Kamboja Terapkan WFH untuk ASN, Bisa Hemat BBM Ratusan Ribu Liter!

Silakan Share

Pemerintah Kamboja memberlakukan kebijakan work from home (WFH) untuk ASN sebagai langkah efisiensi energi dan penghematan BBM.

Bisa Hemat BBM Ratusan Ribu Liter!

Dengan WFH dan konferensi video menggantikan perjalanan dinas, perkiraan penghematan bisa mencapai ratusan ribu liter bensin per bulan, terutama di kota besar seperti Phnom Penh. Kebijakan ini juga mengurangi kemacetan, polusi udara, serta beban subsidi BBM pemerintah.

Jangan lewatkan fakta mengejutkan yang sedang ramai diperbincangkan dan viral cuman ada di Berita Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

ASN Kamboja WFH, Hemat BBM dan Energi

Pemerintah Kamboja resmi memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diharapkan dapat membantu penghematan bahan bakar minyak (BBM) hingga ratusan ribu liter setiap bulannya.

Dilansir Khmer Times pada Senin, 2 April 2026, kebijakan ini merupakan respons terhadap krisis minyak global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Pemerintah menyerukan efisiensi energi sebagai upaya menekan dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap ekonomi nasional.

Selain pengurangan BBM, pemerintah juga meminta ASN untuk menghemat energi listrik dan bahan bakar lainnya selama bekerja. Setiap langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada efisiensi keseluruhan Kamboja serta mengurangi beban subsidi pemerintah.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Lonjakan Harga Bensin dan Dampaknya bagi Kamboja

Kamboja menghadapi salah satu kenaikan harga bahan bakar terparah di dunia, dengan harga bensin reguler meningkat hampir 68 persen akibat perang di Timur Tengah. Saat ini, harga bensin naik lebih dari 5.000 riel per liter.

Untuk meredam dampak terhadap masyarakat dan industri, pemerintah memberikan subsidi sebesar 6,5 sen per liter. Langkah ini diambil agar sektor ekonomi dan layanan publik tetap berjalan meski harga BBM melonjak tajam.

Kenaikan harga bahan bakar ini mendorong pemerintah memperketat penggunaan BBM dan mengurangi perjalanan dinas ASN. Kebijakan ini menjadi salah satu strategi utama untuk menekan konsumsi energi secara signifikan.

Baca Juga: Bikin Geger! Bos Judi Online Asal Kamboja Diciduk Bareskrim Di Tangerang

WFH dan Video Call Gantikan Perjalanan Dinas

WFH dan Video Call Gantikan Perjalanan Dinas

Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum mendorong ASN meminimalkan perjalanan dinas dan kunjungan lapangan. ASN dianjurkan melakukan WFH dan memanfaatkan online meeting sebagai pengganti pertemuan fisik.

“Untuk pertemuan di provinsi terpencil, partisipasi melalui konferensi video dianjurkan sebagai pengganti perjalanan fisik,” kata kementerian. Langkah ini tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga menurunkan risiko kemacetan dan konsumsi energi lainnya.

Pakar dari Institute for International Studies and Public Policy Kamboja, You Sovanriya, menilai kebijakan WFH sangat efektif. Ia menekankan bahwa kerja jarak jauh dapat mengurangi konsumsi BBM secara signifikan, khususnya di kota besar seperti Phnom Penh.

Perhitungan Penghematan BBM dari Kebijakan WFH

You Sovanriya menjelaskan, sebagian besar pekerja di Phnom Penh melakukan perjalanan harian menggunakan sepeda motor, mobil, atau transportasi umum. Sebuah studi menunjukkan sekitar 35,2 persen pekerja menggunakan sepeda motor, sementara sisanya memanfaatkan kendaraan bermotor lainnya.

Jika 100.000 pekerja kantoran di Phnom Penh bekerja jarak jauh dua hari per minggu, perkiraan penghematan mencapai 200 ribu hingga 300 ribu liter bensin per bulan. Angka ini menunjukkan dampak signifikan WFH terhadap konsumsi bahan bakar.

Selain itu, pengurangan perjalanan rutin juga berdampak pada penurunan polusi udara dan kemacetan kota. Kebijakan ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di kota-kota lain untuk meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan transportasi di Kamboja.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari Berita Indonesia Kamboja
  • Gambar Kedua dari news.detik.com