Viral di Kamboja! Festival “Pring Ka-Ek” Sukses Curi Perhatian Wisatawan
Festival budaya tahunan “Pring Ka-Ek” kembali digelar meriah di Kamboja dan sukses menarik perhatian masyarakat hingga wisatawan mancanegara.
Tradisi yang berlangsung di wilayah pinggiran Phnom Penh ini dikenal penuh warna dengan parade kostum unik, ritual adat, hingga pertunjukan tradisional yang sarat makna spiritual. Festival tersebut menjadi simbol kuat pelestarian budaya masyarakat desa di tengah modernisasi. Berikut ini Berita Terkini Kamboja akan mengulas kemeriahan Festival Budaya “Pring Ka-Ek” yang viral dan mencuri perhatian wisatawan dunia.
Tradisi Kuno Yang Terus Dilestarikan
Festival “Pring Ka-Ek” merupakan ritual budaya turun-temurun yang telah berlangsung selama ratusan tahun di Desa Boeung, dekat Phnom Penh, Kamboja. Masyarakat mempercayai tradisi ini sebagai cara mereka menghormati roh penjaga desa sekaligus memohon keberuntungan dan hujan menjelang musim tanam padi.
Pada Kamis, 21 Mei 2026, ratusan warga kembali berkumpul mengikuti prosesi budaya tersebut sejak pagi hari. Mereka mengenakan kostum tradisional, mengecat wajah menyerupai tokoh legenda, hingga memakai topeng menyeramkan untuk mengusir roh jahat dari desa.
Tradisi ini awalnya merupakan ritual keagamaan sederhana. Namun, seiring waktu, “Pring Ka-Ek” berkembang menjadi festival budaya tahunan yang turut menarik perhatian wisatawan lokal maupun asing. Meski semakin populer, warga setempat tetap menjaga nilai spiritual dan adat dalam setiap prosesi festival.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Parade Budaya Jadi Daya Tarik Utama
Kemunculan peserta dengan riasan wajah unik menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam festival tersebut. Warga mengecat tubuh dan wajah mereka dengan motif khas yang terinspirasi dari cerita rakyat, roh penjaga, hingga tokoh mitologi Kamboja.
Pada 19 Mei 2018, festival serupa juga sempat menarik perhatian media internasional. Saat itu, peserta berkostum menyeramkan memenuhi parade budaya “Pring Ka-Ek” sambil berjalan mengelilingi desa membawa persembahan dan alat musik tradisional.
Selain parade, warga juga menggelar pertunjukan tari tradisional dan iringan musik khas Kamboja. Suasana semakin meriah ketika masyarakat berbondong-bondong memadati jalan desa untuk menyaksikan prosesi budaya yang berlangsung hanya sekali dalam setahun tersebut.
Baca Juga: KBRI Phnom Penh Bergerak, Indonesia Siap Pimpin Komunitas Lada Dunia 2026
Ritual Memohon Hujan dan Keberuntungan
Masyarakat Kamboja biasanya menggelar Festival “Pring Ka-Ek” bertepatan dengan awal musim hujan. Masyarakat percaya ritual tersebut dapat membawa hujan yang cukup untuk mendukung musim tanam padi serta memberikan kesejahteraan bagi warga desa.
Dalam prosesi ritual, warga membawa berbagai persembahan seperti buah-buahan, makanan, dupa, hingga minuman untuk ditempatkan di kuil roh penjaga desa. Mereka kemudian memanjatkan doa bersama agar Tuhan menjauhkan desa dari penyakit dan bencana.
Pada 11 Juni 2024, media internasional Xinhua melaporkan bahwa warga Desa Boeung tetap mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Prosesi budaya itu juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga di tengah perubahan zaman.
Jadi Magnet Wisata Budaya Kamboja
Festival “Pring Ka-Ek” kini berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kamboja. Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung keunikan kostum, ritual adat, hingga suasana tradisional yang jarang mereka temukan di kota besar modern.
Popularitas festival meningkat pesat setelah berbagai foto dan video prosesi budaya tersebar di media sosial. Banyak warganet mengaku kagum dengan kreativitas warga desa dalam mempertahankan tradisi leluhur melalui pertunjukan budaya yang unik dan autentik.
Meski telah menjadi sorotan wisatawan, masyarakat Desa Boeung tetap berupaya menjaga nilai asli festival tersebut. Warga berharap generasi muda terus melestarikan tradisi “Pring Ka-Ek” agar budaya lokal Kamboja tetap hidup dan dikenal dunia internasional.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Berita Terkini Kamboja setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: infoindokamboja.com
Gambar Kedua dari: kumparan.com