Razia Besar di Poipet! Aparat Periksa 43 WNA Termasuk 3 WNI, Hasilnya Bikin Kaget

Silakan Share

Pemerintah Banteay Meanchey menggelar inspeksi di tiga lokasi Poipet pada 20 Juli 2026 dan memeriksa 43 WNA tanpa menemukan indikasi penipuan online.

Razia Besar di Poipet! Aparat Periksa 43 WNA Termasuk 3 WNI, Hasilnya Bikin Kaget

Pemeriksaan tersebut menarik perhatian karena petugas menemukan puluhan WNA yang berasal dari Thailand dan Indonesia.

Meski begitu, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi keterlibatan mereka dalam aktivitas penipuan online yang belakangan menjadi perhatian pemerintah Kamboja. Berita Terkini Indonesia Kamboja akan mengulas kronologi lengkap operasi tersebut.

Tim Gabungan Turun Langsung ke Tiga Lokasi di Poipet

Operasi inspeksi dipimpin oleh Wakil Gubernur Provinsi Banteay Meanchey, Prak Poly, bersama tim kerja gabungan provinsi. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah koordinasi prosedural Samrith Sokun selaku Wakil Jaksa Penuntut Umum pada Kantor Kejaksaan Pengadilan Tingkat Pertama Provinsi Banteay Meanchey.

Pemerintah daerah juga melibatkan berbagai unsur terkait untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur. Operasi ini merupakan bagian dari langkah rutin pemerintah dalam mengawasi aktivitas warga negara asing yang tinggal maupun bekerja di wilayah Poipet.

Selain Wakil Gubernur, operasi turut mendapat arahan dari Gubernur Provinsi Banteay Meanchey, Om Ratri, bersama Jaksa Keut Vannaret dari Pengadilan Tingkat Pertama Provinsi Banteay Meanchey.

Petugas Temukan 43 Warga Negara Asing

Selama inspeksi berlangsung, petugas mendata sebanyak 43 warga negara asing yang berada di tiga lokasi berbeda. Dari jumlah tersebut, terdapat 21 perempuan.

Mayoritas penghuni berasal dari Thailand dengan jumlah 40 orang, termasuk 20 perempuan. Selain itu, petugas juga menemukan tiga warga negara Indonesia yang terdiri atas dua pria dan satu perempuan.

Meski menemukan puluhan WNA, tim gabungan memastikan seluruh penghuni kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Mereka juga menunjukkan identitas sesuai permintaan petugas.

Baca Juga: Jepang Gelontorkan Jutaan Dolar untuk Perkuat Alat Tempur Kamboja, Ada Apa?

Setiap Lokasi Diperiksa Secara Menyeluruh

Setiap Lokasi Diperiksa Secara Menyeluruh

Lokasi pertama berupa sebuah vila dua lantai yang memiliki enam kamar. Di tempat ini, petugas menemukan tiga warga negara Indonesia yang menghuni bangunan tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, aparat tidak menemukan barang ataupun aktivitas yang mencurigakan. Pemilik vila kemudian menerima pengarahan agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Lokasi kedua merupakan gedung lima lantai dengan total 32 kamar. Bangunan ini dihuni oleh 25 warga negara Thailand, termasuk 12 perempuan. Petugas kembali memeriksa seluruh area gedung dan tidak menemukan indikasi pelanggaran hukum ataupun barang yang berkaitan dengan aktivitas ilegal.

Sementara itu, lokasi ketiga berupa gedung sewaan dengan kapasitas sekitar 50 kamar. Sebanyak 15 warga negara Thailand, termasuk delapan perempuan, tinggal di lokasi tersebut. Pemeriksaan juga berlangsung tanpa kendala dan menghasilkan temuan yang sama, yakni tidak ada aktivitas mencurigakan.

Tidak Ada Indikasi Penipuan Online

Salah satu fokus utama operasi ini adalah memastikan tidak ada aktivitas penipuan online yang melibatkan penghuni di tiga lokasi tersebut. Setelah memeriksa bangunan, identitas penghuni, serta sejumlah barang di lokasi, aparat menyatakan tidak menemukan indikasi yang mengarah pada praktik tersebut.

Hasil pemeriksaan ini sekaligus membedakan operasi kali ini dengan sejumlah razia sebelumnya yang sempat mengungkap jaringan kejahatan siber di beberapa wilayah Kamboja.

Pemerintah Provinsi Banteay Meanchey menegaskan bahwa inspeksi administratif bukan hanya bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga memastikan seluruh warga negara asing mematuhi aturan keimigrasian dan ketentuan administrasi yang berlaku.

Pemerintah Akan Terus Perkuat Pengawasan WNA

Usai pemeriksaan, petugas memberikan pengarahan kepada para pemilik bangunan agar lebih aktif memantau identitas penghuni dan melaporkan setiap perubahan kepada pihak berwenang. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan properti untuk kegiatan yang melanggar hukum.

Pemerintah Provinsi Banteay Meanchey juga memastikan pengawasan terhadap kawasan Poipet akan terus berjalan secara berkala. Lokasi yang menjadi tempat tinggal maupun aktivitas warga negara asing akan tetap masuk dalam agenda pemeriksaan rutin.

Melalui inspeksi administratif seperti ini, pemerintah berharap situasi keamanan tetap terjaga sekaligus memberikan kepastian bahwa warga negara asing yang berada di wilayah tersebut menjalankan aktivitas sesuai aturan.

Hasil operasi pada 20 Juli 2026 menunjukkan seluruh lokasi yang diperiksa berada dalam kondisi aman dan tidak berkaitan dengan dugaan penipuan online.