Bukan Pertemuan Biasa, Pimpinan Aparatur Sipil ASEAN Kumpul di Kamboja

Silakan Share

Pimpinan aparatur sipil ASEAN berkumpul di Kamboja untuk menghadiri ACCSM ke-23 dan ACCSM+3 kedelapan yang membahas inovasi serta peningkatan layanan publik.

Bukan Pertemuan Biasa, Pimpinan Aparatur Sipil ASEAN Kumpul di Kamboja

Pertemuan tersebut membawa agenda penting terkait masa depan pelayanan publik di kawasan. Para peserta membahas cara mempercepat inovasi, memperkuat kapasitas aparatur, serta memanfaatkan teknologi untuk membuat layanan pemerintah semakin mudah diakses masyarakat.

Berita Terkini Indonesia Kamboja akan mengulas pertemuan pimpinan aparatur sipil ASEAN di Kamboja, termasuk agenda inovasi dan peningkatan kualitas layanan publik di kawasan.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

ASEAN Dorong Pelayanan Publik yang Lebih Inovatif

Konferensi mengangkat tema “Inovasi untuk Penyediaan Layanan yang Lebih Baik” atau Innovation for Better Service Delivery. Tema tersebut mencerminkan kebutuhan negara-negara ASEAN untuk terus memperbaiki cara pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin terbiasa dengan layanan yang cepat dan praktis. Kondisi tersebut mendorong lembaga pemerintahan untuk menyesuaikan sistem kerja tanpa mengabaikan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pertemuan ACCSM, negara-negara ASEAN dapat bertukar pengalaman mengenai reformasi birokrasi, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kompetensi aparatur sipil.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Hun Manet Soroti Peran AI dalam Pemerintahan

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan kerja sama antarnegara ASEAN perlu terus diperkuat untuk menghadapi perubahan yang berlangsung cepat. Menurutnya, negara-negara anggota memiliki tingkat perkembangan yang berbeda sehingga perlu mencari cara untuk mempersempit kesenjangan.

Hun Manet juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia mendorong negara-negara ASEAN memanfaatkan teknologi baru tersebut secara bertahap dan berkelanjutan.

Namun, Hun Manet menegaskan bahwa transformasi pemerintahan tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat digital. Pemerintah juga perlu memperkuat institusi dan meningkatkan kemampuan aparatur agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Cak Imin Kasih Peringatan Keras soal Kerja ke Kamboja, Ada Apa?

China, Jepang, dan Korea Selatan Ikut Dilibatkan

Pertemuan ACCSM+3 turut mempertemukan ASEAN dengan tiga mitra dialog utama, yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan. Ketiganya memiliki peran dalam mendukung pengembangan kapasitas dan transformasi digital di kawasan.

Hun Manet menyampaikan apresiasi atas komitmen ketiga negara tersebut dalam memperkuat kerja sama. Kolaborasi itu dinilai penting karena perkembangan teknologi pemerintahan membutuhkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara.

Kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi negara-negara ASEAN untuk mempelajari berbagai pendekatan dalam membangun layanan publik yang lebih modern. Setiap negara dapat menyesuaikan pengalaman tersebut dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

ACCSM Sudah Berjalan Lebih dari 40 Tahun

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Aparatur Sipil Kamboja Hun Many mengatakan ACCSM memiliki sejarah panjang dalam membangun kerja sama aparatur sipil ASEAN. Platform tersebut telah berjalan selama lebih dari empat dekade.

Menurut Hun Many, ACCSM menjadi ruang penting bagi negara-negara anggota untuk bertukar pengetahuan dan meningkatkan kapasitas aparatur. Forum ini juga mendorong pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pengalaman selama puluhan tahun menjadi modal penting bagi ASEAN untuk menghadapi tantangan baru. Perubahan teknologi, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pelayanan yang semakin cepat membuat aparatur sipil harus terus mengembangkan kemampuan.

Persempit Kesenjangan Jadi Tantangan ASEAN

Selain mengejar inovasi, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya mempersempit kesenjangan pembangunan antarnegara ASEAN. Setiap negara memiliki kemampuan dan kesiapan teknologi yang berbeda sehingga kerja sama menjadi salah satu kunci untuk bergerak bersama.

ASEAN ingin membangun sektor publik yang tangkas, tangguh, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat. Pemanfaatan teknologi dapat membantu mencapai tujuan tersebut, tetapi pemerintah tetap perlu menempatkan manusia sebagai bagian utama dalam proses perubahan.

Pertemuan ACCSM ke-23 dan ACCSM+3 kedelapan akhirnya bukan sekadar agenda rutin antarpejabat. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi negara-negara ASEAN dan mitra dialog untuk mencari cara menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.