Geger! 13 Warga Asing Ditangkap di Bavet, Polisi Bongkar Dugaan Penipuan Daring

Silakan Share

Aparat Kamboja menggerebek enam lokasi di Bavet dan menangkap 13 warga asing yang diduga terlibat penipuan daring, termasuk warga Vietnam dan Indonesia.

Geger! 13 Warga Asing Ditangkap di Bavet, Polisi Bongkar Dugaan Penipuan Daring

Dari 13 orang yang diamankan, sembilan merupakan warga Vietnam dan empat lainnya warga Indonesia. Dua dari empat warga Indonesia tersebut merupakan perempuan. Polisi juga menemukan berbagai perangkat elektronik yang mereka duga berkaitan dengan kegiatan ilegal. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Enam Lokasi di Bavet Jadi Sasaran Penggerebekan

Aparat mendatangi enam lokasi yang berada dalam kompleks Borey L Tara di Kota Bavet. Petugas melakukan pemeriksaan secara bersamaan untuk mencari bukti terkait dugaan aktivitas penipuan berbasis internet.

Penggerebekan tersebut menunjukkan keseriusan aparat Svay Rieng dalam menindak aktivitas kejahatan yang memanfaatkan teknologi. Bavet sendiri menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian aparat ketika mereka menangani kasus kejahatan daring.

Selama operasi berlangsung, petugas memeriksa ruangan dan berbagai perlengkapan yang berada di lokasi. Pemeriksaan itu kemudian mengarah pada temuan sejumlah perangkat elektronik dalam jumlah cukup banyak.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

13 Warga Vietnam dan Indonesia Ikut Diamankan

Petugas menemukan 13 warga asing dalam enam lokasi tersebut. Sembilan orang berasal dari Vietnam, sedangkan empat lainnya merupakan warga Indonesia.

Dua warga Indonesia yang ikut dalam kelompok tersebut merupakan perempuan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing orang dalam dugaan aktivitas penipuan daring.

Penangkapan ini tidak serta-merta menjelaskan seluruh jaringan yang berada di balik aktivitas tersebut. Penyidik masih perlu menggali keterangan dan mencocokkannya dengan bukti yang mereka temukan selama penggerebekan.

Baca Juga: Geger! 12 Warga Vietnam Diciduk di Phnom Penh, Diduga Terlibat Penipuan Online

Puluhan Komputer dan Laptop Ditemukan Polisi

Selain menangkap 13 warga asing, aparat juga mengamankan banyak perangkat elektronik dari lokasi. Barang yang mereka sita mencakup 41 komputer desktop all-in-one dan lima unit laptop.

Petugas juga menemukan dua iPad serta sejumlah besar telepon seluler. Perangkat-perangkat tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena polisi menduga para pelaku menggunakannya untuk menjalankan aktivitas penipuan melalui internet.

Jumlah perangkat yang cukup banyak menjadi perhatian dalam operasi tersebut. Penyidik kini dapat memeriksa perangkat elektronik itu untuk mencari informasi yang membantu mengungkap pola komunikasi maupun aktivitas yang berlangsung di dalam lokasi.

Polisi Segel Keenam Lokasi untuk Sementara

Setelah menyelesaikan penggerebekan, aparat menyegel keenam lokasi untuk sementara waktu. Langkah tersebut memungkinkan polisi menjaga kondisi tempat kejadian sambil melanjutkan pemeriksaan terhadap barang dan bukti yang mereka temukan.

Penyegelan juga membantu aparat mencegah orang lain masuk ke lokasi sebelum proses pemeriksaan selesai. Polisi dapat melanjutkan penelusuran tanpa mengganggu kondisi ruangan dan perlengkapan yang masih berkaitan dengan penyelidikan.

Sementara itu, aparat terus memeriksa hubungan antara para tersangka dan perangkat elektronik yang mereka gunakan. Hasil pemeriksaan nantinya dapat membantu penyidik menentukan langkah hukum terhadap masing-masing orang.

Kasus Berlanjut ke Departemen Kejahatan Teknologi

Setelah operasi selesai, aparat menyerahkan 13 tersangka beserta seluruh barang bukti kepada Departemen Kejahatan Teknologi atau Anti-Tech Crime Kepolisian Provinsi Svay Rienghttp://t.me/indokambojanews.

Departemen tersebut akan melanjutkan proses hukum sesuai aturan yang berlaku di Kamboja. Penyidik akan memeriksa para tersangka, menelusuri perangkat elektronik, serta mengumpulkan informasi tambahan mengenai dugaan aktivitas penipuan daring.

Proses tersebut juga dapat membantu polisi mengetahui apakah keenam lokasi itu memiliki hubungan dengan jaringan lain. Untuk saat ini, aparat masih fokus mengungkap peran masing-masing tersangka berdasarkan keterangan dan bukti yang tersedia.

Penggerebekan di Bavet ini kembali menunjukkan langkah aparat Kamboja dalam membongkar aktivitas penipuan yang memanfaatkan teknologi internet. Dengan puluhan komputer, laptop, tablet, dan telepon seluler sebagai barang bukti, penyidik memiliki sejumlah petunjuk untuk mengembangkan kasus tersebut.