Narkoba 1,3 Ton dalam Karung Beras Khmer Disita Indonesia, Kamboja Bantah Asal Barang

Silakan Share

Kasus 1,3 ton ketamin dalam karung beras bertulisan Khmer di Indonesia jadi sorotan, polisi Kamboja membantah narkoba tersebut berasal dari negaranya.

Narkoba 1,3 Ton dalam Karung Beras Khmer Disita Indonesia, Kamboja Bantah Asal Barang

Namun, kepolisian Kamboja membantah dugaan itu. Brigadir Jenderal Keu Sarat, Direktur Direktorat Pemberantasan Narkoba Kamboja, mengatakan hasil penyelidikan mereka menunjukkan bahwa narkoba tersebut berasal dari kawasan Segitiga Emas dan melewati Thailand sebelum menuju Indonesia.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Polisi Kamboja Bantah Narkoba Berasal dari Negaranya

Keu Sarat mengatakan timnya telah menelusuri informasi mengenai muatan narkoba tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa jaringan penyelundup membawa lebih dari 1,3 ton ketamin dari kawasan Segitiga Emas menuju Thailand.

Setelah mencapai Thailand, jaringan tersebut kemudian membawa muatan melalui jalur laut menuju Indonesia. Polisi Kamboja menilai jalur perjalanan itu tidak menunjukkan bahwa narkoba tersebut berasal dari wilayah Kamboja.

Keu Sarat juga menyoroti penggunaan karung beras bertulisan Khmer. Menurutnya, tulisan pada kemasan tidak otomatis membuktikan asal barang. Pelaku dapat memperoleh karung tersebut dari berbagai tempat, termasuk kawasan perbatasan Kamboja-Thailand.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap dugaan yang mengaitkan asal narkoba dengan Kamboja. Polisi Kamboja kini lebih fokus menelusuri jalur pengiriman dan jaringan yang mengatur perjalanan muatan tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Karung Beras Khmer Diduga Jadi Upaya Mengaburkan Jejak

Keu Sarat menduga pelaku sengaja memakai karung beras berbahasa Khmer untuk mengaburkan asal muatan. Pelaku kemungkinan membeli karung tersebut di kawasan perbatasan Kamboja-Thailand atau mencetaknya di Thailand.

Strategi tersebut dapat membuat orang langsung menghubungkan narkoba dengan Kamboja. Padahal, kemasan hanya menunjukkan tempat pelaku memperoleh atau membuat karung tersebut, bukan lokasi asal narkoba.

Polisi Kamboja bahkan menduga pelaku ingin mengalihkan kesalahan atau mencemarkan nama negaranya. Karena itu, aparat perlu melihat seluruh rangkaian perjalanan barang, mulai dari titik pengiriman hingga lokasi penyitaan.

Penelusuran seperti ini juga penting untuk mengetahui pihak yang mengatur pengiriman. Jaringan internasional biasanya melibatkan lebih dari satu wilayah sehingga aparat perlu mencocokkan informasi dari berbagai negara.

Baca Juga: Geger! Polisi Tangkap 14 Pengelola Judi Online Kamboja di Tangerang

Indonesia Ungkap Muatan Ketamin dari Kapal MV King Sun

Otoritas Indonesia mengungkap kasus tersebut setelah memantau pergerakan kapal MV King Sun. Aparat memperoleh informasi mengenai kapal itu sejak Februari dan kemudian melakukan pengawasan terhadap perjalanan menuju Indonesia.

Tim gabungan akhirnya menghentikan kapal tersebut di perairan utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau. Dari pemeriksaan, aparat menemukan sekitar 1,3 ton ketamin dalam muatan kapal. Angkatan Laut Indonesia kemudian memusnahkan 1.298 kilogram ketamin hasil penyitaan tersebut.

Pengungkapan itu menunjukkan pentingnya pemantauan jalur laut dalam menghadapi jaringan penyelundupan. Pelaku dapat memanfaatkan rute antarpulau dan antarnegara untuk menghindari pengawasan aparat.

Delapan Awak Kapal Masuk dalam Pemeriksaan

Dalam operasi tersebut, aparat Indonesia mengamankan delapan awak MV King Sun. Mereka terdiri dari tujuh warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan.

Penyidik kemudian memeriksa para awak untuk mengetahui peran masing-masing dalam perjalanan kapal. Aparat juga perlu mencari tahu pihak yang mengirim muatan, pihak yang menerima barang, serta orang yang mengatur perjalanan kapal.

Kasus ini memiliki dimensi lintas negara karena jalur pengiriman melibatkan kawasan Segitiga Emas, Thailand, dan Indonesia. Kondisi tersebut membuat pertukaran informasi antaraparat menjadi penting untuk membongkar jaringan hingga ke tingkat pengendali.

Selain memeriksa awak kapal, aparat juga dapat menelusuri komunikasi, dokumen perjalanan, rute kapal, serta hubungan para tersangka dengan jaringan lain. Langkah tersebut membantu penyidik menyusun gambaran lebih lengkap mengenai pola penyelundupan.

Nilai Muatan Capai Puluhan Juta Dolar

Besarnya jumlah ketamin membuat kasus ini mendapat perhatian luas. Laporan mengenai penyitaan tersebut menyebut nilai muatan mencapai puluhan hingga lebih dari seratus juta dolar AS, tergantung estimasi yang digunakan oleh sumber. Aparat Indonesia sendiri kemudian memusnahkan seluruh ketamin hasil pengungkapan tersebut.

Kasus tersebut juga memperlihatkan bagaimana jaringan penyelundup dapat menggunakan kemasan yang sengaja menampilkan identitas tertentu. Tulisan Khmer pada karung beras menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku dapat membuat petunjuk yang mengarahkan perhatian ke negara lain.

Karena itu, aparat perlu mengutamakan bukti mengenai asal muatan, jalur perjalanan, dan pihak yang mengendalikan pengiriman. Polisi Kamboja juga terus menelusuri informasi untuk memastikan tidak ada pihak yang menggunakan identitas negaranya sebagai kedok.

Pengungkapan kasus MV King Sun akhirnya menjadi pengingat bahwa perdagangan narkoba lintas negara membutuhkan kerja sama erat. Indonesia, Kamboja, Thailand, dan negara lain di kawasan perlu bertukar informasi agar aparat dapat memutus jalur penyelundupan sekaligus memburu jaringan yang berada di baliknya.