Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Daring, Puluhan WNI Diamankan Polisi

Silakan Share

Kamboja menutup lebih dari 700 pusat penipuan daring dan menangkap hampir 30 ribu tersangka dalam setahun terakhir, termasuk puluhan WNI dalam operasi tersebut.

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Daring, Puluhan WNI Diamankan Polisi

Operasi besar tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Kamboja dalam membongkar jaringan kriminal yang selama ini menjalankan berbagai modus penipuan terhadap korban di banyak negara.
Aparat juga mulai mengejar pihak-pihak yang membantu jaringan tersebut, termasuk pejabat dan aparat penegak hukum. Langkah ini mendapat perhatian internasional karena Kamboja selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu lokasi penting bagi jaringan penipuan daring lintas negara.
nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Ratusan Pusat Penipuan Daring Ditutup

Phnom Penh Post melaporkan pada 28 Agustus 2026 bahwa pemerintah Kamboja telah menutup lebih dari 700 pusat penipuan dalam operasi selama setahun terakhir. Pemerintah menyatakan tidak ada lagi pusat penipuan daring berskala besar yang beroperasi di negara tersebut.

Menteri yang mendapat tugas khusus dari perdana menteri, Chhay Sinarith, memaparkan hasil operasi tersebut dalam pertemuan dengan sekitar 50 staf diplomatik asing dan perwakilan organisasi internasional.

Menurut Sinarith, aparat memeriksa 793 lokasi selama operasi yang berlangsung sejak Juli 2025 hingga 20 Agustus 2026. Dari seluruh lokasi itu, petugas mengambil tindakan langsung terhadap 624 tempat.

Angka tersebut menunjukkan luasnya jaringan yang harus dihadapi aparat. Mereka tidak hanya menyasar bangunan besar yang menjalankan aktivitas penipuan, tetapi juga mengejar orang-orang yang berada di balik jaringan tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Hampir 30 Ribu Tersangka dari Puluhan Negara

Operasi tersebut menghasilkan penangkapan hampir 30 ribu tersangka dari 39 negara. Setelah menjalani proses hukum, aparat memasukkan 3.477 tersangka dari 29 negara ke dalam penjara.

Para tersangka berasal dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Bangladesh, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Malaysia, Pakistan, Indonesia, Filipina, Nepal, Yaman, Swiss, Afrika Selatan, Kenya, Kamerun, Maroko, Sri Lanka, Australia, Ukraina, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand.

Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa jaringan penipuan daring di Kamboja memiliki karakter lintas negara. Para pelaku maupun pekerja dalam jaringan itu datang dari berbagai wilayah dan menjalankan aktivitas dalam kelompok yang terorganisasi.

Sinarith juga mengatakan aparat masih mencari 855 tersangka lain. Pengadilan telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap mereka sehingga polisi terus melakukan pelacakan.

Baca Juga: Bareskrim Gerebek Casino di Sukoharjo, Rp1 Miliar Disita dan 71 Orang Diamankan

Pejabat dan Aparat Ikut Terseret

Pemberantasan jaringan penipuan tidak berhenti pada para operator lapangan. Unit Anti-Korupsi atau ACU juga menangani empat kasus besar yang melibatkan pejabat senior dan aparat penegak hukum.

Dalam kasus tersebut, ACU menangkap 15 tersangka. Mereka mencakup wakil jaksa, wakil direktur jenderal Departemen Imigrasi, wakil komisaris polisi Phnom Penh, mantan direktur jenderal Kementerian Luar Negeri, serta sejumlah pejabat kepolisian dan militer.

Penindakan terhadap pejabat tersebut menjadi bagian penting dalam operasi. Jaringan kriminal membutuhkan berbagai bentuk dukungan agar dapat menjalankan aktivitas dalam waktu lama. Karena itu, pemerintah juga mengejar pihak yang membantu atau melindungi aktivitas ilegal tersebut.

Modus Penipuan Menyasar Korban di Berbagai Negara

Jaringan penipuan daring di Kamboja menjalankan berbagai modus untuk mendapatkan uang dari korban. Dua pola yang banyak mendapat perhatian berkaitan dengan hubungan asmara dan investasi mata uang kripto.

Dalam modus hubungan asmara, pelaku biasanya membangun komunikasi dengan korban melalui internet. Mereka menciptakan hubungan yang terlihat meyakinkan sebelum mengarahkan korban pada permintaan uang atau investasi tertentu.

Sementara itu, modus investasi memanfaatkan janji keuntungan besar untuk membuat korban menyerahkan uang. Pelaku dapat menggunakan berbagai platform komunikasi dan transaksi agar korban semakin percaya.

Situasi tersebut membuat jaringan penipuan mampu menjangkau korban di berbagai negara tanpa harus bertemu secara langsung.

Jaringan Mulai Pindah ke Lokasi yang Lebih Tersembunyi

Meski aparat telah menutup banyak pusat penipuan besar, pekerjaan pemerintah Kamboja belum selesai. Jaringan kriminal diduga mulai mencari cara baru untuk menghindari pengawasan aparat.

Sejumlah kelompok disebut memindahkan aktivitas mereka ke tempat yang lebih kecil dan sulit terdeteksi. Mereka dapat menggunakan wisma tamu, kondominium, rumah sewaan, hingga kedai kopi sebagai lokasi operasi.

Beberapa jaringan bahkan mengembangkan basis operasi bergerak. Pola seperti ini membuat aparat harus mengubah cara pemantauan karena pelaku tidak lagi bergantung pada satu lokasi besar.

Tekanan dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok, turut mendorong Kamboja memperketat penindakan. Pemerintah kini harus memastikan operasi tidak sekadar menutup lokasi, tetapi juga memutus jaringan kriminal dan mengejar pihak yang masih menjalankan aktivitas penipuan secara tersembunyi.