Cak Imin Kasih Peringatan Keras soal Kerja ke Kamboja, Ada Apa?
Cak Imin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke Kamboja karena risiko eksploitasi pekerja migran Indonesia masih menjadi perhatian pemerintah.
Muhaimin menyampaikan peringatan itu saat bertemu ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Pendopo Bupati Cianjur, Selasa (4/8/2026). Ia meminta calon pekerja mencari informasi secara lengkap sebelum menentukan negara tujuan.
Cak Imin Soroti Risiko Eksploitasi Pekerja di Kamboja
Menurut Muhaimin, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke Kamboja. Ia mengaku sudah melihat langsung kondisi di negara tersebut dan menemukan persoalan yang perlu menjadi perhatian calon PMI.
Muhaimin menyebut eksploitasi menjadi salah satu risiko yang mengintai pekerja migran. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya melihat besarnya gaji atau iming-iming pekerjaan ketika menerima tawaran dari pihak tertentu.
Informasi mengenai perusahaan, jenis pekerjaan, kontrak, hingga jalur keberangkatan perlu diperiksa terlebih dahulu. Langkah sederhana tersebut dapat membantu calon pekerja menghindari tawaran yang berujung masalah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemerintah Minta Calon PMI Pilih Jalur Resmi
Muhaimin juga mendorong calon PMI menggunakan jalur penempatan resmi. Pemerintah ingin masyarakat mendapatkan perlindungan hukum sejak proses perekrutan hingga bekerja di negara tujuan.
Ia meminta pemerintah daerah ikut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi tidak hanya menyangkut peluang kerja, tetapi juga berbagai risiko yang muncul ketika seseorang berangkat melalui jalur ilegal.
Menurut Muhaimin, jalur ilegal dapat membuka peluang terjadinya penipuan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang atau TPPO. Karena itu, calon PMI perlu memastikan pihak yang menawarkan pekerjaan memiliki izin dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Baca Juga:Â Kamboja Siaga! 3 Siklon Mengancam, Peringatan Perjalanan Laut Resmi Dikeluarkan
SMK Go Global Jadi Jalan Baru Calon Pekerja
Pemerintah juga menyiapkan program SMK Go Global untuk memperluas peluang kerja bagi lulusan sekolah menengah kejuruan. Program tersebut bertujuan membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri internasional.
Muhaimin mengatakan pemerintah ingin lulusan SMK memiliki kompetensi yang cukup sebelum memasuki pasar kerja luar negeri. Dengan kemampuan yang sesuai, calon pekerja dapat menyasar sektor formal dan memperoleh peluang kerja yang lebih jelas.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing. Pemerintah berharap lulusan SMK tidak sekadar mencari pekerjaan di luar negeri, tetapi juga memilih tempat kerja yang memberikan perlindungan dan kepastian.
337 Calon PMI Cianjur Siap Berangkat
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin melepas dan memberikan pembekalan kepada 337 calon PMI asal Kabupaten Cianjur. Mereka akan bekerja di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan setelah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan.
Para calon PMI tersebut mengikuti pelatihan intensif di 12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan itu membantu mereka mempersiapkan keterampilan sebelum berangkat ke negara tujuan.
Pemerintah berharap proses pelatihan tersebut membuat calon pekerja lebih siap menghadapi lingkungan kerja baru. Mereka juga perlu memahami aturan, budaya, serta hak dan kewajiban selama berada di luar negeri.
Kerja ke Luar Negeri Harus Punya Bekal
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur Deni Widya Lesnana mengatakan pemberangkatan ratusan calon PMI itu menjadi bagian dari program SMK Go Global. Pemerintah daerah melihat program tersebut sebagai salah satu cara memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK.
Deni berharap program tersebut dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Cianjur. Peluang kerja di luar negeri bisa menjadi pilihan bagi masyarakat selama proses penempatan berjalan sesuai aturan.
Peringatan Muhaimin pada akhirnya mengingatkan calon pekerja agar tidak terburu-buru menerima tawaran kerja. Negara tujuan, perusahaan, jenis pekerjaan, besaran upah, serta jalur keberangkatan perlu diperiksa sebelum mengambil keputusan.
Bekerja di luar negeri memang menawarkan peluang baru. Namun, peluang tersebut harus berjalan bersama informasi yang jelas dan perlindungan yang memadai agar masyarakat tidak justru menjadi korban penipuan atau eksploitasi.