Terbongkar! 20 Orang Ditangkap di Phnom Penh, Warga Amerika Jadi Target Penipuan
Kasus penipuan daring kembali menjadi sorotan setelah aparat Kamboja menangkap 20 warga negara asing di Phnom Penh.
Penggerebekan ini mengungkap dugaan operasi penipuan yang memanfaatkan teknologi untuk menjaring korban lintas negara.
Ikuti Berita Terbaru Bersama Berita Terkini Indonesia Kamboja!
Penggerebekan Besar di Phnom Penh
Aparat Kamboja menggelar operasi pada malam 1 April 2026 di Distrik Sen Sok, Phnom Penh. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap 20 orang yang diduga menjalankan penipuan daring.
Kelompok itu terdiri dari 19 warga negara China dan satu warga negara Kirgizstan.
Petugas gabungan menggerebek lokasi yang mereka curigai sebagai pusat operasional penipuan siber.
| INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ribuan Perangkat Elektronik Jadi Barang Bukti
Dalam penggerebekan di Phnom Penh, petugas menyita 846 ponsel, 51 unit CPU, 54 monitor, serta sejumlah kartu SIM internasional. Temuan ini memperkuat penyelidikan terhadap dugaan aktivitas penipuan daring.
Selain itu, petugas juga menemukan komputer tambahan di sebuah tempat penyimpanan yang berdekatan dengan lokasi utama penggerebekan.
Selanjutnya, penyidik akan memeriksa seluruh perangkat tersebut untuk menelusuri modus penipuan daring. Dengan demikian, bukti digital ini diharapkan dapat membantu aparat mengungkap peran setiap tersangka dalam menjalankan operasi mereka.
Baca Juga:Â Polisi Tangkap 3 Warga Tiongkok Terkait Dugaan Kasus Narkoba, Sejumlah Barang Bukti Disita!
Warga Amerika Menjadi Sasaran
Hasil pemeriksaan awal terhadap perangkat elektronik menunjukkan dugaan penipuan investasi daring yang menyasar korban di Amerika Serikat, Jerman, dan sejumlah negara Eropa.
Modus tersebut memanfaatkan penawaran investasi palsu untuk memperdaya calon korban.
Namun, aparat masih perlu mendalami bukti dan peran masing-masing tersangka sebelum proses hukum berlanjut.
Aparat Lanjutkan Proses Hukum
Usai penggerebekan, petugas membawa seluruh tersangka dan barang bukti ke Kepolisian Kota Phnom Penh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selanjutnya, penyidik memeriksa bukti digital guna mengungkap modus operandi sekaligus mengidentifikasi peran setiap tersangka dalam dugaan penipuan tersebut.
Oleh karena itu, kerja sama antarnegara sangat penting untuk melacak pelaku dan melindungi masyarakat dari ancaman penipuan daring.
Kesimpulan
Penangkapan 20 orang di Phnom Penh menjadi langkah aparat Kamboja dalam menangani dugaan penipuan daring lintas negara.
Masyarakat perlu mewaspadai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar tanpa informasi dan bukti yang jelas. Yuk, kunjungi BERITA TERKINI INDONESIA KAMBOJA dan ikuti terus perkembangan informasi terkini agar tidak ketinggalan kabar terbaru dari kedua negara!