8 Bulan Terjebak di Kamboja, Warga Langsa Korban Scam Akhirnya Pulang

Silakan Share

Sukardi, warga Langsa, akhirnya pulang setelah 8 bulan terjebak di Kamboja akibat tawaran kerja scam dengan bantuan Senator DPD RI asal Aceh Azhari Cage.

8 Bulan Terjebak di Kamboja, Warga Langsa Korban Scam Akhirnya Pulang

Sukardi awalnya mengira dirinya akan bekerja sebagai tukang pangkas rambut di Selangor, Malaysia. Namun, rencana tersebut berubah setelah seseorang membawanya ke Phnom Penh. Di sana, Sukardi mengaku bekerja selama empat bulan tanpa menerima upah.

Kondisi itu membuatnya memilih melarikan diri dan mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Delapan Bulan di Kamboja Akhirnya Berakhir

Azhari Cage mengatakan Sukardi sudah tinggal di tempat penampungan KBRI Phnom Penh sejak Mei 2026. Selama berada di sana, Sukardi menunggu proses kepulangan ke Indonesia.

Sukardi kemudian menghubungi Azhari untuk meminta bantuan agar bisa kembali ke Aceh. Azhari tidak langsung mengambil keputusan. Ia terlebih dahulu menghubungi pihak KBRI di Kamboja untuk memastikan keberadaan Sukardi.

Setelah petugas KBRI memastikan keberadaan Sukardi, Azhari langsung berkoordinasi dengan mereka. Ia meminta petugas mengurus seluruh administrasi kepulangan serta menyiapkan tiket penerbangan menuju Indonesia.

Azhari juga menanggung seluruh biaya tiket tersebut. Langkah itu membuka jalan bagi Sukardi untuk meninggalkan Kamboja dan kembali berkumpul dengan keluarganya di Aceh.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Sukardi Terbang dari Phnom Penh ke Jakarta

Pada Senin, 10 Agustus 2026, Sukardi akhirnya meninggalkan Kamboja. Ia naik pesawat AirAsia QZ-475 dari Phnom Penh menuju Jakarta sekitar pukul 16.05 WIB.

Pesawat tersebut kemudian tiba di Jakarta sekitar pukul 19.10 WIB. Tim Azhari Cage langsung menjemput Sukardi setelah ia mendarat di Jakarta.

Azhari juga berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta untuk membantu kebutuhan Sukardi selama berada di Ibu Kota. Tim tersebut menyiapkan tempat menginap sementara sebelum Sukardi melanjutkan perjalanan menuju Aceh.

Azhari memastikan timnya turut menanggung biaya kebutuhan Sukardi selama berada di Jakarta. Ia ingin proses kepulangan warga Langsa tersebut berjalan hingga selesai.

Baca Juga: Geger! Polisi Geledah 3 Lokasi di Po Bei, Terduga Pelaku Penipuan Langsung Ditangkap

Berangkat ke Malaysia, Malah Tiba di Kamboja

Perjalanan Sukardi bermula pada Desember 2025. Saat itu, ia meninggalkan Langsa dan menuju Bandara Kualanamu sebelum melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Seseorang menawarkan pekerjaan sebagai tukang pangkas rambut di Selangor kepada Sukardi. Tawaran tersebut membuatnya percaya bahwa ia akan segera mendapatkan pekerjaan di Malaysia.

Namun, orang tersebut kemudian mengarahkan Sukardi menaiki pesawat dengan tiket yang sudah mereka siapkan. Sukardi tidak mengetahui tujuan sebenarnya hingga pesawat membawanya ke Phnom Penh, Kamboja.

Sesampainya di Kamboja, Sukardi menghadapi kondisi yang berbeda dari tawaran awal. Ia kemudian bekerja selama sekitar empat bulan tanpa menerima upah.

Kondisi tersebut membuat Sukardi mencari jalan keluar. Ia akhirnya meninggalkan tempat kerjanya dan mendatangi KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan serta perlindungan.

KBRI Membantu Sukardi Selama Menunggu Kepulangan

Setelah Sukardi datang ke KBRI Phnom Penh, petugas memberikan tempat tinggal sementara melalui fasilitas penampungan. Sejak Mei 2026, Sukardi tinggal di sana sambil menunggu proses administrasi kepulangan.

Situasi Sukardi kemudian mendapat perhatian Azhari Cage. Setelah menerima permintaan bantuan dari Sukardi, Azhari menghubungi petugas KBRI bernama Dadang untuk memastikan seluruh informasi.

Petugas KBRI memastikan keberadaan Sukardi dan membantu proses administrasi. Azhari kemudian menanggung biaya tiket penerbangan agar Sukardi dapat segera kembali ke Indonesia.

Kerja sama tersebut akhirnya membawa Sukardi kembali ke Jakarta pada 10 Agustus 2026. Dari Jakarta, ia melanjutkan perjalanan menuju Aceh untuk bertemu kembali dengan keluarga.

Azhari Ingatkan Warga Jangan Mudah Tergiur Tawaran Kerja

Azhari Cage meminta masyarakat Aceh lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan dari media sosial maupun aplikasi pesan. Ia secara khusus mengingatkan warga agar tidak langsung percaya pada tawaran melalui WhatsApp dan Facebook.

Sebelum menerima pekerjaan di luar negeri, pencari kerja perlu memeriksa identitas perusahaan dan alamat kantor. Mereka juga perlu memastikan jenis pekerjaan, kontrak kerja, gaji, serta legalitas perekrut.

Masyarakat juga sebaiknya memberi tahu keluarga sebelum berangkat ke luar negeri. Langkah sederhana tersebut dapat membantu keluarga mengetahui lokasi dan tujuan perjalanan sejak awal.

Kasus Sukardi menjadi pelajaran bagi pencari kerja yang ingin mencari peluang di luar negeri. Tawaran pekerjaan dengan iming-iming tertentu tetap membutuhkan pemeriksaan yang teliti agar masyarakat tidak masuk ke dalam jaringan penipuan.