HEBOH! Polisi Sri Lanka Bongkar Pusat Scam Online, 37 WN China Jadi Tersangka
Polisi Sri Lanka berhasil mengungkap sebuah pusat penipuan online berskala internasional yang beroperasi secara tersembunyi di ibu kota Colombo.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan puluhan warga negara asing yang diduga terlibat dalam jaringan scam digital lintas negara. Sebanyak 37 warga negara China kini ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Pengungkapan ini sontak menarik perhatian publik karena skala operasinya yang cukup besar.
Berikut ini Berita Terkini Indonesia Kamboja akan mengulas secara lengkap penggerebekan pusat scam online yang melibatkan 37 warga negara China di Colombo.
Penggerebekan Polisi di Colombo
Polisi Sri Lanka melakukan penggerebekan setelah menerima laporan intelijen terkait aktivitas mencurigakan di sebuah bangunan di Colombo. Dari lokasi tersebut, aparat menemukan operasi penipuan online yang berjalan secara terstruktur dan sistematis. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa terdeteksi.
Petugas mengamankan sebanyak 37 warga negara China dalam operasi tersebut tanpa perlawanan berarti. Mereka diduga menjalankan skema penipuan digital terorganisir yang menargetkan korban di berbagai negara. Para tersangka bekerja dalam kelompok dengan peran masing-masing yang sudah mereka atur sebelumnya.
Petugas juga menyita berbagai perangkat elektronik seperti komputer, ponsel, dan peralatan komunikasi yang digunakan untuk mendukung aktivitas scam tersebut. Barang bukti ini kini menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan lanjutan. Aparat menduga perangkat tersebut digunakan untuk menjangkau korban secara masif.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Operandi Jaringan Scam Internasional
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa para tersangka masuk ke Sri Lanka menggunakan visa kunjungan. Namun, pelaku diduga menyalahgunakan izin tersebut untuk menjalankan aktivitas penipuan online secara ilegal. Pakar menyebut pola ini sering muncul dalam kasus serupa di berbagai negara Asia.
Otoritas menemukan bahwa sebagian tersangka telah melampaui batas izin tinggal yang berlaku. Hal ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran imigrasi selain tindak pidana penipuan. Kondisi tersebut juga menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pendatang di lokasi operasi.
Polisi menyebut jaringan ini bekerja dengan sistem pembagian tugas yang jelas, mulai dari operator komunikasi hingga pengelola sistem penipuan digital. Struktur ini membuat operasi berjalan efisien dan sulit terdeteksi dalam waktu lama. Hal tersebut menunjukkan tingkat profesionalisasi jaringan kriminal yang cukup tinggi.
Baca Juga: Imigrasi Ungkap 15 Sponsor di Balik 320 WNA Admin Markas Judol di Hayam Wuruk
Sri Lanka Jadi Sorotan Dalam Kasus Scam Lintas Negara
Kasus ini menambah daftar panjang pengungkapan pusat penipuan online di Sri Lanka dalam beberapa waktu terakhir. Aparat sebelumnya juga telah membongkar beberapa jaringan serupa yang melibatkan warga asing. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap meningkatnya aktivitas kejahatan siber di wilayah tersebut.
Sindikat menduga Sri Lanka sebagai lokasi strategis karena infrastruktur telekomunikasi yang memadai serta kebijakan visa yang relatif longgar. Jaringan kriminal internasional memanfaatkan kondisi ini, sehingga publik sering menyebut negara tersebut sebagai titik transit operasi scam global.
Pemerintah Sri Lanka kini memperketat pengawasan untuk mencegah pelaku kejahatan siber lintas negara menggunakan negara tersebut sebagai basis operasi. Pemerintah mengharapkan langkah ini dapat menekan jumlah kasus serupa di masa mendatang. Otoritas juga mulai meningkatkan kerja sama dengan lembaga internasional.
Penyelidikan Lanjutan dan Penindakan Tegas Aparat
Seluruh tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian Sri Lanka untuk mengungkap peran masing-masing dalam jaringan tersebut. Otoritas juga menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang masih buron. Otoritas memperkirakan proses ini akan memakan waktu cukup panjang.
Pihak berwenang turut melibatkan pihak imigrasi untuk memverifikasi status keberadaan para tersangka selama berada di Sri Lanka. Hal ini bertujuan memastikan otoritas memproses seluruh pelanggaran secara hukum. Pemeriksaan administratif menjadi bagian penting dalam kasus ini.
Pemerintah Sri Lanka menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam jaringan penipuan online tersebut. Penegasan ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas kejahatan siber. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi jaringan kriminal internasional lainnya.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Berita Terkini Indonesia Kamboja setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: infoindokamboja.com
Gambar Kedua dari: infoindokamboja.com