Viral! Kisah Pilu Varel, WNI Sumsel Terjerat Gaji Besar Dan Disiksa di Kamboja!

Silakan Share

Varel, WNI asal Sumatra Selatan, terjerat janji gaji besar di Kamboja, namun justru disiksa dan dipaksa bekerja di kantor penipuan daring.

Kisah Pilu Varel, WNI Sumsel Terjerat Gaji Besar & Disiksa di Kamboja!

Varel, WNI asal Sumatra Selatan, tergiur janji gaji besar hingga merantau ke Kamboja. Ia direkrut lewat Telegram untuk kerja di restoran, tetapi justru terjebak menjadi operator penipuan daring. Di sana, Varel mengaku disiksa, diancam, dan hidup dalam tekanan kerja berat yang merusak fisik dan mentalnya.

Berikut ini Situasi Terkini Kamboja akan mengungkap kisah pilu Varel, WNI Sumsel, yang terjerat janji gaji besar dan disiksa di kantor penipuan daring.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Tergiur Gaji Besar, Direkrut lewat Telegram

Varel menemukan lowongan kerja ke Kamboja melalui tautan di aplikasi Telegram. Pada iklan itu, ia dijanjikan gaji sekitar 800 dolar AS per bulan untuk pekerjaan di restoran. Angka ini sangat menggoda bagi Varel yang ingin menopang ekonomi keluarga di Sumsel.

Proses perekrutan terlihat rapi, sehingga Varel dan beberapa rekan satu daerah memutuskan berangkat. Mereka dibuatkan visa dan diantar melalui rute berlapis, tanpa melalui jalur resmi TKI. Semua terasa seperti kerja legal, padahal jaringan TPPO sudah menargetkan mereka sejak awal.

Sesampainya di Kamboja, Varel menyadari pekerjaan tidak sesuai janji. Tempat kerja ternyata bukan restoran, melainkan kantor besar dengan banyak komputer. Ia dan rekan WNI lainnya lalu dipaksa menjadi operator penipuan daring lewat telepon dan aplikasi chat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Dari Operator Telepon ke Tekanan dan Ancaman

Alih‑alih jadi pelayan, Varel justru menjadi operator penipuan yang harus menelepon dan mengirim chat ke calon korbannya. Mereka menggunakan skrip yang sudah disiapkan oleh pengelola kantor. Setiap hari ada target omzet, dan siapa yang gagal akan langsung ditekan.

Para pekerja diawasi ketat dan hanya diberi sedikit waktu istirahat. Mereka sering dimarahi, ditekan, dan diancam ketika tidak memenuhi target. Suasana kerja penuh ketakutan, sehingga banyak yang hanya menunduk dan bekerja tanpa berani mengeluh.

Varel juga mengaku pernah diancam bahwa jika kabur, akan “dibuat masalah” di Indonesia. Ketakutan atas keselamatan keluarga membuat sebagian besar merasa terjebak. Mereka mengikuti arahan pengawas demi menghindari ancaman dan tekanan lebih besar.

Baca Juga: Heboh! Polisi Bongkar 9 Fakta Warga Palembang Terlibat Penipuan di Kamboja!

Kisah Disiksa Hingga Kondisi Fisik dan Mental Varel

 Kisah Disiksa Hingga Kondisi Fisik dan Mental Varel

Varel mengungkap bahwa beberapa rekan kerja sempat disetrum atau dipukul ketika gagal mencapai target. Mereka dianggap barang dagangan yang harus menghasilkan uang bagi bos perusahaan. Tekanan ini menimbulkan rasa takut dan perasaan tidak punya masa depan.

Kondisi fisik Varel ikut terganggu akibat jam kerja panjang, makanan tidak teratur, dan tekanan psikologis. Ia sering pusing dan kehilangan konsentrasi, serta sulit tidur nyenyak. Kesehatan mentalnya semakin terganggu oleh ancaman dan rasa bersalah di tengah pekerjaan penipuan.

Dalam situasi mencekam, Varel dan beberapa rekan berusaha menyelamatkan diri. Mereka kabur ke tempat penampungan, lalu membuat video permohonan tolong yang kemudian viral. Video itu menjadi titik balik yang menarik perhatian pemerintah, KBRI, dan Polda Sumsel untuk memulangkan mereka.

Upaya Pelepasan Dari Jerat dan Pesan Berhati‑Hati

Setelah videonya viral, Pemprov Sumsel bergerak cepat menangani pemulangan Varel dan rekan‑rekan korban TPPO dari Kamboja. Mereka menerima pendampingan hukum dan layanan psikologis guna memulihkan kondisi setelah menjalani pengalaman menyakitkan. Pemprov menyebut kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat yang tergiur kerja luar negeri.

Polda Sumsel menelusuri jaringan recruiter yang merekrut Varel via aplikasi dan jalur ilegal. Penyelidikan dilakukan untuk menjerat jaringan di balik layar, termasuk pengelola kantor scam dan pihak yang terlibat di Indonesia. Kasus Varel dijadikan contoh nyata kejahatan TPPO yang berjalan lewat media sosial.

Kisah Varel menjadi peringatan bagi warga Indonesia yang tertarik bekerja di luar negeri. Masyarakat diminta waspada terhadap janji gaji besar yang hanya menyebar di media sosial dan tanpa jalur resmi. Pemprov dan BP3MI mengimbau untuk memakai migrasi legal, pendaftaran E‑PMI, dan konsultasi di posko bantuan agar tidak terjebak seperti Varel di Kamboja.

Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Situasi Terkini Kamboja setiap harinya.


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari: paltv.disway.id
Gambar Kedua dari: paltv.disway.id