Geger! 12 Warga Vietnam Diciduk di Phnom Penh, Diduga Terlibat Penipuan Online

Silakan Share

Polisi Kamboja menangkap 12 warga Vietnam dalam penggerebekan rumah di Chbar Ampov, Phnom Penh, setelah menduga mereka terlibat aktivitas penipuan online.

Geger! 12 Warga Vietnam Diciduk di Phnom Penh, Diduga Terlibat Penipuan Online

Petugas menjalankan penggerebekan itu sebagai bagian dari pemeriksaan administratif terhadap sebuah rumah di No. 22, Jalan A15, Desa Boeung Chhouk, Komune Nirouth. Saat memeriksa lokasi, polisi menemukan sejumlah warga asing dan langsung meminta keterangan dari mereka. Simak ulasan lengkapnya dari .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Polisi Tangkap 12 Warga Vietnam di Sebuah Rumah

Petugas menemukan 12 warga negara Vietnam ketika menggeledah rumah tersebut. Empat orang di antaranya merupakan perempuan.

Polisi menduga kelompok itu memanfaatkan teknologi internet untuk menjalankan aktivitas penipuan. Dugaan tersebut muncul setelah petugas menemukan sejumlah perangkat elektronik dan barang lain yang kemungkinan berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Petugas kemudian membawa berbagai barang tersebut untuk kepentingan penyelidikan. Polisi akan memeriksa setiap barang guna mengetahui kaitannya dengan dugaan aktivitas penipuan online.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Penggerebekan Berlangsung di Distrik Chbar Ampov

Polisi menjalankan operasi pada malam hari di wilayah Chbar Ampov, salah satu distrik di Phnom Penh. Petugas mendatangi rumah tersebut setelah menerima informasi mengenai dugaan aktivitas mencurigakan.

Dalam operasi itu, polisi memeriksa seluruh bagian rumah dan meminta keterangan dari orang-orang yang berada di lokasi. Petugas juga mengecek berbagai barang yang mereka temukan untuk mencari petunjuk tambahan.

Langkah tersebut membantu polisi mengumpulkan informasi awal mengenai aktivitas yang berlangsung di rumah itu. Penyidik selanjutnya akan mencocokkan keterangan para tersangka dengan bukti yang mereka kumpulkan.

Baca Juga: Kamboja Deportasi 307 WNA dalam 10 Hari, Ada dari Indonesia dan Terlibat Beragam Pelanggaran

Polisi Periksa Perangkat Elektronik yang Ditemukan

Aktivitas penipuan online umumnya memanfaatkan perangkat yang terhubung dengan internet. Karena itu, polisi turut membawa perangkat elektronik yang mereka temukan selama penggerebekan.

Petugas juga mengambil sejumlah barang lain yang kemungkinan memiliki kaitan dengan perkara tersebut. Penyidik akan memeriksa barang-barang itu untuk mengetahui fungsi serta hubungannya dengan dugaan aktivitas penipuan.

Pemeriksaan perangkat elektronik dapat membantu penyidik mencari informasi mengenai aktivitas kelompok tersebut. Polisi masih perlu mengumpulkan bukti tambahan sebelum mengungkap modus yang mereka gunakan.

12 Warga Vietnam Jalani Pemeriksaan Polisi

Setelah menyelesaikan penggerebekan, petugas membawa 12 warga Vietnam bersama barang bukti ke Departemen Kepolisian Phnom Penh. Penyidik kemudian melanjutkan pemeriksaan sesuai prosedur hukum Kamboja.

Polisi akan meminta keterangan dari setiap tersangka untuk mengetahui peran masing-masing dalam dugaan aktivitas penipuan online. Penyidik juga akan mencocokkan keterangan tersebut dengan barang dan perangkat yang mereka periksa.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan peran setiap tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan informasi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Penyidik Masih Mengungkap Dugaan Penipuan Online

Departemen Kepolisian Phnom Penh kini melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Aparat memeriksa para tersangka sekaligus menelusuri barang dan perangkat yang mereka bawa dari lokasi penggerebekan.

Penyidik juga akan mencari informasi tambahan untuk mengetahui seberapa luas aktivitas yang berlangsung di rumah tersebut. Pemeriksaan perangkat elektronik dapat membantu polisi menemukan petunjuk mengenai komunikasi dan aktivitas kelompok tersebut.

Untuk saat ini, 12 warga Vietnam itu menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Kamboja. Polisi akan menentukan langkah selanjutnya setelah menyelesaikan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti yang cukup.

Penggerebekan ini menunjukkan perhatian aparat Kamboja terhadap dugaan aktivitas penipuan berbasis internet yang melibatkan warga negara asing. Polisi kini berupaya mengungkap fakta serta peran masing-masing orang dalam kasus yang terjadi di Chbar Ampov tersebut.