TERGIUR GAJI BESAR! 23 WNA Justru Diamankan Polres Mojokerto, Dugaan TPPO ke Kamboja Terungkap

Silakan Share

Sebanyak 23 WNA asal Filipina dan Taiwan terseret kasus dugaan TPPO setelah tergiur tawaran pekerjaan bergaji besar di Kamboja.

TERGIUR GAJI BESAR! 23 WNA Justru Diamankan Polres Mojokerto, Dugaan TPPO ke Kamboja Terungkap

Kasus perdagangan orang yang melibatkan warga negara asing kembali menjadi perhatian. Kali ini, Polres Mojokerto mengungkap dugaan eksploitasi terhadap 23 WNA asal Filipina dan Taiwan. Para korban diduga harus menjalankan aktivitas penipuan daring atau scamming setelah menerima tawaran pekerjaan dengan gaji menggiurkan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang perempuan asal Filipina berinisial JR. Korban mengaku menemukan tawaran pekerjaan melalui Facebook dengan janji gaji sebesar 1.000 dolar AS per bulan.

Shotsgoals nonton gratis NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Dijanjikan Gaji 1.000 Dolar, Korban Terjebak Tawaran Kerja

Pelaku menawarkan pekerjaan sebagai operator call center di Kamboja kepada JR. Setelah menerima tawaran tersebut, korban menjalani dua kali wawancara melalui Telegram.

Namun, proses keberangkatan justru menyimpang dari kesepakatan awal. Pada 8 Juli 2026, seseorang meminta JR datang ke Hotel Hilton di Manila. Di sana, korban menerima tiket menuju Singapura dan dokumen perjalanan ke Fiji dengan keterangan pekerjaan sebagai penata rambut.

JR kemudian berangkat bersama rekannya berinisial JD. Keduanya tiba di Bandara Juanda, Surabaya, pada 9 Juli 2026. Setibanya di sana, seorang pria tak dikenal menjemput mereka dan meminta paspor keduanya.

INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Korban Dipaksa Menyamar sebagai Agen FBI

Setelah tiba di Indonesia, JR dan JD tinggal di sebuah vila kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Polisi menyebut seorang warga Malaysia berinisial KG mengendalikan aktivitas mereka melalui penerjemah berinisial H dan R.

Para korban harus menjalankan penipuan daring dengan menyamar sebagai agen FBI. Mereka menargetkan warga lanjut usia keturunan Jepang di Amerika Serikat.

Pelaku juga memberikan iPhone 12 untuk menunjang aktivitas tersebut. Selama kurang lebih dua bulan, JR mengaku harus mengikuti perintah kelompok itu. Mereka bahkan menahan paspornya dan membatasi kebebasan bergeraknya.

Baca Juga: SITUASI MEMANAS! Gedung di Poipet Dikelilingi, Bus Besar Mulai Terlihat

Korban Berani Melarikan Diri dan Melapor ke Polisi

Pada September 2026, kelompok tersebut memindahkan sejumlah WNA dari Tretes menuju Hotel Grand Whiz Trawas dan Hotel Royal Trawas di Kabupaten Mojokerto. Mereka melakukan pemindahan setelah mendengar informasi mengenai rencana penggerebekan.

Pada 29 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, JR memberanikan diri keluar dari kamar Hotel Grand Whiz Trawas. Ia kemudian meminta petugas keamanan hotel menghubungkannya dengan Kedutaan Besar Filipina.

Petugas keamanan segera melaporkan kejadian itu kepada Polsek Trawas. Polisi kemudian memberikan perlindungan kepada JR dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan bergaji besar di luar negeri, terutama jika perekrut tidak memiliki identitas dan legalitas yang jelas.

Ikuti terus Berita Terkini Indonesia Kamboja untuk mendapatkan perkembangan terbaru seputar kasus TPPO, aktivitas WNI, dan berbagai peristiwa lainnya. Jangan lupa kunjungi kembali halaman kami agar tidak ketinggalan informasi terbaru.