Kamboja Tetap Gencar Operasi Scam Meski Deadline April Lewat, Ini Faktanya!
Pemerintah Kamboja menegaskan bahwa operasi pemberantasan scam online tidak berhenti meski batas waktu April yang sempat ramai dibicarakan sudah lewat.
Otoritas menyebut kampanye ini akan terus berlanjut sampai pusat-pusat penipuan benar-benar hilang dari wilayah Kamboja. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan pemberantasan dilakukan sampai tuntas, bukan sekadar mengejar tenggat waktu.
Berikut ini Berita Terkini KambojaĀ akan mengulas operasi pemberantasan scam yang tetap digencarkan meski tenggat April telah lewat.
Sikap Pemerintah
Juru bicara pemerintah Pen Bona menolak anggapan bahwa ada tenggat final pada April untuk mengakhiri operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menetapkan bulan itu sebagai batas akhir pemberantasan scam online. Menurutnya, isu tenggat itu muncul karena adanya salah tafsir terhadap kebijakan yang sebenarnya lebih panjang.
Menurut Bona, arahan Perdana Menteri Hun Manet jelas: kampanye harus terus berjalan sampai tidak ada lagi aktivitas penipuan. Ia juga menyebut narasi bahwa operasi akan selesai pada April sebagai rumor yang sudah diklarifikasi pemerintah. Penegasan ini sekaligus dimaksudkan untuk meluruskan persepsi publik agar tidak salah memahami arah kebijakan.
Pernyataan ini muncul setelah publik menafsirkan sejumlah komentar pejabat sebagai tanda bahwa operasi besar-besaran akan dihentikan. Namun, penegasan terbaru menunjukkan bahwa pemerintah justru tetap ingin menekan jaringan kejahatan siber secara konsisten. Dengan begitu, operasi anti-scam dipastikan tetap menjadi prioritas utama.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Koreksi Soal Tenggat
Hun Manet sempat membicarakan penindakan terhadap scam online dalam forum bisnis ASEAN, tetapi banyak pihak kemudian salah memahami pernyataannya. Pemerintah menekankan bahwa mereka tidak bermaksud melakukan operasi singkat, melainkan kampanye jangka panjang. Karena itu, publik seharusnya tidak membaca tenggat April sebagai akhir dari seluruh upaya penegakan.
Pemerintah juga menilai pemberitaan soal tenggat April terlalu menyederhanakan kebijakan yang sebenarnya kompleks. Dalam pandangan mereka, aparat tidak bisa menghentikan operasi anti-scam hanya karena satu bulan menjadi simbol batas waktu. Pemerintah memberikan penjelasan ini agar publik memahami bahwa mereka masih menjalankan kebijakan tersebut secara bertahap.
Penjelasan ini penting karena Kamboja sedang berupaya menunjukkan keseriusan di mata publik domestik dan internasional. Jika aparat menghentikan operasi terlalu cepat, banyak pihak khawatir jaringan scam akan kembali muncul di lokasi lain dengan pola yang sama. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memastikan tekanan terhadap sindikat tetap kuat.
Baca Juga:Ā Razia Anti-Scam di Poipet, Puluhan Orang Diamankan Polisi Kamboja!
Razia Terus Berjalan
Aparat telah melancarkan sejumlah operasi besar di Provinsi Banteay Meanchey, terutama di kawasan Poipet. Pada 29 April, petugas menahan lebih dari 3.000 warga asing di Baolong 3, sementara pada 3 Mei mereka juga mengamankan sedikitnya 150 warga Indonesia dalam penggerebekan di Poipet. Fakta ini menunjukkan bahwa otoritas melakukan razia secara intensif di titik-titik yang mereka curigai.
Sejak 12 Maret, aparat telah menahan lebih dari 4.000 orang, yang sebagian besar merupakan warga Tiongkok, di 11 lokasi di Banteay Meanchey. Angka ini menunjukkan skala operasi yang cukup besar dan menandakan adanya jaringan yang tersebar di banyak titik. Aparat pun harus bekerja lintas wilayah untuk memutus rantai aktivitas ilegal tersebut.
Dalam beberapa penggerebekan, polisi bahkan melepaskan tembakan peringatan ke udara saat sejumlah orang mencoba kabur. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa pembubaran scam center sering berlangsung tegang dan memerlukan pengerahan aparat dalam jumlah besar. Kondisi lapangan pun kerap berubah cepat sehingga aparat harus melakukan penindakan dengan sangat hati-hati.
Dampak Lebih Luas
Dunia internasional sudah lama menyoroti Kamboja sebagai salah satu pusat operasi scam online di Asia Tenggara. Karena itu, banyak pihak memandang langkah pemerintah untuk terus melakukan āclean upā sebagai upaya meredam tekanan global sekaligus menertibkan wilayah yang rawan jaringan kriminal manfaatkan. Pemerintah pun mempertaruhkan citra negara dalam operasi ini.
Pemerintah juga telah memberlakukan undang-undang baru tentang pemberantasan scam online pada awal April. Aturan ini memberi dasar hukum yang lebih tegas untuk menindak pelaku, pengelola lokasi, dan pihak-pihak yang mendukung operasi penipuan. Dengan payung hukum tersebut, pemerintah berharap proses penegakan hukum menjadi lebih kuat dan terarah.
Meski aparat telah menahan banyak orang, tantangan terbesar tetap ada pada keberlanjutan penegakan hukum. Selama masih ada tempat, tenaga kerja ilegal, dan jaringan perekrutan, pemerintah Kamboja tampaknya akan terus memperluas operasi anti-scam ke berbagai provinsi. Artinya, pemberantasan ini belum akan selesai dalam waktu dekat.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputarĀ Berita Terkini KambojaĀ setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: cambojanews.com
Gambar Kedua dari: khmertimeskh.com