Jenazah Warga Bekasi Tertahan di Kamboja, Keluarga Berjuang Cari Biaya untuk Membawanya Pulang
Duka mendalam menyelimuti keluarga Muhammad Arrofi Abdurrohman, warga Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pria berusia 27 tahun itu meninggal dunia di Kamboja pada 24 Oktober 2026 setelah mengalami sakit. Namun, hingga kini keluarganya belum bisa membawa jenazah Arrofi kembali ke Indonesia karena terkendala biaya pemulangan yang mencapai ratusan juta rupiah.
Ayah korban, Eman Sulaeman (56), mengaku kesulitan memenuhi biaya tersebut. Dengan pekerjaan serabutan dan penghasilan yang tidak menentu, Eman hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah agar anaknya dapat kembali ke tanah air.
Jenazah Arrofi Masih Berada di Rumah Duka Kamboja
Sejak meninggal dunia, jenazah Arrofi masih berada di sebuah rumah duka di Kamboja. Kondisi ini membuat keluarga terus menghadapi beban biaya penitipan yang semakin bertambah setiap hari.
Menurut Eman, pihak rumah duka mengenakan biaya sekitar 50 dolar AS per hari. Hingga 31 Oktober 2026, total biaya penitipan jenazah diperkirakan sudah mencapai Rp20 juta.
Sementara itu, keluarga harus menyiapkan dana sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta untuk memulangkan jenazah ke Indonesia. Jumlah tersebut jauh di luar kemampuan ekonomi keluarga.
| INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ayah Berharap Pemerintah Membantu Pemulangan Jenazah
Eman berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi keluarganya. Ia ingin membawa pulang jenazah anaknya agar dapat dimakamkan di kampung halaman.
Namun, jika biaya pemulangan terlalu berat, keluarga juga berharap pemerintah membantu proses pemakaman Arrofi di Kamboja dengan biaya yang lebih terjangkau.
Eman mengaku tetap berharap negara hadir membantu, meskipun anaknya bekerja di perusahaan yang menjalankan aktivitas terlarang.
Baca Juga:Â Kamboja Belum Usai, Kini Madagaskar Muncul dalam Peta Gelap Sindikat Scam Online
Sulit Mendapat Pekerjaan di Bekasi, Arrofi Berangkat ke Kamboja
Menurut penuturan Eman, Arrofi bekerja di sebuah perusahaan judi online (judol) di Kamboja. Keputusan tersebut muncul setelah berbagai upayanya mencari pekerjaan di Bekasi tidak membuahkan hasil.
Sebagai anak pertama dari enam bersaudara, Arrofi sebelumnya sudah berkali-kali melamar pekerjaan di daerah asalnya. Namun, ia belum berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong Arrofi menerima tawaran kerja di luar negeri. Sayangnya, perjalanan mencari penghasilan itu berakhir dengan kabar duka bagi keluarganya.
Keluarga Menanti Bantuan agar Bisa Memakamkan Arrofi
Kini, Eman dan keluarga hanya bisa berharap ada pihak yang membantu menyelesaikan persoalan pemulangan jenazah tersebut. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Arrofi secara layak, tanpa terus terbebani biaya yang semakin besar.
Kisah ini juga kembali menyoroti persoalan pekerja Indonesia di Kamboja, terutama mereka yang terlibat dalam industri judi online. Di tengah proses pemulangan jenazah, keluarga Arrofi masih menanti kepastian bantuan agar dapat mengakhiri penantian panjang dan memakamkan anak mereka dengan layak.