Heboh di Poipet! 125 Warga Thailand Ditemukan di Dua Apartemen, Polisi Tak Temukan Bukti Scam
Pemeriksaan dua apartemen di Poipet menemukan 125 warga Thailand saat aparat mencari dugaan lokasi penipuan telekomunikasi, namun tak menemukan bukti scam.
Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan bukti yang mengaitkan para warga Thailand itu dengan aktivitas penipuan telekomunikasi. Sebagian besar dari mereka juga memiliki dokumen yang sah sesuai hasil pemeriksaan petugas. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.
Petugas Periksa Dua Lokasi di Poipet
Pemeriksaan berlangsung pada 20 Agustus dan dipimpin Wakil Gubernur Banteay Meanchey, Pa Boril. Tim menyasar dua kompleks apartemen di wilayah Komune O’Chrov, Kota Poipet.
Petugas melakukan pemeriksaan administratif terhadap penghuni kedua bangunan tersebut. Langkah itu bertujuan memastikan identitas, dokumen perjalanan, serta status keberadaan warga asing yang tinggal di lokasi.
Poipet sendiri menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam upaya pemberantasan berbagai bentuk kejahatan lintas negara. Karena itu, aparat melakukan pemeriksaan ketika muncul dugaan suatu lokasi dapat menjadi tempat persembunyian jaringan penipuan.
Meski begitu, pemeriksaan kali ini tidak menghasilkan temuan yang menunjukkan keterlibatan para penghuni dalam aktivitas penipuan telekomunikasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
73 Warga Thailand Ditemukan di Gedung Pertama
Lokasi pertama berupa gedung apartemen tujuh lantai dengan 52 unit di Desa O’Chrov. Petugas menemukan 73 warga negara Thailand yang tinggal di kompleks tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan para penghuni memiliki dokumen yang sah. Namun, sembilan orang belum mendaftarkan tempat tinggal mereka kepada pihak berwenang setempat.
Petugas kemudian memberikan sanksi administratif berupa denda kepada sembilan warga tersebut. Pemerintah mengambil langkah itu karena penghuni wajib memenuhi aturan administrasi tempat tinggal selama berada di wilayah Kamboja.
Selain persoalan administrasi tersebut, petugas tidak menemukan barang mencurigakan di dalam kompleks. Pemeriksaan juga tidak menghasilkan bukti yang mengarah pada aktivitas penipuan telekomunikasi.
Baca Juga:Â Indonesia Desk di Kamboja Jadi Sorotan, Pakar UMY Bahas Batas Yurisdiksi Online Scam
52 Warga Thailand Tinggal di Lokasi Kedua
Tim kemudian melanjutkan pemeriksaan ke kompleks apartemen kedua di Desa Samaki Meanchey. Bangunan tersebut memiliki enam lantai dengan total 40 unit.
Di lokasi ini, petugas menemukan 52 warga negara Thailand. Seluruh penghuni yang diperiksa bekerja di kasino setempat dan memiliki dokumen yang sah.
Petugas juga tidak menemukan barang mencurigakan di kompleks tersebut. Dengan demikian, hasil pemeriksaan di lokasi kedua juga tidak menunjukkan adanya hubungan antara para penghuni dengan operasi penipuan telekomunikasi.
Temuan ini menjadi penting karena pemeriksaan sejak awal bertujuan mencari kemungkinan lokasi yang berkaitan dengan aktivitas penipuan. Aparat akhirnya tidak menemukan bukti yang mendukung dugaan tersebut.
125 Warga Thailand Tidak Terbukti Terlibat Scam
Jika digabungkan, petugas menemukan 125 warga negara Thailand dari kedua kompleks apartemen. Mereka terdiri dari 73 orang di lokasi pertama dan 52 orang di lokasi kedua.
Mayoritas penghuni memenuhi persyaratan administrasi. Hanya sembilan orang di kompleks pertama yang mendapat denda karena belum mendaftarkan tempat tinggal kepada pihak berwenang.
Tidak adanya barang mencurigakan maupun bukti aktivitas penipuan membuat pemeriksaan tersebut tidak mengarah pada penetapan keterlibatan para penghuni dalam jaringan scam.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa pemeriksaan administratif tidak selalu berujung pada temuan tindak pidana. Aparat tetap perlu memeriksa fakta dan bukti sebelum mengaitkan seseorang dengan aktivitas kriminal.
Poipet Tetap Jadi Perhatian Aparat
Pemeriksaan di dua kompleks apartemen tersebut memperlihatkan langkah aparat dalam meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas warga asing di Poipet. Kawasan ini memiliki mobilitas penduduk yang cukup tinggi karena aktivitas perdagangan, pariwisata, dan industri kasino.
Pengawasan administratif menjadi salah satu cara pemerintah memastikan warga asing memenuhi aturan yang berlaku. Petugas juga dapat menggunakan pemeriksaan semacam ini untuk menindaklanjuti informasi terkait kemungkinan aktivitas ilegal.
Dalam pemeriksaan 20 Agustus tersebut, aparat tidak menemukan bukti penipuan telekomunikasi di kedua kompleks. Para penghuni juga tidak menunjukkan keterkaitan dengan aktivitas tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang tersedia.
Pemerintah setempat tetap dapat meningkatkan pemantauan di kawasan Poipet untuk mencegah munculnya aktivitas kriminal. Bagi warga asing, kepatuhan terhadap aturan administrasi tempat tinggal juga menjadi bagian penting selama mereka menetap atau bekerja di Kamboja.