Bikin Kaget! 60 WNI Terjaring Penggerebekan Sindikat Online Scam, Kemlu Buka Suara
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap kasus puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang terseret dalam penggerebekan pusat penipuan daring atau online scam di Timor Leste.
Kasus tersebut kembali menarik perhatian karena melibatkan jaringan kejahatan digital lintas negara. Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI dan perwakilan RI di Timor Leste langsung menangani persoalan tersebut.
Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan pihak berwenang setempat untuk mengetahui perkembangan penyelidikan terhadap para WNI.
Selain memantau proses hukum, Kemlu juga memastikan para WNI tetap mendapatkan pendampingan sesuai aturan yang berlaku. Simak ulasan berikut dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.
Operasi Besar Bongkar Pusat Online Scam Timor Leste
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan aparat Timor Leste menjalankan operasi penggerebekan pada 27 Juni 2026. Petugas menyasar sebuah lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas online scam.
Hasil operasi tersebut menemukan 67 WNI di lokasi tersebut. Namun, enam orang berhasil kabur saat aparat melakukan penggerebekan. Sementara itu, petugas mengamankan 61 WNI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Para WNI tersebut kini masih mengikuti proses penyelidikan dari otoritas Timor Leste. Aparat setempat terus menggali informasi mengenai peran setiap orang dalam jaringan penipuan daring tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kemlu Ungkap Kondisi Puluhan WNI yang Diamankan
Heni Hamidah menyampaikan bahwa Kemlu masih memantau kondisi para WNI yang menjalani pemeriksaan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak Timor Leste terkait proses hukum dan kemungkinan pemulangan ke Indonesia.
Hingga saat ini, Kemlu belum memastikan waktu kepulangan para WNI. Pemerintah masih menunggu perkembangan penyidikan sebelum mengambil langkah berikutnya.
Nasib enam WNI yang melarikan diri saat operasi berlangsung juga masih menjadi perhatian. Pemerintah belum mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan mereka.
Baca Juga:Â BP3MI Buka Suara! Ini Alasan 13 Warga Kepri Tertahan di Kamboja Harus Pulang dengan Biaya Sendiri
Lima WNI Ternyata Pernah Terlibat Aktivitas di Kamboja
Dalam pemeriksaan awal, aparat menemukan sedikitnya lima WNI yang pernah bekerja di pusat online scam Kamboja. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa jaringan penipuan daring terus berpindah lokasi setelah mendapat tekanan dari aparat setempat.
Kemlu melihat pola perpindahan pekerja online scam dari Kamboja menuju negara lain di Asia Tenggara, termasuk Timor Leste. Kondisi ini membuat kerja sama antarnegara menjadi semakin penting untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut.
Selain itu, penyidik menemukan satu WNI yang diduga memiliki peran sebagai penyelia dalam jaringan tersebut.
Jumlah WNI Pulang dari Kamboja Meningkat Tajam

Data KBRI Phnom Penh mencatat ribuan WNI meminta bantuan kepulangan dari Kamboja sepanjang 2026. Hingga Juni 2026, sebanyak 12.019 WNI mengajukan fasilitasi pulang ke Indonesia.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang mencatat 5.088 WNI. Lonjakan angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang menghadapi risiko saat menerima tawaran pekerjaan di luar negeri.
Pemerintah juga menemukan masih ada WNI baru yang berangkat ke Kamboja dengan tujuan bekerja pada jaringan yang diduga berkaitan dengan penipuan daring.
Pemerintah Ingatkan WNI Soal Tawaran Kerja Tidak Jelas
Kemlu meminta masyarakat lebih teliti sebelum menerima tawaran pekerjaan dari luar negeri. Banyak korban tergiur iming-iming gaji besar, tetapi tidak memahami jenis pekerjaan dan risiko yang mereka hadapi.
Pemerintah mengajak calon pekerja migran menggunakan jalur resmi agar mendapatkan perlindungan maksimal. Masyarakat juga perlu mengecek legalitas perusahaan sebelum menerima tawaran kerja.
Kasus penggerebekan pusat online scam di Timor Leste menjadi pengingat bahwa jaringan penipuan digital terus berkembang. Pemerintah Indonesia bersama negara lain akan memperkuat kerja sama untuk mencegah semakin banyak WNI masuk dalam aktivitas ilegal tersebut.