RESTORASI Preah Vihear Bisa Butuh 30 TAHUN! Ini Penjelasan Ilmianya
Restorasi Preah Vihear diperkirakan bisa memakan waktu hingga 30 tahun, menurut penjelasan ilmiah tentang kompleksitas konservasinya.
Peristiwa baru di situs warisan dunia Preah Vihear di perbatasan Kamboja–Thailand membuat situs kuno yang berusia lebih dari 1.000 tahun ini kembali menjadi sorotan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pemulihan total Preah Vihear diperkirakan bisa memakan waktu hingga 30 tahun ke depan.
Berikut ini Situasi Terkini Kamboja akan fokus pada restorasi Preah Vihear, yang diperkirakan memerlukan waktu puluhan tahun.
Luka Lama di Situs Warisan Dunia
Preah Vihear merupakan candi Hindu abad ke‑11 yang dinyatakan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2008. Sejak dulu, situs di lereng kars mendakan di provinsi Preah Vihear ini menjadi simbol budaya dan kebanggaan nasional Kamboja.
Namun sejarah konflik perbatasan dengan Thailand meninggalkan bekas fisik yang sulit diabaikan di kawasan Preah Vihear. Kondisi terakhir memburuk setelah rangkaian bentrokan bersenjata di akhir 2025 dan awal 葚, yang menyebabkan guncangan dan ledakan dekat candi.
Kerusakan terdokumentasi dalam bentuk ratusan titik pecah dan retak di blok-blok batu pasir. Pejabat otoritas Preah Vihear menyebut angka sekitar 562 titik kerusakan di seluruh kompleks. Kondisi ini membuat sebagian struktur berada dalam risiko runtuh jika tidak segera diintervensi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kerusakan Dari Perang Hingga Bencana Baru
Setelah gencatan senjata pecah di akhir 2025, laporan lapangan menunjukkan puing-puing batu berserakan di kompleks candi. Beberapa fasade berupa relief batu pasir terlihat penuh bekas serpihan peluru dan ledakan, sehingga tidak hanya merusak estetika, tetapi juga struktur penopang.
Konservasi darurat menjadi fokus utama dalam beberapa bulan terakhir. Tim ahli arkeologi dan sipil memasang sistem penyangga sementara di area gopura dan dinding paling rapuh agar bangunan tidak runtuh sepenuhnya.
Selain kerusakan baru, struktur kuno Preah Vihear juga terus tergerus oleh faktor alam seperti perubahan iklim, genangan air, dan pertumbuhan vegetasi di celah batu. Kombinasi antara luka perang dan pelapukan alam ini menimbulkan tantangan teknis yang jauh lebih kompleks daripada proyek restorasi situs kuno biasa.
Baca Juga: Duka! PMI Asal Majalengka Meninggal di Kamboja, Pemkab Desak KBRI Bertindak Cepat
Restorasi Bertahap dan Keterlibatan Internasional
Konservasi Preah Vihear kini ditangani oleh National Authority for Preah Vihear (NAPV) dengan dukungan berbagai mitra internasional. China, misalnya, direncanakan bertanggung jawab untuk pelestarian gopura I, II, dan III, sedangkan India fokus pada gopura V.
Proyek restorasi dirancang bertahap dan jangka panjang. Untuk beberapa bagian tertentu, seperti tangga utara dan gopura, rencana awal menyebutkan waktu pemulihan sekitar 5–10 tahun, dengan anggaran total yang diperkirakan mencapai puluhan juta dolar.
Kerja teknis di lapangan mencakup pemeriksaan mikrostruktur batu, perekatan retakan dengan binder yang dapat ditarik ulang, dan pemasangan fondasi pendukung tanpa merusak material asli. Semua langkah ini perlu dikerjakan perlahan dan memerlukan konsultasi berkala dengan UNESCO dan komite internasional konservasi situs warisan.
Mengapa Prosesnya Bisa Capai 30 Tahun
Pihak berwenang dan ahli teknis memperkirakan bahwa restorasi dan pemeliharaan jangka panjang Preah Vihear bisa berlangsung 20 hingga 30 tahun. Hal ini bergantung pada kelanjutan dana, stabilitas keamanan, dan kesiapan teknologi.
Alasan utama lamanya waktu pemulihan adalah kerusakan yang sangat luas, keterbatasan dana, serta kebutuhan untuk bekerja secara sangat hati‑hati demi menjaga keaslian warisan budaya. Setiap blok batu yang terlepas harus dianalisis dan kembali disusun sedekat mungkin dengan kondisi historisnya.
Di sisi lain, keterbukaan sejarah konflik di sekitar situs mendorong keterlibatan aktor global, termasuk UNESCO dan negara donor. Hal ini untuk memastikan bahwa Preah Vihear tidak hanya kembali berdiri, tetapi juga dikelola sebagai simbol perdamaian dan keberlanjutan budaya lintas generasi.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Situasi Terkini Kamboja setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: cambodianess.com
Gambar Kedua dari: cambodianess.com