WNI Asal Tangerang Ditahan di Kamboja Karena Kasus Scam, Pemkab Turun Tangan
WNI asal Tangerang Muhamad Nikola Dewantara masih menjalani tahanan di Kamboja terkait dugaan jaringan scam dan mendapat perhatian Pemkab Tangerang.
Pemerintah Kabupaten Tangerang langsung mengambil langkah untuk membantu penanganan perkara tersebut. Pemkab berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan meminta dukungan kekonsuleran agar Nikola mendapat pendampingan selama menjalani proses hukum di Kamboja.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri. Tawaran melalui media sosial, terutama yang menjanjikan gaji besar dengan proses keberangkatan cepat, perlu mendapat perhatian sebelum seseorang mengambil keputusan.
Pemkab Tangerang Ikut Mengawal Kasus Nikola
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan Pemkab Tangerang terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk membantu Nikola. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang juga sudah mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait persoalan tersebut.
Intan berharap Kemlu RI dan perwakilan Indonesia di Kamboja segera menindaklanjuti kasus ini. Menurutnya, Nikola membutuhkan bantuan kekonsuleran serta pendampingan hukum agar dapat mengikuti proses hukum sesuai aturan yang berlaku di Kamboja.
| INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Berangkat ke Luar Negeri Lewat Tawaran Telegram
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana menjelaskan bahwa Nikola berangkat ke luar negeri pada April 2026. Ia meninggalkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan rute Malaysia, lalu menuju Vietnam sebelum melanjutkan perjalanan ke Kamboja.
Menurut keterangan orang tua Nikola, Indah Nurhayati, anaknya menerima tawaran pekerjaan melalui aplikasi Telegram. Perekrut menawarkan gaji besar sehingga Nikola tertarik mengikuti pekerjaan tersebut. Namun, ia berangkat tanpa melalui jalur penempatan pekerja luar negeri secara resmi.
Baca Juga: Thailand Tuding Kamboja “Playing Victim”, Soroti Sikapnya di Forum Internasional
Aparat Kamboja Menangkap Nikola Saat Operasi Scam
Sekitar satu bulan setelah mulai bekerja di Kamboja, Nikola menghadapi penangkapan bersama sejumlah pekerja lain. Aparat keamanan setempat menjalankan operasi terhadap dugaan jaringan penipuan daring yang berkaitan dengan lokasi tempat mereka bekerja.
Rudi mengatakan Nikola sampai sekarang masih menjalani penahanan di Kamboja. Aparat setempat menduga Nikola memegang posisi sebagai salah satu pimpinan di lokasi kerja yang mereka kaitkan dengan jaringan scam.
Proses hukum di Kamboja nantinya akan menentukan sejauh mana keterlibatan setiap orang dalam perkara tersebut. Karena itu, Nikola membutuhkan pendampingan hukum selama aparat setempat memeriksa kasusnya.
Tawaran Kerja Bergaji Besar Perlu Dicek Lebih Dulu
Pemkab Tangerang mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat menerima tawaran kerja dari luar negeri melalui media sosial. Tawaran dengan gaji tinggi, proses cepat, dan informasi perusahaan yang minim dapat membawa risiko bagi calon pekerja.
Calon pekerja sebaiknya memeriksa identitas perusahaan, jenis pekerjaan, alamat tempat kerja, dokumen keberangkatan, serta jalur penempatan sebelum menerima tawaran. Jangan hanya mengandalkan percakapan melalui aplikasi pesan karena perekrut bisa saja memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Masyarakat juga perlu memastikan seluruh proses keberangkatan mengikuti prosedur resmi. Langkah sederhana tersebut dapat membantu calon pekerja mengenali tawaran mencurigakan sejak awal.
Pemkab Dorong Kerja Sama dengan Aparat
Pemkab Tangerang juga mendorong kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menangani pihak yang terlibat dalam dugaan penipuan daring dan perekrutan tenaga kerja ilegal. Intan menyebut kepolisian dan kejaksaan akan menjadi bagian dari kolaborasi tersebut.
Rudi menjelaskan bahwa pihaknya menyusun berita acara kronologis keberangkatan Nikola pada 11 September 2026. Petugas menyusun dokumen tersebut berdasarkan keterangan Indah Nurhayati selaku orang tua Nikola.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian ketika seseorang menerima tawaran kerja dari luar negeri. Pemeriksaan perusahaan, jalur keberangkatan, dan dokumen pekerjaan sejak awal dapat membantu calon pekerja menghindari penipuan, perdagangan orang, serta persoalan hukum di negara tujuan.