusuri.

Keputusan tersebut menunjukkan keseriusan aparat Kamboja dalam menangani dugaan aktivitas ilegal yang memanfaatkan teknologi modern sebagai sarana kejahatan.

Pemerintah Kamboja Perketat Pengawasan di Kawasan Perbatasan

Poipet menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena memiliki mobilitas warga asing yang sangat tinggi. Pemerintah Kamboja terus meningkatkan pengawasan melalui pemeriksaan administratif secara berkala untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan hukum.

Korps Kepolisian Nasional menegaskan bahwa operasi seperti ini akan terus berlanjut di berbagai lokasi yang dinilai memiliki tingkat aktivitas tinggi. Langkah tersebut bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara sekaligus menjaga keamanan kawasan perbatasan.

Hingga kini, penyidik masih memeriksa seluruh barang bukti yang berhasil diamankan selama operasi berlangsung. Jika penyelidikan menemukan unsur pelanggaran hukum, aparat akan melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku di Kamboja.

Pemerintah berharap pengawasan yang konsisten dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus mencegah penyalahgunaan bangunan untuk kegiatan yang melanggar hukum.