Heboh! Sepupu PM Kamboja Akui Keterkaitan Dengan Perusahaan Scam

Silakan Share

Sepupu Perdana Menteri Kamboja mengakui keterlibatannya dalam perusahaan scam yang tengah menjadi sorotan dan memicu kehebohan publik.

Keterkaitan Sepupu PM Kamboja Dengan Perusahaan Scam

Sepupu Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, pengusaha Hun To, mengakui memiliki 30 persen saham di Huione Pay PLC, platform pembayaran digital terkait penipuan siber dan pencucian uang. Pengakuan ini dibuat pada Rabu (6/5/2026) di tengah skandal yang menggegerkan publik Kamboja. Huione Group sudah disanksi AS karena fasilitasi kejahatan transnasional.

Berikut ini Berita Terkini KambojaĀ akan mengulas pengakuan sepupu PM Kamboja terkait keterkaitannya dalam perusahaan scam yang heboh.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pengakuan Hun To

Hun To secara terbuka mengonfirmasi kepemilikan sahamnya di Huione Pay. “Saya ingin memberitahukan kepada publik bahwa saya memang memiliki 30% saham di HUIONE PAY PLC,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia klaim tak pernah terlibat operasional perusahaan.

Meski punya saham, Hun To tegaskan tak pernah dapat keuntungan, dividen, atau aset. “Saya tidak menerima bagian dari sisa uang setelah likuidasi,” tambahnya. Kementerian Perdagangan Kamboja catat ia sebagai direktur Huione Pay.

Pengakuan ini respons laporan likuidator Reachs & Partners yang ungkap struktur saham. Li Xiong pegang 62 persen, Hun To 30 persen. Kasus ini picu kontroversi karena kedekatan keluarga dengan PM Hun Manet.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Profil Perusahaan Scam

Huione Group tawarkan layanan e-commerce, pembayaran digital, dan tukar kripto. Huione Pay jadi pusat tuduhan pencucian dana kriminal Asia Tenggara. AS sanksi perusahaan karena dukung sindikat penipuan transnasional. Skandal ini juga memperburuk citra sektor fintech di kawasan tersebut secara luas.

Mantan ketua Huione, Li Xiong, diekstradisi ke China 1 April 2026. Beijing tuduh ia tokoh utama sindikat perjudian dan scam besar. Perusahaan ini libatkan penipuan korban global termasuk Indonesia. Kasus ini menjadi perhatian internasional karena melibatkan jaringan lintas negara yang kompleks.

Bank Nasional Kamboja cabut izin Huione Pay. Saldo kas bersih US$1,1 juta didistribusikan ke pemegang saham setelah bayar kreditor. Kreditor lain harus gugat ke pengadilan. Langkah ini diambil sebagai upaya penertiban sistem keuangan yang terdampak skandal tersebut.

Baca Juga:Ā Melonjak! Ribuan Laporan WNI Eks Scammer di Kamboja Terus Bertambah Hingga Tembus 8 Ribu

Dampak Skandal

 Dampak Skandal

Pengungkapan saham Hun To picu unjuk rasa warga Kamboja sejak bulan lalu. Pendemo tuntut pencairan rekening di H-Pay, tak akses sejak Desember 2025. Ribuan korban termasuk WNI terdampak penipuan kerja online. Situasi ini menimbulkan ketegangan sosial yang cukup tinggi di masyarakat.

Skandal ini soroti masalah scam center di Kamboja yang libatkan ribuan pekerja asing. Pemerintah Kamboja tutup 200 perusahaan serupa tahun ini. Kasus Huione tambah tekanan politik pada rezim Hun Manet. Kondisi tersebut juga mendorong pengawasan lebih ketat terhadap industri digital.

Korban scam rugi miliaran rupiah, banyak WNI minta pulang via KBRI Phnom Penh. Fenomena ini ulang sejak 2022, tapi skala 2026 lebih besar. Publik tuntut transparansi dari elite penguasa. Pemerintah Indonesia turut memantau perkembangan kasus ini secara intensif.

Respons Pemerintah

Kementerian Perdagangan konfirmasi Hun To direktur Huione Pay, tapi tak beri detail lebih. Bank Nasional instruksikan kreditor H-Pay klaim ke likuidator. Belum ada komentar resmi PM Hun Manet soal sepupunya. Hal ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait keterlibatan pihak tertentu.

China terima ekstradisi Li Xiong untuk proses hukum. AS perkuat sanksi terhadap entitas Kamboja terkait scam. Kamboja janji benahi regulasi fintech cegah pencucian uang. Berbagai negara menilai kerja sama internasional sangat penting untuk menekan kejahatan siber lintas negara.

Kasus ini jadi pelajaran global soal risiko investasi kripto dan pembayaran digital. Korban harap pemulihan dana penuh. Pemerintah Kamboja diminta audit menyeluruh perusahaan serupa. Kejadian ini memperingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih platform keuangan digital.

Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputarĀ Berita Terkini KambojaĀ setiap harinya.


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari: cnnindonesia.com
Gambar Kedua dari: cambojanews.com