Geger Poipet! Razia Besar Bongkar 4 Lokasi, Aparat Temukan Puluhan Warga Asing
Operasi aparat Kamboja di Poipet, Banteay Meanchey, menjadi sorotan setelah tim gabungan memeriksa 4 lokasi dan menemukan puluhan warga asing.
Wakil Gubernur Provinsi Banteay Meanchey, Prak Pol, memimpin langsung koordinasi tim gabungan bersama sejumlah instansi terkait. Jaksa dari Kantor Kejaksaan Pengadilan Provinsi Banteay Meanchey juga ikut mengawasi proses pemeriksaan agar berjalan sesuai aturan.
Tim gabungan menyisir empat lokasi pada 25 Juli 2026. Dari rangkaian pemeriksaan itu, aparat mencatat sebanyak 33 warga asing yang berasal dari India, Tiongkok, dan Kamboja. Petugas juga membawa sejumlah perangkat elektronik untuk mendukung proses penyelidikan.
Aparat Sisir Empat Lokasi yang Jadi Perhatian di Poipet
Tim gabungan mendatangi empat lokasi berbeda di wilayah Kota Poipet. Aparat memeriksa setiap bangunan untuk mencari informasi mengenai aktivitas yang berlangsung di tempat tersebut.
Dua lokasi akhirnya mendapat penutupan sementara setelah petugas menemukan sejumlah barang yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kemudian mengumpulkan dokumen dan barang elektronik untuk memperkuat penyelidikan.
Pemerintah daerah Banteay Meanchey mengambil langkah ini sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas warga asing di kawasan perbatasan. Aparat ingin memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai hukum yang berlaku.
Poipet menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki aktivitas ekonomi tinggi dan menjadi jalur perlintasan antara Kamboja dan Thailand.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bangunan Empat Lantai Jadi Lokasi Pertama Razia
Lokasi pertama berada di Desa Kandol, Distrik Kandol, Kota Poipet. Bangunan empat lantai tersebut memiliki 16 ruangan yang kemudian diperiksa oleh tim gabungan.
Petugas menemukan 25 pria asal India serta enam perempuan di dalam bangunan tersebut. Setelah melakukan pengecekan awal, aparat tidak menemukan barang yang berkaitan dengan dugaan aktivitas penipuan berbasis teknologi.
Meski begitu, petugas tetap mencatat identitas seluruh warga asing yang berada di lokasi. Polisi ingin memastikan tujuan keberadaan mereka serta kelengkapan dokumen yang mereka miliki.
Tim gabungan melanjutkan pengumpulan informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lokasi tersebut.
Baca Juga:Â Terbongkar! Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja, Kemenhut Kejar Jaringan Internasional
Polisi Temukan Puluhan Perangkat Elektronik di Lokasi Lain
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi kedua yang berada di Desa Balay 2, Distrik Balay, Kota Poipet. Di rumah dua lantai tersebut, polisi menemukan tiga pria asal Tiongkok bersama sejumlah perangkat elektronik.
Aparat mencatat 14 ponsel dan 35 komputer all-in-one sebagai barang yang perlu diperiksa lebih lanjut. Polisi membawa tiga warga Tiongkok itu ke kantor polisi kota untuk memberikan keterangan.
Tim penyidik juga mengirim barang elektronik tersebut ke kantor polisi provinsi untuk analisis lebih mendalam.
Selain itu, polisi terus mencari informasi mengenai pemilik bangunan dan alasan penggunaan tempat tersebut.
Pada lokasi ketiga, tepatnya dua vila di Desa Balay 1, aparat menemukan lima pria Tiongkok dan satu pria Kamboja. Petugas juga mencatat 18 ponsel serta delapan komputer all-in-one dari lokasi tersebut.
Puluhan Warga Asing Jalani Klarifikasi Aparat
Dalam operasi tersebut, aparat mencatat total 33 warga asing yang berada di empat lokasi. Mereka terdiri dari warga India, Tiongkok, dan seorang warga Kamboja.
Polisi meminta beberapa warga asing memberikan keterangan untuk membantu proses penyelidikan. Aparat ingin mengetahui hubungan mereka dengan lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Lima warga Tiongkok dari lokasi ketiga kemudian menuju kantor polisi kota untuk menjalani pemeriksaan. Seorang warga Kamboja juga memberikan keterangan kepada petugas.
Polisi masih menghubungi berbagai pihak, termasuk pemilik properti, untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai aktivitas di setiap lokasi.
Poipet Kembali Jadi Sorotan Keamanan Perbatasan
Operasi terbaru ini membuat perhatian publik kembali tertuju kepada Poipet. Kawasan perbatasan tersebut memang memiliki aktivitas ekonomi yang padat karena menjadi jalur penghubung Kamboja dan Thailand.
Pemerintah Provinsi Banteay Meanchey terus memperkuat pengawasan agar wilayah tersebut tetap aman dan tertib. Aparat juga meningkatkan koordinasi untuk menangani berbagai laporan yang muncul di lapangan.
Hingga kini, polisi masih menjalankan proses penyelidikan terhadap barang bukti dan keterangan dari para saksi. Aparat belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai aktivitas yang berlangsung di empat lokasi tersebut.
Masyarakat menunggu hasil resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan kasus ini. Pemerintah Kamboja memastikan proses pemeriksaan tetap berjalan hingga seluruh informasi terkumpul.