Ditipu Jadi Operator Server Judol, Warga Kebumen Malah Terjebak Hingga Tertahan di Kamboja

Silakan Share

Tawaran kerja ke luar negeri yang terlihat menjanjikan justru membawa Tino, warga Kabupaten Kebumen, ke situasi yang tidak pernah ia bayangkan. Ia berangkat dengan harapan mendapat pekerjaan, tetapi malah terjebak dalam dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Ditipu Jadi Operator Server Judol, Warga Kebumen Malah Terjebak Hingga Tertahan di Kamboja

Selama berada di negara tersebut, Tino bekerja sebagai operator server judi online. Ia juga mengalami kekerasan saat menjalani pekerjaan tersebut. Kini, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terus membantu Tino agar dapat pulang ke Indonesia.Kisah Tino menjadi perhatian karena menunjukkan risiko dari tawaran pekerjaan luar negeri yang tidak jelas. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat besarnya penghasilan, tetapi juga memeriksa legalitas pekerjaan sebelum berangkat. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.

Shotsgoals nonton gratis NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Berawal dari Tawaran Kerja ke Kamboja

Tino merupakan warga Desa Jatisari, Kabupaten Kebumen. Ia pergi ke Kamboja untuk bekerja dan kemudian menjalankan pekerjaan sebagai operator server judi online. Namun, kondisi yang ia hadapi di sana jauh berbeda dari harapan awal.

Dalam perjalanannya, Tino menghadapi berbagai persoalan hingga masuk dalam kasus dugaan TPPO. Ia juga mengalami kekerasan selama bekerja. Kondisi tersebut membuat keluarga Tino mencari bantuan agar ia dapat segera kembali ke Indonesia.

INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Tino Bekerja sebagai Operator Server Judol

Selama berada di Kamboja, Tino menjalankan pekerjaan sebagai operator server judi online. Pemerintah Kabupaten Kebumen menyampaikan informasi tersebut ketika menjelaskan penanganan kasus yang menimpa warganya.

Pekerjaan tersebut kemudian membawa Tino ke situasi yang sulit. Ia membutuhkan pendampingan karena kasusnya berkaitan dengan dugaan perdagangan orang dan kondisi kerja yang membahayakan.

Baca Juga: 12.940 WNI Lapor ke KBRI Phnom Penh, 8.252 Orang Sudah Dipulangkan

Pemkab Kebumen Bantu Tino Pulang

Pemerintah Kabupaten Kebumen langsung mengambil langkah untuk membantu kepulangan Tino. Pemkab menjalin koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Tenaga Kerja, serta Kementerian Luar Negeri.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiket penerbangan untuk Tino. Pemerintah menjadwalkan kepulangannya ke Indonesia pada 20 September 2026. Namun, Tino masih harus menyelesaikan sejumlah proses administrasi sebelum berangkat.

Tino Sempat Mengalami Kekerasan di Kamboja

Selain menghadapi persoalan pekerjaan, Tino juga mengalami kekerasan selama berada di Kamboja. Pengalaman tersebut membuat kondisi yang ia hadapi semakin sulit dan mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih.

Keluarga Tino tentu berharap proses kepulangan berjalan lancar setelah ia melewati situasi sulit di luar negeri. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi agar proses administrasi segera selesai dan Tino dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Warga Perlu Cek Tawaran Kerja Sebelum Berangkat

Pemkab Kebumen mengingatkan masyarakat agar lebih teliti ketika menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. Masyarakat perlu mencermati tawaran yang menjanjikan penghasilan tinggi, terutama jika pihak pemberi kerja tidak memberikan informasi secara jelas.

Calon pekerja juga perlu mengecek identitas perusahaan, agen penyalur, jenis pekerjaan, serta jalur keberangkatan. Dinas Tenaga Kerja dapat membantu masyarakat mengecek informasi mengenai legalitas pekerjaan dan perusahaan penempatan pekerja migran.

Kasus Tino menunjukkan pentingnya persiapan sebelum mencari pekerjaan di luar negeri. Jangan hanya melihat nominal gaji atau janji pekerjaan. Pastikan seluruh informasi jelas sejak awal agar rencana mencari penghasilan tidak berubah menjadi persoalan yang mengancam keselamatan.