Ta Prohm Tonle Bati, Jejak Kejayaan Khmer Yang Menyatu Dengan Iman Dan Batu

Silakan Share

Ta Prohm Tonle Bati merupakan situs bersejarah peninggalan Khmer yang memadukan unsur keagamaan, arsitektur, dan alam dalam satu kawasan.

Ta Prohm Tonle Bati, Jejak Kejayaan Khmer Yang Menyatu Dengan Iman Dan Batu

Di kawasan Tonle Bati, selatan Phnom Penh, berdiri Ta Prohm Tonle Bati, kuil kuno peninggalan Kekaisaran Khmer yang menyimpan sejarah panjang Buddha Mahayana dan arsitektur khas Khmer. Dibangun pada akhir abad ke-12 hingga awal abad ke-13, situs ini menjadi simbol perpaduan spiritualitas, kekuasaan, dan seni ukir batu yang bertahan hingga kini.

Berikut ini Berita Terkini Kamboja akan mengulas pembahasan Ta Prohm Tonle Bati, jejak kejayaan Khmer yang menyatu dengan iman dan batu secara mendalam.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Jejak Awal Ta Prohm di Tanah Tonle Bati

Ta Prohm Tonle Bati dibangun pada masa pemerintahan Raja Jayavarman VII, penguasa besar Khmer yang naik takhta pada tahun 1181 Masehi. Sang raja dikenal luas karena membangun berbagai kuil Buddha Mahayana setelah berhasil mengalahkan bangsa Cham. Ta Prohm menjadi bagian dari proyek besar kerajaan untuk memperkuat pengaruh spiritual dan politik Khmer.

Pembangunan kuil ini diperkirakan berlangsung pada akhir abad ke-12 dan berlanjut hingga awal abad ke-13. Berbeda dengan Ta Prohm terkenal di Angkor, situs di Tonle Bati memiliki suasana yang lebih tenang dan intim. Meski ukurannya lebih kecil, detail relief dan kondisi bangunannya masih terawat dengan baik hingga sekarang.

Lokasinya berada sekitar 30 kilometer di selatan Phnom Penh, Provinsi Takeo. Kawasan ini sejak lama menjadi wilayah penting karena berada di jalur penghubung antara pusat kekuasaan Khmer dengan wilayah selatan Kamboja. Bahkan, wilayah Takeo dipercaya memiliki hubungan erat dengan peradaban Funan yang berkembang jauh sebelum era Angkor.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Simbol Keagamaan dan Pusat Pembelajaran

Raja Jayavarman VII membangun Ta Prohm sebagai kuil Buddha Mahayana dan pusat pendidikan keagamaan. Dalam sejarah Khmer, masyarakat mengenal Jayavarman VII sebagai raja yang sangat mendukung penyebaran ajaran Buddha. Ia mendirikan banyak bangunan religius sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dan para prajurit kerajaan.

Pada tahun 1186 Masehi, Ta Prohm didedikasikan sebagai tempat suci kerajaan. Patung utama di dalamnya melambangkan Prajnaparamita, simbol kebijaksanaan dalam Buddha Mahayana. Masyarakat memercayai bahwa pemahat membuat patung tersebut menyerupai ibu Raja Jayavarman VII untuk menghormati beliau secara spiritual.

Selain menjadi tempat ibadah, kompleks ini juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan aktivitas intelektual. Penelitian sejarah menunjukkan bahwa Ta Prohm kemungkinan menjadi salah satu institusi pendidikan terbesar pada masanya. Relief pada dinding kuil menggambarkan kehidupan masyarakat, aktivitas religius, hingga kisah-kisah ajaran Buddha.

Baca Juga: Kamboja Murka! Thailand Dituding Nekat ‘Serobot’ Kuil Suci di Perbatasan

Perubahan Agama dan Warisan Yang Bertahan

 Perubahan Agama dan Warisan Yang Bertahan

Memasuki abad ke-13, terjadi perubahan besar dalam kepercayaan kerajaan Khmer. Pengaruh Hindu kembali menguat setelah masa kejayaan Buddha Mahayana meredup. Kerajaan kemudian mengubah atau menghapus banyak relief Buddha di Ta Prohm untuk menyesuaikan situs tersebut dengan keyakinan baru mereka saat itu.

Perubahan tersebut terlihat jelas pada sejumlah ukiran yang mengalami modifikasi. Para pengikut Hindu mengubah beberapa patung Buddha menjadi simbol agama mereka, seperti Siwa Lingga. Meski demikian, sebagian besar struktur asli kuil tetap bertahan dan menjadi bukti nyata dinamika spiritual masyarakat Khmer kuno.

Menariknya, masyarakat terus menggunakan kawasan Ta Prohm hingga berabad-abad kemudian. Sejumlah bagian kuil bahkan mengalami renovasi pada abad ke-16. Di sekitar kompleks juga berdiri pagoda Buddha modern yang menunjukkan kesinambungan tradisi spiritual masyarakat Kamboja dari masa ke masa.

Pesona Arsitektur dan Nilai Budaya Masa Kini

Para pekerja membangun Ta Prohm Tonle Bati menggunakan batu laterit dan batu pasir, serta menerapkan gaya arsitektur Bayon yang khas dari era Jayavarman VII. Relief ukiran pada dinding kuil memperlihatkan kualitas seni tinggi masyarakat Khmer pada masa itu. Beberapa pahatan masih terlihat jelas meski telah berusia lebih dari 800 tahun.

Di sekitar kuil terdapat danau Tonle Bati yang kini menjadi lokasi wisata populer masyarakat lokal. Banyak warga Phnom Penh datang untuk menikmati suasana tenang, memancing, atau sekadar bersantai di tepi danau. Kehadiran kuil kuno di dekat kawasan wisata alam menciptakan perpaduan unik antara sejarah dan kehidupan modern.

Saat ini, Ta Prohm Tonle Bati menjadi pengingat bahwa kejayaan Khmer tidak hanya hidup di Angkor. Di tempat inilah sejarah, keyakinan, dan arsitektur batu bertemu dalam harmoni yang tetap bertahan melawan waktu. Keberadaannya membuktikan bahwa warisan budaya Kamboja memiliki lapisan sejarah yang jauh lebih luas dan mendalam.

Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar  setiap harinya.


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari: cambodianess.com
Gambar Kedua dari: cambodianess.com