Heboh! Hun Sen Ambil Keputusan Tak Disangka Soal Thailand, Ini Detailnya

Silakan Share

Ketegangan diplomatik Kamboja–Thailand kembali memanas setelah Hun Sen mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait sengketa maritim kedua negara.

Hun Sen Ambil Keputusan Tak Disangka Soal Thailand, Ini Detailnya

Ketegangan Kamboja dan Thailand kembali memanas setelah pernyataan dari Phnom Penh memperkeruh situasi diplomatik kedua negara. Sengketa maritim yang telah berlangsung lama kembali menghangat akibat perbedaan pandangan soal mekanisme penyelesaian konflik. Langkah politik Kamboja dinilai sebagai perubahan arah strategi dalam diplomasi regional.

Berikut ini Berita Terkini Kamboja-Thailand akan mengulas perkembangan terbaru sengketa maritim dengan Thailand serta sikap tegas Hun Sen.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Latar Belakang Sengketa Maritim Kamboja–Thailand

Sengketa maritim antara Kamboja dan Thailand telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama terkait klaim wilayah yang tumpang tindih di kawasan Teluk Thailand. Kedua negara sebelumnya berupaya menyelesaikan perbedaan melalui jalur bilateral yang dianggap sebagai cara paling aman untuk menjaga stabilitas kawasan.

Salah satu dasar kerja sama yang pernah digunakan adalah Memorandum of Understanding (MOU) 2001. Perjanjian ini menjadi kerangka utama dalam mengatur proses dialog dan penyelesaian sengketa maritim antara kedua negara selama bertahun-tahun.

Pada 6 Mei, Hun Sen menyatakan dukungan terhadap langkah Kamboja untuk beralih ke mekanisme mediasi wajib berdasarkan UNCLOS. Hal ini dilakukan setelah runtuhnya MOU 2001 yang sebelumnya menjadi fondasi utama negosiasi bilateral.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pergeseran Sikap Kamboja ke Jalur Hukum Internasional

Hun Sen menegaskan bahwa Kamboja kini lebih memilih penyelesaian melalui mekanisme hukum internasional daripada kembali ke negosiasi bilateral yang dinilai tidak lagi efektif. Menurutnya, UNCLOS memberikan jalur hukum yang lebih jelas dan mengikat bagi penyelesaian sengketa maritim.

Pernyataan ini juga menjadi sorotan karena merupakan intervensi publik kedua dalam satu minggu terkait isu yang sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa Phnom Penh semakin serius dalam mendorong penyelesaian melalui jalur internasional.

Hun Sen juga menilai bahwa pembatalan MOU 2001 oleh Thailand justru memperkuat alasan bagi Kamboja untuk meninggalkan mekanisme bilateral dan beralih ke forum hukum internasional yang lebih formal.

Baca Juga: Waswas! Jaringan Judol dan Penipuan Internasional Diduga Geser Dari Kamboja ke Indonesia

Respons Thailand dan Perbedaan Interpretasi

 Respons Thailand dan Perbedaan Interpretasi

Pernyataan Kamboja tersebut langsung mendapat tanggapan dari Thailand. Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, membantah bahwa Thailand telah menyetujui mekanisme mediasi wajib sebagaimana pihak Kamboja sampaikan.

Sihasak menegaskan bahwa meskipun ia menilai pendekatan UNCLOS konstruktif, kedua negara harus tetap mengedepankan negosiasi langsung sebagai prioritas utama sebelum melibatkan mekanisme hukum internasional.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa kedua negara masih memiliki interpretasi yang berbeda terkait langkah terbaik dalam menyelesaikan sengketa maritim yang telah berlangsung lama.

Pernyataan 12 Mei dan Penegasan Sikap Keras Hun Sen

Pada 12 Mei, Hun Sen kembali mengeluarkan pernyataan tegas yang menanggapi komentar dari pihak Thailand. Ia menyebut bahwa jika pernyataan Thailand benar, maka hal tersebut bertentangan dengan tindakan mereka sendiri yang telah mengakhiri MOU 2001.

Dalam pernyataannya, Hun Sen menegaskan bahwa pemerintah Kamboja sebaiknya tidak lagi melakukan negosiasi bilateral apa pun dengan Thailand terkait isu maritim. Ia mendorong agar kedua belah pihak langsung menyelesaikan masalah melalui mekanisme UNCLOS tanpa menunggu persetujuan pihak Thailand.

“Dalam kapasitas saya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Negara, saya ingin mengingatkan Pemerintah Kerajaan untuk tidak terlibat dalam negosiasi bilateral apa pun dengan Thailand mengenai masalah maritim,” tulis Hun Sen dalam unggahan Facebook yang kemudian menjadi sorotan publik.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun Kamboja menyesalkan pembatalan MOU 2001 oleh Thailand, langkah tersebut sekaligus membuka jalan untuk menggunakan mekanisme internasional secara penuh dalam menyelesaikan sengketa yang ada.

Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Berita Terkini Kamboja-Thailand setiap harinya.


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari: cambodianess.com
Gambar Kedua dari: bloomberg.com