Dari Kamboja ke Sumut, Mantan Pekerja Judol Ini Raup Rp300 Juta per Bulan
Dua mantan pekerja judi online di Kamboja kini berurusan dengan polisi setelah membuka dan mengelola situs judi online di Sumatera Utara.

Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara menangkap dua pria berinisial MA dan DHPF. Keduanya pernah bekerja di perusahaan judi online di Kamboja sebelum kembali ke Indonesia.
MA pulang ke Medan pada Agustus 2026 lalu membuka situs judi online NEXPLAY88. Ia kemudian mengajak DHPF untuk membantu mengelola situs tersebut. Dalam waktu sekitar satu bulan, situs itu memiliki sekitar 400 anggota dan menghasilkan keuntungan hingga Rp300 juta. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.
Dua Tersangka Punya Pengalaman Kerja di Kamboja
Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Bayu Wicaksono menjelaskan latar belakang kedua tersangka. MA dan DHPF sama-sama pernah bekerja di perusahaan judi online di Kamboja.
“Keduanya sama-sama pernah bekerja di Kamboja,” kata Bayu pada Kamis (1/10/2026).
Pengalaman tersebut kemudian mereka bawa saat kembali ke Indonesia. Polisi menduga MA memanfaatkan pengalaman itu untuk membangun dan menjalankan situs sendiri dari wilayah Sumatera Utara.
MA memilih Medan sebagai lokasi untuk menjalankan aktivitas tersebut. Ia kemudian melibatkan DHPF dalam pengelolaan situs setelah kembali dari Kamboja.
| INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
MA Menjalankan Situs NEXPLAY88 dari Medan
Polisi menyebut MA memegang kendali utama atas NEXPLAY88. Ia mulai menjalankan situs tersebut setelah kembali ke Medan pada Agustus 2026.
Dalam waktu kurang lebih satu bulan, MA berhasil mengumpulkan sekitar 400 anggota melalui situs tersebut. Polisi juga mencatat keuntungan yang mencapai Rp300 juta.
Angka tersebut membuat penyidik menelusuri aktivitas MA lebih jauh. Polisi kemudian mendatangi rumahnya di Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Baca Juga:Â Judol Lintas Negara Makin Disorot, Indonesia Ungkap Cara Memberantasnya di Forum Kamboja
Polisi Menemukan Uang Tunai dan Sejumlah Perangkat
Saat Polisi menjalankan rangkaian penindakan pada 15 September dan 24 September 2026. Pada pemeriksaan di rumah MA, petugas menemukan sejumlah perangkat elektronik yang berkaitan dengan aktivitas situs.
Petugas menemukan satu Samsung Galaxy A55, satu Samsung A57, satu laptop Asus TUF Gaming, dan satu monitor MSI Pro. Polisi juga menemukan uang tunai senilai Rp105.970.000 di lokasi tersebut.
Setelah memeriksa rumah MA, polisi melanjutkan pencarian ke wilayah Tebing Tinggi. Petugas kemudian mendatangi sebuah rumah di Jalan Pala, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi.
Di lokasi itu, polisi menangkap DHPF. Petugas turut membawa satu laptop Asus Vivobook, satu iPhone 11, dan satu Samsung Galaxy A14 untuk kepentingan penyidikan.
DHPF Mengurus SEO agar Situs Mudah Ditemukan
DHPF menjalankan peran berbeda dari MA. Ia mengurus search engine optimization atau SEO untuk membuat situs lebih mudah muncul ketika pengguna mencari informasi melalui Google.
Menurut Bayu, DHPF membantu MA mengelola website sekaligus menjalankan promosi melalui sejumlah kanal digital. Pekerjaan tersebut membuat situs lebih mudah ditemukan oleh pengguna internet.
DHPF juga memperoleh bayaran berdasarkan jumlah pengguna yang bergabung. Polisi menyebut ia menerima Rp15 ribu dari setiap orang yang menjadi anggota situs.
Peran SEO menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian penyidik. DHPF tidak hanya membantu mengelola website, tetapi juga berusaha meningkatkan visibilitas situs melalui mesin pencari.
Aktivitas Berjalan Sejak Keduanya Pulang dari Kamboja
Polisi mencatat DHPF mulai membantu pekerjaan tersebut sejak Agustus 2026. Pada periode yang sama, ia baru kembali dari Kamboja dan kemudian bekerja bersama MA.
MA dan DHPF kini menghadapi proses hukum setelah polisi mengungkap aktivitas situs tersebut. Penyidik masih menelusuri aktivitas NEXPLAY88, aliran uang, serta pihak lain yang mungkin ikut membantu pengelolaannya.
Polisi juga memeriksa berbagai perangkat elektronik yang mereka bawa dari lokasi penindakan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memperjelas aktivitas kedua tersangka serta hubungan mereka dengan pengguna situs.
Kasus ini bermula dari dua orang yang memiliki pengalaman bekerja di perusahaan judi online di Kamboja. Setelah kembali ke Indonesia, mereka kemudian menjalankan peran masing-masing dalam mengelola situs dari wilayah Sumatera Utara.