Operasi Gabungan di Poipet Digelar, 17 WNA Terjaring dari 8 Lokasi
Operasi gabungan di Poipet, Banteay Meanchey, Kamboja, menyisir 8 lokasi pada 12 Agustus 2026 dan menemukan 17 warga asing di salah satu gedung.
Pemerintah Provinsi Banteay Meanchey menyebut 17 warga asing tersebut memiliki dokumen sah dan izin tinggal. Pemerintah menjalankan pemeriksaan itu untuk memperketat pengawasan terhadap keberadaan warga asing di wilayah Poipet.
Tim Gabungan Sisir 8 Lokasi di Poipet
Tim gabungan menyambangi sejumlah gedung apartemen dan bangunan di kawasan Okrov. Gubernur Provinsi Banteay Meanchey, Wu Rui, memimpin operasi tersebut dan mengarahkan jajarannya untuk memeriksa setiap lokasi secara menyeluruh.
Wakil Gubernur Banteay Meanchey, Prak Pol, kemudian memimpin tim gabungan saat turun ke lapangan. Wakil Jaksa Agung Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Banteay Meanchey, Tep Kunchey, turut mengoordinasikan kegiatan tersebut.
Petugas memeriksa delapan bangunan dengan jumlah kamar yang berbeda. Mereka mengecek keberadaan warga asing sekaligus mencari barang yang mencurigakan di setiap lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
17 Warga Thailand Ditemukan di Lokasi Pertama
Lokasi pertama menjadi satu-satunya bangunan yang menampung warga asing. Petugas menemukan 17 warga negara Thailand, terdiri dari sembilan perempuan dan delapan laki-laki, yang tinggal di gedung sembilan lantai di Desa Samaki Kompong, Distrik Okrov.
Gedung tersebut memiliki sekitar 40 kamar. Menurut laporan pemerintah provinsi, para penghuni bekerja di kasino Desson. Petugas juga tidak menemukan barang mencurigakan selama mengecek lokasi tersebut.
Pemerintah menyatakan 17 warga Thailand itu memiliki dokumen sah dan izin tinggal. Hasil pemeriksaan juga tidak menunjukkan adanya pelanggaran dokumen keimigrasian di lokasi pertama.
Baca Juga:Â Kamboja Deportasi 18.000 WNA Tersangka Penipuan Siber, Ada Apa di Balik Operasi Besar Ini?
Tujuh Lokasi Lain Nihil Warga Asing
Setelah mengecek lokasi pertama, tim melanjutkan pemeriksaan ke tujuh bangunan lainnya. Petugas tidak menemukan warga negara asing yang tinggal di bangunan-bangunan tersebut.
Lokasi kedua berupa gedung empat lantai dengan 70 kamar di Desa Kbal Spean 1. Petugas mengecek seluruh bagian lokasi dan tidak menemukan warga asing maupun barang mencurigakan.
Bangunan ketiga memiliki sembilan lantai dan 60 kamar. Lembaga pendidikan menggunakan gedung tersebut untuk menjalankan aktivitasnya. Petugas kembali tidak menemukan warga asing ataupun barang mencurigakan.
Tim juga mengecek lokasi keempat dan kelima yang berada di Desa Kbal Spean 1. Kedua bangunan tersebut berkaitan dengan aktivitas pendidikan dan tempat tinggal. Petugas tidak menemukan warga asing di kedua lokasi itu.
Gedung Pendidikan Ikut Jadi Sasaran Pemeriksaan
Tim gabungan kemudian menyambangi lokasi keenam yang memiliki lima lantai dengan 102 kamar. Lembaga pendidikan menggunakan bangunan tersebut, sementara petugas tidak menemukan warga asing maupun barang mencurigakan di dalamnya.
Lokasi ketujuh memiliki bangunan tiga lantai yang dalam laporan sebenarnya mencapai 12 lantai. Gedung itu memiliki 48 kamar dan juga berkaitan dengan lembaga pendidikan. Petugas tidak menemukan warga asing atau barang mencurigakan saat mengecek lokasi tersebut.
Di lokasi kedelapan, tim memeriksa sebuah bangunan lima lantai dengan lima kamar. Hasil pemeriksaan kembali menunjukkan tidak adanya warga asing maupun benda yang menimbulkan kecurigaan.
Pengawasan WNA di Poipet Terus Berlanjut
Hasil operasi menunjukkan tujuh dari delapan lokasi yang tim gabungan periksa tidak menampung warga asing. Sementara itu, lokasi pertama menampung 17 warga Thailand yang memiliki dokumen dan izin tinggal sah.
Operasi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Banteay Meanchey dalam memantau aktivitas warga asing di Poipet. Petugas tidak hanya mengecek dokumen, tetapi juga melihat kondisi setiap bangunan dan mencari kemungkinan aktivitas yang mencurigakan.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan terus memperkuat pengawasan di kawasan Poipet. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketertiban sekaligus memastikan setiap warga asing mematuhi aturan yang berlaku selama berada di Kamboja.