Geger Poipet! Polisi Kamboja Bongkar Tiga Lokasi Scam Online, 44 Warga Asing Terlibat Dugaan Penipuan Cinta
Operasi ini mengungkap dugaan aktivitas scam lintas negara yang menargetkan korban di India. Polisi juga mengamankan berbagai perangkat elektronik yang diduga mendukung kegiatan penipuan digital.
Polisi Kamboja Sisir Tiga Lokasi Mencurigakan di Poipet
Komando Gabungan Provinsi Banteay Meanchey menjalankan operasi pemeriksaan administratif pada 19 Juli 2026. Tim gabungan bergerak menuju tiga lokasi di distrik Ou Chrov, desa Samakki Meanchey, Poipet.
Gubernur Banteay Meanchey Um Reatrey bersama Jaksa Kepala Pengadilan Negeri Provinsi Koeut Vannareth mengawasi jalannya operasi tersebut.
Wakil Gubernur Prak Poly memimpin langsung tim gabungan saat mendatangi lokasi yang masuk dalam daftar pemeriksaan.
Petugas menemukan satu tempat yang memiliki aktivitas mencurigakan. Polisi kemudian menghentikan sementara kegiatan di lokasi tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
44 Warga Asing Jalani Pemeriksaan Setelah Polisi Temukan Perangkat Elektronik
Polisi menemukan 44 warga asing saat menjalankan pemeriksaan di tiga lokasi. Mereka berasal dari Pakistan, Bangladesh, India, dan Thailand.
Data awal mencatat 24 warga Pakistan, 16 warga Bangladesh, satu perempuan asal India, serta tiga warga Thailand berada di lokasi tersebut.
Aparat kemudian meminta seluruh warga asing memberikan keterangan terkait keberadaan mereka di Poipet.
Selain memeriksa identitas warga asing, polisi juga mengamankan 44 komputer all-in-one dan 67 ponsel dari lokasi pertama.
Baca Juga:Â Pemilik Rumah di Poipet Bongkar Sarang Penipuan Online! 86 WNI Ditangkap, Ratusan Perangkat Disita
Polisi Curigai Lokasi Pertama Sebagai Tempat Romance Scam

Lokasi pertama menjadi perhatian utama setelah pemilik bangunan melaporkan dugaan aktivitas penipuan online kepada polisi.
Petugas melihat bangunan empat lantai dengan 24 kamar dan satu ruang utama saat melakukan pengecekan.
Sebanyak 41 warga asing berada di bangunan tersebut. Mereka terdiri dari 24 warga Pakistan, 16 warga Bangladesh, dan satu perempuan asal India.
Tim siber kepolisian kemudian memeriksa komputer dan ponsel yang berada di lokasi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kelompok tersebut diduga menjalankan modus romance scam yang menyasar korban di India.
Dua Lokasi Lain Tidak Temukan Aktivitas Scam Serupa
Polisi juga mengecek dua lokasi lain yang berada di kawasan Poipet. Tempat kedua berupa rumah petak dua lantai dengan empat kamar.
Saat polisi tiba, warga asing yang sebelumnya tinggal di tempat itu sudah tidak berada di lokasi.
Petugas tidak menemukan perangkat yang mengarah pada aktivitas penipuan online. Polisi hanya memberikan peringatan kepada pihak terkait.
Di lokasi ketiga, aparat menemukan tiga warga Thailand. Mereka terdiri dari dua perempuan dengan visa kedaluwarsa dan satu pria tanpa paspor.
Polisi membawa ketiga warga tersebut ke kantor polisi Poipet untuk menyelesaikan proses administrasi.
Penelusuran Jaringan Scam Lintas Negara Terus Berlanjut
Aparat masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah warga asing dalam aktivitas penipuan online yang menyasar korban lintas negara.
Aparat juga menelusuri pemilik tempat yang menjadi lokasi pemeriksaan.
Satu warga Pakistan dari lokasi pertama menjalani pemeriksaan lanjutan karena polisi menduga dirinya memiliki hubungan dengan aktivitas scam.
Tim penyidik menyimpan seluruh perangkat elektronik yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk kebutuhan penyelidikan.
Pemerintah Provinsi Banteay Meanchey juga akan memberikan sanksi administratif kepada pihak yang melanggar aturan.
Operasi ini menunjukkan langkah serius Kamboja dalam memberantas jaringan penipuan digital yang menyasar korban dari berbagai negara.