KBRI Phnom Penh Dampingi 550 WNI yang Terjaring Operasi Judi Daring di Kamboja

Silakan Share

Sebanyak 550 WNI terjaring operasi judi daring di Poipet, Kamboja dan kini mendapat pendampingan KBRI Phnom Penh selama menjalani proses penanganan.

KBRI Phnom Penh Dampingi 550 WNI yang Terjaring Operasi Judi Daring di Kamboja

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mendatangi para Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) yang kini berada di Detensi Sementara Kong Va, Kota Serei Saophoan, Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja. Kunjungan berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kehadiran KBRI bukan sekadar untuk melihat kondisi para WNI. Petugas juga memberikan layanan kekonsuleran sekaligus memastikan proses pendataan berjalan dengan baik sambil menunggu langkah berikutnya dari otoritas Kamboja.

Shotsgoals nonton gratis NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

550 WNI Terjaring Operasi di Poipet

Sebanyak 550 WNIB masuk dalam penanganan setelah kepolisian Kamboja menjalankan operasi pemberantasan penipuan dan judi daring pada 4 Oktober 2026.

Petugas melakukan operasi di Gedung One Avenue yang berada di Desa Samaki Meanchey, Komune O’Chrov, Kota Poipet, Provinsi Banteay Meanchey. Operasi tersebut menjadi perhatian karena jumlah WNI yang ikut terjaring mencapai ratusan orang.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut jumlah itu sebagai penangkapan WNI terbesar dalam satu operasi kepolisian di Kamboja. Catatan sebelumnya terjadi pada Agustus 2024 di Sihanoukville dengan jumlah 330 WNI.

Angka terbaru tersebut menunjukkan besarnya skala operasi yang berlangsung di kawasan Poipet. Karena itu, proses pendataan dan penanganan membutuhkan koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas setempat.

INDOKAMBOJA hadir di Channel Telegram, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

KBRI Pastikan Kondisi WNI

Saat mengunjungi lokasi detensi, KBRI Phnom Penh memastikan kondisi para WNIB secara umum dalam keadaan baik. Petugas juga mengingatkan mereka untuk menjaga ketertiban selama berada dalam penanganan otoritas Kamboja.

KBRI meminta para WNI mengikuti arahan petugas agar proses pendataan dapat berjalan lancar. WNI yang masih memegang paspor sendiri juga diminta menyerahkan dokumen tersebut kepada petugas.

Paspor menjadi bagian penting dalam proses administrasi. Dengan dokumen yang terkumpul, petugas dapat melakukan pendataan dan membantu mempersiapkan proses lanjutan bagi para WNI.

KBRI juga tetap membuka akses layanan kekonsuleran sesuai ketentuan yang berlaku. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan hak-hak kekonsuleran WNI tetap mendapat perhatian.

Baca Juga: Poipet Kembali Memanas! Bus Berdatangan, 587 Orang Sebelumnya Dibawa

Ada Komitmen Percepat Pemindahan

Dalam pertemuan bersama perwakilan KBRI Phnom Penh, Wakil Gubernur Provinsi Banteay Meanchey Hill Raya dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banteay Meanchey Brigadir Jenderal Ly Hour menyampaikan komitmen untuk mempercepat pemindahan para WNIB.

Pemerintah daerah dan kepolisian setempat mendorong agar para WNI dapat segera dipindahkan ke Phnom Penh. Setelah proses tersebut berjalan, pemerintah berharap tahapan deportasi menuju Indonesia juga dapat berlangsung sesuai prosedur.

KUAI KBRI Phnom Penh Krishnajie Partadireja menyampaikan apresiasi kepada otoritas Banteay Meanchey atas kerja sama dalam menangani para WNI tersebut.

Ia berharap proses pemindahan dan deportasi berjalan sesegera mungkin tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku. KBRI juga menyatakan kesiapan untuk membantu kelancaran tahapan tersebut.

KBRI Ingatkan WNI Tidak Tergiur Pekerjaan

Kasus ini kembali menjadi peringatan bagi WNI yang berada di Kamboja agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan.

Krishnajie mengimbau WNI agar tidak terlibat dalam kegiatan ilegal, termasuk penipuan dan judi daring. Ia juga meminta masyarakat Indonesia tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang memberikan janji penghasilan besar tanpa penjelasan yang jelas.

“Jangan tergiur pekerjaan yang tidak jelas, apalagi yang berpotensi melanggar hukum,” tegas Krishnajie.

Imbauan tersebut penting karena sebagian WNI datang ke luar negeri dengan tujuan mencari pekerjaan. Tawaran yang terlihat menarik bisa berubah menjadi persoalan hukum apabila pekerjaan tersebut ternyata berkaitan dengan aktivitas ilegal.

Pendampingan Terus Berjalan

KBRI Phnom Penh memastikan pendampingan terhadap 550 WNI akan terus berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah Indonesia juga akan berkoordinasi dengan otoritas Kamboja selama proses penanganan berlangsung.

Pendampingan kekonsuleran menjadi bagian penting dalam situasi seperti ini. Selain memastikan kondisi WNI, KBRI perlu mengikuti perkembangan administrasi dan proses pemindahan hingga deportasi.

Kasus 550 WNI tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih teliti sebelum menerima pekerjaan di luar negeri. Informasi mengenai perusahaan, jenis pekerjaan, lokasi kerja, serta status legalitas menjadi hal yang perlu diperiksa sejak awal.

Dengan koordinasi antara KBRI dan otoritas Kamboja, pemerintah berharap proses penanganan dapat berlangsung tertib. Para WNI juga diharapkan mengikuti seluruh arahan petugas hingga proses mereka selesai.