Kamboja Tangkap Warga Tiongkok Tengah Malam, Muatannya Bikin Petugas Curiga
Operasi tersebut berlangsung di perairan lepas pantai Provinsi Preah Sihanouk. Petugas menemukan narkoba yang mereka duga sebagai metamfetamin, puluhan senjata api, serta ribuan butir amunisi. Aparat kemudian menangkap tujuh warga negara Tiongkok dalam operasi tersebut.
Jumlah barang yang petugas temukan membuat kasus ini mendapat perhatian. Aparat juga memeriksa beberapa perahu setelah memperoleh petunjuk dari pemeriksaan awal di sekitar wilayah perairan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.
Petugas Cegat Perahu Cepat Saat Dini Hari
Penggerebekan berlangsung pada dini hari 23 September waktu setempat. Petugas Kamboja mencegat sebuah perahu cepat yang melintas di dekat Pulau Koh Russei, salah satu wilayah perairan di lepas pantai Provinsi Preah Sihanouk.
Petugas menemukan dua pria berkewarganegaraan Tiongkok di atas perahu tersebut. Polisi kemudian memperluas pemeriksaan setelah memperoleh informasi yang mengarah pada keberadaan perahu lain.
Langkah itu membawa petugas menuju dua perahu berikutnya. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menangkap lima warga negara Tiongkok lainnya. Total tujuh orang kini menjalani pemeriksaan aparat Kamboja.
| INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
840 Kg Zat Kristal Ada dalam Puluhan Karung
Penggeledahan kemudian mengungkap barang dalam jumlah besar. Petugas menemukan 42 karung berisi zat kristal putih yang mereka duga sebagai metamfetamin.
Total berat barang tersebut mencapai sekitar 840 kilogram. Jumlah itu membuat petugas memperketat pemeriksaan karena mereka perlu memastikan jenis dan asal barang melalui proses penyelidikan.
Pihak berwenang belum menjelaskan asal barang tersebut atau tujuan pengirimannya. Polisi masih memeriksa tujuh orang yang mereka tangkap sambil menelusuri informasi mengenai muatan tersebut.
Baca Juga: Polisi Kamboja dan FBI AS Bersama-sama Berhasil Menindak 50 Jaringan Penipuan Online
Puluhan Senjata dan Ribuan Amunisi Ikut Masuk Barang Bukti
Bukan hanya zat kristal putih yang menarik perhatian petugas. Polisi juga menemukan puluhan senjata api beserta perlengkapan pendukung saat memeriksa perahu.
Barang bukti itu terdiri dari 10 senjata laras panjang dan 39 pistol. Petugas juga menemukan 108 magazen serta 7.937 butir amunisi.
Jumlah tersebut membuat aparat memperluas penyelidikan. Polisi kini menelusuri hubungan antara para tersangka, beberapa perahu, serta barang-barang yang mereka bawa.
Beberapa Unit Polisi Ikut Turun dalam Operasi
Touch Poleak, Direktur Departemen Kepolisian Perairan Perbatasan Kamboja, memimpin operasi tersebut. Sejumlah unit ikut membantu proses pencegatan dan pemeriksaan di wilayah perairan Preah Sihanouk.
Unit Pemberantasan Kejahatan Maritim dan Batalyon Kepolisian Perairan Perbatasan ke-240 turut mengambil bagian dalam operasi tersebut. Kedua unit membantu aparat memeriksa pergerakan perahu di kawasan tersebut.
Petugas tidak berhenti setelah memeriksa satu perahu. Mereka menemukan dua warga Tiongkok pada perahu pertama, lalu melanjutkan pencarian hingga menemukan dua perahu lain yang membawa lima orang tambahan.
Tujuh Warga Tiongkok Jalani Pemeriksaan Lebih Lanjut
Setelah operasi selesai, aparat menyerahkan tujuh warga negara Tiongkok bersama seluruh barang bukti kepada Kepolisian Provinsi Preah Sihanouk. Polisi kemudian melanjutkan pemeriksaan terhadap para tersangka dan menelusuri asal barang yang mereka bawa.
Hingga informasi tersebut muncul, pihak berwenang belum mengungkap tujuan pengiriman narkoba yang mereka duga maupun senjata dan amunisi tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan serta bukti tambahan untuk mengurai rangkaian kasus ini.
Pengungkapan di perairan Preah Sihanouk bermula dari pemeriksaan terhadap sebuah perahu. Penelusuran berikutnya membawa petugas menuju dua perahu lain hingga mereka menangkap tujuh warga Tiongkok dan mengamankan ratusan kilogram zat yang mereka duga sebagai narkoba, puluhan senjata, serta ribuan amunisi.