Terungkap Markas Judol di Hayam Wuruk Serupa dengan Myanmar-Kamboja

Silakan Share

Bareskrim Polri membongkar markas judi online berskala internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Terungkap Markas Judol di Hayam Wuruk Serupa dengan Myanmar-Kamboja

Pengungkapan ini langsung menarik perhatian karena jaringan tersebut melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) dan mengelola ratusan situs judi online dengan nilai transaksi yang sangat besar.

Penyelidikan polisi juga mengungkap fakta mengejutkan. Sindikat itu menjalankan pola operasional yang hampir sama dengan jaringan judi online di Myanmar dan Kamboja. Polisi menduga para pelaku memindahkan pusat aktivitas mereka ke Indonesia setelah aparat di beberapa negara Asia Tenggara memperketat pemberantasan judi online.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Laporan Warga Membuka Awal Pengungkapan Kasus

Kasus ini bermula ketika warga melaporkan aktivitas mencurigakan di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Mereka melihat banyak warga negara asing keluar masuk gedung tersebut hampir setiap hari sehingga memunculkan kecurigaan.

Tim Bareskrim Polri segera menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan tertutup. Polisi kemudian menemukan aktivitas operasional judi online lintas negara di lantai 20 dan 21 gedung tersebut.

Pada Mei 2026, polisi menggerebek lokasi dan mengamankan 321 warga negara asing. Setelah memeriksa seluruh orang yang mereka amankan, penyidik menetapkan 287 WNA sebagai tersangka. Para tersangka berasal dari China, Vietnam, Myanmar, Thailand, Laos, dan Malaysia.

Polisi juga menangkap empat warga negara Indonesia yang diduga membantu operasional jaringan tersebut. Saat ini penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan 35 WNA lainnya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Operasional Sindikat Mirip dengan Markas di Myanmar dan Kamboja

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa sindikat ini menerapkan sistem kerja yang hampir sama dengan markas judi online di Myanmar, Kamboja, dan Malaysia.

Para pelaku memanfaatkan gedung perkantoran sebagai pusat kegiatan mereka. Mereka membagi ratusan operator ke dalam beberapa tim, mulai dari customer service, admin situs, operator transaksi, hingga pengelola platform perjudian.

Menurut Wira, tekanan dari aparat di Myanmar dan Kamboja mendorong jaringan internasional mencari negara lain sebagai lokasi operasional baru. Karena alasan itulah, polisi menduga sindikat tersebut mulai mengalihkan aktivitasnya ke Indonesia.

Temuan ini memperlihatkan bahwa Indonesia menghadapi ancaman serius dari perpindahan jaringan judi online lintas negara.

Baca Juga: Kemenko Polkam Bergerak! Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Kamboja Berantas Online Scam

Ratusan Perangkat Elektronik Jadi Barang Bukti

Tim Bareskrim Polri menyita 594 telepon seluler, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, router, serta berbagai perangkat digital lainnya dari lokasi penggerebekan.

Tim digital forensik langsung memeriksa seluruh perangkat tersebut. Pemeriksaan itu menghasilkan berbagai dokumen digital yang memuat aktivitas operasional, daftar pengguna, hingga catatan transaksi keuangan sindikat.

Setiap anggota menjalankan tugas yang berbeda. Sebagian melayani pelanggan, sebagian mengelola situs, sedangkan anggota lain mengatur promosi, transaksi, dan kelancaran operasional platform judi online setiap hari.

145 Situs Judi Online Mengelola Deposit Rp13,9 Triliun

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin menjelaskan bahwa jaringan tersebut mengoperasikan lebih dari 145 situs judi online secara bergantian. Para pelaku sengaja mengganti nama situs agar pemerintah tidak mudah memblokir layanan mereka.

Mereka juga memakai server dan layanan hosting luar negeri untuk mendukung operasional jaringan. Analisis digital menunjukkan salah satu platform mencatat total deposit sekitar Rp13,9 triliun.

PPATK dan OJK kini menganalisis seluruh transaksi tersebut. Kedua lembaga itu membantu penyidik memastikan besaran dana sekaligus menelusuri pihak yang menerima keuntungan dari aktivitas perjudian online.

Keuntungan Rp1,69 Triliun Masih Terus Polisi Telusuri

Hasil digital forensik menunjukkan sindikat ini berhasil meraih keuntungan sekitar Rp1,69 triliun. Angka tersebut berasal dari salah satu platform yang polisi analisis setelah penggerebekan.

Tim Puslabfor juga menemukan dokumen Google Sheet yang merangkum seluruh aktivitas keuangan jaringan. Dokumen itu memperlihatkan arus deposit, perputaran dana, dan keuntungan yang para pelaku kumpulkan selama menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Para pelaku memanfaatkan rekening bank luar negeri untuk menerima deposit dan memproses transaksi perjudian. Mereka memilih cara itu agar aparat lebih sulit mengikuti jejak aliran uang lintas negara.

Bareskrim Polri terus bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri seluruh transaksi tersebut. Polisi juga terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap pelaku lain yang mungkin ikut berperan dalam jaringan internasional ini. Pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti bahwa aparat terus meningkatkan upaya pemberantasan judi online yang semakin terorganisasi dan melibatkan jaringan lintas negara.