Kamboja Tegaskan Bukan Lagi “Surga” Penipuan Daring, Ini Langkah yang Dilakukan

Silakan Share
Kamboja kembali jadi sorotan setelah pemerintah menegaskan langkah baru untuk membongkar jaringan penipuan daring yang beroperasi lintas negara.Kamboja Tegaskan Bukan Lagi “Surga” Penipuan Daring, Ini Langkah yang Dilakukan

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka International Conference on Combating Online Scams di Phnom Penh pada 23 September 2026. Konferensi itu mempertemukan perwakilan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga internasional, dan sejumlah pihak terkait dari berbagai negara.

Hun Manet menegaskan bahwa Kamboja tidak ingin menjadi tempat aman bagi jaringan penipuan daring. Ia juga menyebut pemerintah akan terus bekerja sama dengan negara lain untuk memutus jaringan kejahatan yang bergerak melintasi batas negara. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.

Shotsgoals nonton gratis NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Hun Manet Tegaskan Kamboja Tak Lagi Jadi Tempat Aman

Dalam pidatonya, Hun Manet menyatakan bahwa kompleks penipuan berskala besar tidak lagi beroperasi di wilayah Kamboja. Ia juga mengingatkan bahwa sindikat dapat mengubah strategi dengan memecah operasi besar menjadi kelompok-kelompok kecil.

Pemerintah Kamboja mengatakan aparat telah memeriksa 832 lokasi yang mereka curigai terkait aktivitas penipuan daring sejak Juli 2025. Dari jumlah tersebut, aparat menjalankan operasi di 663 lokasi dan menangani 86 kompleks besar melalui proses hukum.

Langkah tersebut menunjukkan perubahan pola penindakan. Aparat tidak hanya mengejar orang yang menjalankan operasi, tetapi juga berusaha menelusuri jaringan, aliran dana, lokasi, serta pihak lain yang membantu aktivitas kriminal.

INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Ribuan Tersangka Masuk Proses Hukum

Satgas antipenipuan Kamboja juga mencatat perkembangan dalam penyelidikan. Pemerintah menyebut aparat telah membekukan lebih dari 300 juta dolar AS yang terkait dengan kejahatan penipuan daring sejak Juli 2025.

Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 446 perkara dengan 3.927 tersangka telah masuk ke pengadilan. Aparat juga memproses sejumlah pejabat yang mereka kaitkan dengan aktivitas penipuan daring.

Data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menunjukkan hasil penindakan kepada masyarakat dan mitra internasional. Namun, pengungkapan jaringan tidak berhenti pada penangkapan karena aparat masih harus memastikan para pelaku tidak membangun operasi baru.

Baca Juga: Kamboja Tangkap Warga Tiongkok Tengah Malam, Muatannya Bikin Petugas Curiga

Sindikat Mulai Ubah Cara dan Lokasi Operasi

Jaringan penipuan daring menghadapi tekanan yang semakin besar di Kamboja. Kondisi itu mendorong pelaku mencari cara lain agar tetap menjalankan aktivitasnya tanpa menarik perhatian aparat.

Hun Manet sendiri mengingatkan bahwa kelompok kriminal dapat memecah operasi besar menjadi unit yang lebih kecil dan tersebar. Pola tersebut membuat aparat harus meningkatkan pengawasan serta berbagi informasi dengan negara lain.

UNODC juga menilai kerja sama lintas negara menjadi kebutuhan penting karena jaringan penipuan kini bergerak sebagai kejahatan transnasional. Delphine Schantz dari UNODC menyebut tidak ada satu negara yang mampu menghadapi persoalan tersebut sendirian.

Bekas Kompleks Penipuan Jadi Bukti Penindakan

Dalam konferensi tersebut, peserta juga melihat sejumlah lokasi yang sebelumnya menjalankan operasi penipuan daring. Kompleks-kompleks besar itu pernah menampung banyak pekerja dan menyediakan berbagai fasilitas untuk menjalankan komunikasi dengan korban.

Beberapa lokasi bahkan menggunakan ruangan yang menyerupai kantor polisi atau lembaga penegak hukum asing. Pelaku memanfaatkan tampilan tersebut untuk membangun kepercayaan korban saat berkomunikasi melalui internet.

Pemerintah Kamboja menggunakan kunjungan tersebut untuk memperlihatkan hasil penindakan kepada delegasi internasional. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya Phnom Penh memperkuat kerja sama dengan negara lain dalam menghadapi jaringan kriminal lintas batas.

Kerja Sama Antarnegara Jadi Tantangan Berikutnya

Penutupan kompleks besar tidak otomatis mengakhiri seluruh aktivitas penipuan daring. Jaringan kriminal dapat memindahkan peralatan, mengganti lokasi, dan membentuk kelompok baru ketika aparat meningkatkan tekanan.

Karena itu, pemerintah Kamboja mendorong pertukaran informasi serta kerja sama penegakan hukum dengan negara lain. Konferensi di Phnom Penh juga membahas kebutuhan untuk mempercepat pertukaran bukti digital dan memperkuat penyelidikan keuangan.

UNODC memperkirakan kerugian akibat penipuan daring di Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru mencapai hingga 114 miliar dolar AS setiap tahun. Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang harus dihadapi berbagai negara.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kamboja ingin menunjukkan bahwa pemerintah kini mengambil tindakan lebih serius terhadap jaringan penipuan daring. Namun, keberlanjutan penindakan, penelusuran aliran dana, serta kerja sama lintas negara akan menjadi bagian penting dalam melihat hasil kebijakan tersebut.