Akhir Penantian 2 Bulan! Jenazah Rasdy Fauzi Dipulangkan dari Kamboja, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis

Silakan Share

Keluarga Rasdy Fauzi (39) di Jalan Nanas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, menyambut kepulangan jenazah dengan suasana penuh duka pada Selasa (30/6/2026).

Akhir Penantian 2 Bulan! Jenazah Rasdy Fauzi Dipulangkan dari Kamboja, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis

Setelah hampir dua bulan menunggu kepastian, keluarga akhirnya melihat langsung kedatangan jenazah Rasdy dari Kamboja. Tangis pecah ketika peti jenazah masuk ke area rumah duka.

Perjalanan panjang pemulangan ini membawa campuran rasa sedih dan lega bagi keluarga. Mereka akhirnya bisa membawa pulang Rasdy ke kampung halaman meski dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kedatangan Jenazah di Kualanamu Disambut Keluarga

Jenazah Rasdy tiba di Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas bandara langsung melakukan proses administrasi dan serah terima sebelum ambulans BP2MI membawa jenazah menuju Kota Binjai.

Keluarga menunggu kedatangan ambulans di rumah duka sejak pagi. Mereka terus memantau perjalanan hingga akhirnya kendaraan jenazah masuk ke halaman rumah. Saat peti jenazah turun, keluarga langsung menangis tanpa bisa menahan emosi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Suasana Rumah Duka Pecah Tangis

Ambulans tiba di rumah duka sekitar pukul 11.10 WIB. Begitu pintu kendaraan terbuka, keluarga langsung mendekat dan menyambut peti jenazah Rasdy dengan tangisan keras.

Istri almarhum, Kiki Tresia (30), berdiri paling dekat saat peti diturunkan. Ia menangis sambil memanggil nama suaminya untuk terakhir kali. Kerabat yang hadir ikut menangis dan mencoba menenangkan suasana, tetapi duka tetap terasa sangat kuat di seluruh rumah.

Keluarga kemudian membuka peti jenazah sesuai permintaan. Mereka melihat wajah Rasdy untuk terakhir kalinya sebelum proses pemakaman dimulai. Momen itu membuat banyak pelayat ikut menunduk dan meneteskan air mata.

Baca Juga: Terjebak TPPO Kamboja, Korban Bongkar Sisi Gelap Janji Gaji Besar yang Menjebak

Keluarga Jalani Proses Panjang Pemulangan

Kiki Tresia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pemulangan jenazah suaminya dari Kamboja. Ia menjelaskan bahwa keluarga menghadapi banyak proses administrasi lintas negara yang memakan waktu cukup lama.

Keluarga menghubungi berbagai pihak untuk mempercepat proses kepulangan. Mereka juga berkoordinasi dengan KBRI dan beberapa instansi terkait agar jenazah bisa segera kembali ke Indonesia.

Selama proses berlangsung, keluarga menanggung sebagian kebutuhan teknis dan biaya. Situasi itu membuat mereka harus berjuang ekstra sampai akhirnya jenazah Rasdy bisa tiba di tanah air setelah hampir dua bulan.

Doa Keluarga Iringi Kepergian Almarhum

Keluarga Rasdy menggelar doa bersama sejak kabar duka datang dari Kamboja. Mereka mengadakan doa pada hari ketiga dan hari ke-40 sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Keluarga juga menyiapkan doa 100 hari yang akan berlangsung pada Agustus 2026. Mereka berharap rangkaian doa tersebut bisa mengiringi perjalanan almarhum dengan tenang.

Warga sekitar ikut hadir memberikan dukungan moral kepada keluarga. Kehadiran mereka sedikit menguatkan keluarga yang masih terpukul dengan kepergian Rasdy.

Perjalanan Hidup Rasdy dan Keinginan yang Tertunda

Rasdy Fauzi berangkat ke Kamboja untuk mencari penghasilan yang lebih baik bagi keluarganya. Ia bekerja selama sekitar satu tahun tiga bulan sebelum kabar duka datang dari tempat tinggalnya di Poipet.

Keluarga menerima kabar bahwa Rasdy meninggal dunia di kamar kosnya. Informasi awal menyebutkan ia mengalami serangan jantung mendadak.

Setelah menerima kabar tersebut, keluarga langsung mengurus berbagai proses pemulangan bersama pihak terkait. Mereka terus berkoordinasi hingga jenazah berhasil kembali ke Indonesia dan tiba di Binjai.

Keluarga kemudian memakamkan Rasdy di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah mereka. Meski berat, mereka merasa lega karena akhirnya bisa membawa pulang dan mengantarkan Rasdy ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halaman.