Pemilik Rumah di Poipet Bongkar Sarang Penipuan Online! 86 WNI Ditangkap, Ratusan Perangkat Disita
Tim gabungan Provinsi Banteay Meanchey kembali bergerak memberantas dugaan penipuan daring di wilayah Poipet, Kamboja. Operasi kali ini bermula setelah pemilik properti, Chea Sopan, melaporkan aktivitas mencurigakan yang terjadi di sejumlah tempat penyewaan.
Laporan tersebut membuat aparat melakukan inspeksi administratif mendadak di lima lokasi yang diduga menjadi tempat operasional jaringan penipuan online.
Dalam pemeriksaan itu, polisi menangkap 86 warga negara Indonesia (WNI), termasuk 15 perempuan, yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
Laporan Pemilik Properti Ungkap Aktivitas Mencurigakan di Poipet
Kasus ini bermula ketika Chea Sopan melihat adanya kegiatan tidak biasa di properti miliknya. Ia kemudian memilih melapor kepada pihak berwenang agar aparat dapat memeriksa kondisi sebenarnya di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan Provinsi Banteay Meanchey mendatangi lima tempat penyewaan di Poipet. Aparat mencurigai lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan penipuan daring yang melibatkan jaringan lintas negara.
Langkah cepat dari pemilik properti membantu polisi menemukan titik lokasi yang menjadi perhatian dalam penyelidikan. Kerja sama masyarakat dengan aparat menjadi salah satu faktor penting dalam pengungkapan kasus ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Tangkap 86 WNI dan Sita Ratusan Perangkat Elektronik

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 86 WNI yang berada di lokasi pemeriksaan. Sebanyak 15 perempuan juga ikut menjalani pemeriksaan bersama puluhan orang lainnya.
Aparat menemukan berbagai perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan online. Polisi mencatat sebanyak 349 ponsel, 63 laptop, satu iPad, serta sejumlah kartu SIM sebagai barang bukti.
Banyaknya perangkat komunikasi membuat aparat menduga kelompok tersebut menjalankan aktivitas secara terorganisasi. Polisi masih memeriksa peran masing-masing individu untuk mengetahui pola kerja jaringan tersebut.
Proses Hukum Berlanjut Setelah Penangkapan di Poipet
Usai operasi berlangsung, polisi membawa seluruh WNI yang tertangkap menuju pusat penahanan Kang Va. Mereka menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku.
Selain memeriksa para tersangka, aparat juga mengamankan berbagai barang bukti yang mereka temukan di lokasi. Polisi akan menggunakan hasil pemeriksaan tersebut untuk memperkuat penyelidikan terhadap dugaan jaringan penipuan daring.
Kasus ini masih berada dalam tahap pengembangan. Aparat terus mencari informasi tambahan untuk mengetahui apakah kelompok tersebut memiliki hubungan dengan jaringan lain di luar Kamboja.
Pemilik Properti Dapat Apresiasi Karena Bantu Polisi
Sikap pemilik properti dalam melaporkan aktivitas mencurigakan mendapat perhatian dari pihak berwenang. Polisi tidak menyegel lokasi tersebut karena Chea Sopan menunjukkan sikap kooperatif selama proses penyelidikan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Chea Sopan hanya perlu menandatangani surat pernyataan kesanggupan. Polisi menilai langkah tersebut menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam membantu mengungkap tindak kejahatan.
Kasus ini menjadi contoh bahwa pemilik tempat usaha atau properti dapat membantu aparat dengan melaporkan aktivitas yang terlihat mencurigakan.
Poipet Tingkatkan Pengawasan Kejahatan Siber Lintas Negara
Pemerintah dan aparat keamanan Kamboja terus memperketat pengawasan terhadap kejahatan berbasis internet, terutama di wilayah Poipet. Kawasan tersebut mendapat perhatian karena sering menjadi lokasi yang dimanfaatkan oleh kelompok kriminal lintas negara.
Polisi mengajak masyarakat dan pemilik properti untuk segera memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Langkah tersebut membantu aparat bergerak lebih cepat sebelum kegiatan ilegal berkembang semakin luas.
Penangkapan 86 WNI ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan penipuan online di Kamboja. Aparat masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut.