Geger Kamboja! 1.100 WNI Terjebak di Fasilitas Detensi, KBRI Akhirnya Bertindak

Silakan Share

Situasi sekitar 1.100 warga negara Indonesia (WNI) di fasilitas detensi Pemerintah Kamboja, Pochentong, Phnom Penh, menjadi perhatian serius.

Geger Kamboja! 1.100 WNI Terjebak di Fasilitas Detensi, KBRI Akhirnya Bertindak

KBRI Phnom Penh turun langsung memberikan bantuan kekonsuleran kepada para WNI setelah otoritas Kamboja menjalankan operasi penertiban.

Otoritas Kamboja menggelar operasi di sekitar KBRI Phnom Penh selama sebulan terakhir. Petugas mendata para WNI yang ikut dalam operasi tersebut karena mereka dianggap mengganggu ketertiban umum di wilayah tersebut.

KBRI Phnom Penh bersama Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI terus menangani proses pendataan. Tim KBRI juga membantu WNI yang kehilangan paspor dengan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

KBRI Bergerak Cepat Tangani Ribuan WNI di Pochentong

Tim KBRI Phnom Penh mendatangi fasilitas detensi untuk memastikan kondisi para WNI. Petugas melakukan pendataan dan memberikan informasi terkait proses kepulangan ke Indonesia.

KBRI meminta WNI yang sudah memiliki dokumen perjalanan segera membeli tiket pulang. Pemerintah Indonesia mendorong mereka meninggalkan Kamboja setelah mendapatkan persetujuan pembebasan denda overstay dari Pemerintah Kamboja.

Meski sebagian WNI sudah memiliki dokumen lengkap, masih ada yang memilih bertahan di Kamboja. Kondisi tersebut membuat pemerintah terus mengingatkan pentingnya segera kembali ke tanah air.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

WNI Diminta Jauhi Jaringan Penipuan Online Scam

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Phnom Penh Krishnajie mengingatkan WNI agar tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan tawaran kerja yang menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur jelas.

Menurut KBRI, sebagian kasus WNI di Kamboja berkaitan dengan jaringan penipuan daring atau online scam. Banyak warga terjebak setelah menerima tawaran pekerjaan yang terlihat menarik, tetapi ternyata membawa risiko hukum.

Pemerintah juga meminta WNI yang sudah pulang ke Indonesia agar tidak kembali ke Kamboja untuk bekerja dalam jaringan penipuan daring.

Baca Juga: Bikin Kaget! 60 WNI Terjaring Penggerebekan Sindikat Online Scam, Kemlu Buka Suara

Kamboja Perketat Operasi Terhadap Scam Center

Pemerintah Kamboja terus memperluas operasi terhadap lokasi yang diduga menjadi pusat penipuan daring atau scam center. Langkah tersebut membuat jumlah WNI yang meminta bantuan kepulangan semakin bertambah.

Data KBRI Phnom Penh mencatat sebanyak 12.207 WNI melapor dan meminta bantuan kepulangan sejak 1 Januari hingga 9 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, pemerintah sudah membantu 5.966 WNI kembali ke Indonesia.

KBRI masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu WNI lain yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.

Ratusan WNI Terdeteksi di Lokasi Lain

Selain sekitar 1.100 WNI di Pochentong, lebih dari 600 WNI juga mengikuti proses penanganan di beberapa fasilitas detensi lain.

Mereka berasal dari sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas scam center. Pemerintah Kamboja mencatat lokasi tersebut tersebar di Bati, Siem Reap, Phnom Penh, dan Sihanoukville.

Kondisi ini membuat KBRI Phnom Penh terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah Kamboja agar proses penyelesaian berjalan lebih cepat.

Pemerintah Dorong WNI Segera Kembali ke Tanah Air

KBRI Phnom Penh mengajak seluruh WNI yang sudah memiliki dokumen lengkap untuk segera pulang. Pemerintah menilai kepulangan menjadi langkah terbaik agar mereka tidak menghadapi persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.

Kasus ribuan WNI di fasilitas detensi Kamboja menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima tawaran kerja luar negeri.

Pemerintah Indonesia terus berupaya melindungi WNI melalui pendampingan, koordinasi diplomatik, dan kerja sama dengan otoritas Kamboja agar seluruh proses berjalan aman.