Heboh! Warga Bantul Dijanjikan Kerja di Korea, Malah Jadi Korban TPPO di Kamboja

Silakan Share

Warga Bantul tertipu janji kerja di Korea, namun malah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

Dijanjikan Kerja di Korea, Malah Jadi Korban TPPO di Kamboja

Korban dipaksa bekerja di jaringan penipuan daring dengan kondisi memprihatinkan, dokumen disita, dan kebebasan dibatasi. Kasus ini menjadi peringatan bagi pencari kerja di luar negeri untuk selalu waspada terhadap tawaran mencurigakan.

Jangan lewatkan fakta mengejutkan yang sedang ramai diperbincangkan dan viral cuman ada di Berita Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Janji Kerja Korea Justru Terjebak di Kamboja

Warga Bantul, Yogyakarta, menjadi sorotan setelah mengalami nasib tragis lantaran tertipu tawaran kerja di luar negeri. Awalnya, korban dijanjikan kesempatan kerja di Korea Selatan dengan gaji tinggi dan prospek karier yang menjanjikan. Iklan lowongan tersebut tersebar melalui media sosial dan terlihat sangat meyakinkan.

Namun kenyataan di lapangan jauh berbeda. Setelah berangkat, para pekerja ternyata tidak dibawa ke Korea seperti yang dijanjikan. Sebaliknya, mereka dilarikan ke Kamboja dan dipekerjakan dalam kelompok yang menjalankan penipuan daring (online scam). Mereka dipaksa menjadi scammer di pusat penipuan digital yang tersebar di beberapa wilayah Kamboja.

Kasus semacam ini bukanlah kejadian tunggal. Polri mencatat puluhan hingga ratusan WNI yang ditarik ke Kamboja dengan cara serupa setelah tergiur janji gaji besar dan kondisi kerja yang nyaman. Banyak dari mereka yang sadar terlalu terlambat saat dokumen pribadi seperti paspor diambil dan mereka dilarang pulang.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Sindikat Tipu Pekerja Jadi Korban TPPO

Polisi Indonesia mengungkap modus paling umum dalam kasus ini adalah iming‑iming posisi kerja sebagai operator komputer, admin layanan, atau kerja lain yang terlihat sah. Para korban dijanjikan gaji puluhan juta rupiah per bulan serta fasilitas kerja dan akomodasi yang lengkap.

Begitu berada di lokasi, kenyataan pahit menunggu. Banyak korban dipaksa melakukan penipuan investasi online, judi daring, atau kerja sebagai scammer yang menipu target di berbagai negara. Ketika target pekerjaan tidak tercapai, mereka kerap mendapat sanksi fisik dan tekanan mental yang tinggi.

Perdagangan orang seperti ini telah banyak dilaporkan di Kamboja. Menurut data kepolisian, ratusan WNI sudah tercatat menjadi korban TPPO yang bekerja di jaringan scam online di negara itu.

Baca Juga: Al Haris Pusing! Biaya Pulang Korban Scam Kamboja Tiba-Tiba Naik

Perjuangan Korban dan Upaya Pemulangan

Perjuangan Korban dan Upaya Pemulangan

Beberapa korban yang berhasil lolos atau diselamatkan dari sindikat ini telah pulang ke Indonesia melalui upaya berbagai instansi. Misalnya, sembilan WNI yang menjadi korban TPPO di Kamboja berhasil dipulangkan melalui koordinasi antara Polri, KBRI Phnom Penh, dan Kementerian Luar Negeri RI.

Proses pemulangan korban tidak selalu mudah, karena pemerintah sering harus terlebih dahulu membuktikan status korban sebagai subjek TPPO, bukan sebagai pelaku kejahatan digital. Asesmen menyeluruh diperlukan untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan perlindungan hukum.

Para korban yang kembali sering kali mengalami trauma dan kesulitan reintegrasi. Banyak keluarga dan komunitas merasa perlu memberikan dukungan agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan normal setelah pengalaman menyakitkan tersebut.

TPPO Masih Mengancam, Warga Diminta Waspada

Kasus TPPO dengan modus tawaran kerja palsu bukan hanya terjadi pada warga Bantul saja, tetapi juga dialami oleh ratusan WNI dari berbagai daerah. Lembaga internasional memperkirakan bahwa ribuan pekerja asing telah tertipu dan bekerja dalam kondisi eksploitasi di pusat scam online di Kamboja, seringkali tanpa kebebasan keluar dari lokasi kerja mereka.

Pihak berwenang di Indonesia terus meningkatkan upaya pencegahan dengan mengedukasi publik tentang tanda‑tanda tawaran kerja palsu, termasuk meminta imbalan uang diawal, menawarkan gaji tidak realistis, atau tidak melalui jalur resmi migrasi tenaga kerja. Masyarakat diimbau terutama kaum muda yang mencari peluang kerja.

Tak hanya itu, keluarga dan calon pekerja juga dianjurkan untuk waspada terhadap tawaran di media sosial yang tidak jelas asal usulnya, karena banyak modus perekrutan menyamar sebagai perusahaan sah untuk memikat korban.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari jogja.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari jogja.tribunnews.com