Terungkap! Sejumlah WNI Dideportasi dari Kamboja, Diduga Lanjutkan Aksi Scam di Negara Lain

Silakan Share

Kasus WNI terkait penipuan daring di Kamboja belum mereda setelah dipulangkan, sebagian kembali melakukan aktivitas serupa di negara lain.

Terungkap! Sejumlah WNI Dideportasi dari Kamboja, Diduga Lanjutkan Aksi Scam di Negara Lain

Situasi ini membuat pemerintah harus memperketat pemantauan pergerakan mereka. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa beberapa orang langsung berangkat dari Kamboja menuju negara ketiga tanpa kembali ke Indonesia.

Sebagian lainnya sempat pulang sebentar, lalu kembali berangkat dengan tujuan berbeda. Pola ini menunjukkan bahwa jaringan yang mereka ikuti masih aktif dan terus bergerak lintas negara.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Afrika Barat Jadi Tujuan Baru yang Mengejutkan

Beberapa pelaku kini memilih Afrika Barat sebagai tujuan baru. Perubahan rute ini menimbulkan kekhawatiran karena menunjukkan adanya adaptasi dari jaringan penipuan daring.

Para pelaku tidak memilih lokasi secara acak. Mereka mengikuti pola jaringan yang sama, lalu berpindah negara untuk menghindari pengawasan aparat. Dengan cara ini, mereka berusaha menjaga aktivitas tetap berjalan meskipun tekanan dari berbagai negara semakin meningkat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Langkah Tegas Pemerintah Lewat Pengawasan Imigrasi

Pemerintah Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap WNI yang pernah terlibat kasus di Kamboja. Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperketat pemeriksaan perjalanan ke luar negeri.

Imigrasi memasukkan nama-nama tersebut ke dalam daftar “subject of interest”. Petugas kemudian memeriksa lebih detail setiap pengajuan perjalanan dari individu yang masuk daftar tersebut. Sistem ini membantu aparat mendeteksi potensi risiko lebih awal tanpa langsung melarang perjalanan.

Baca Juga: Akhir Penantian 2 Bulan! Jenazah Rasdy Fauzi Dipulangkan dari Kamboja, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis

Lonjakan Permintaan Pemulangan dari Kamboja

Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah WNI yang meminta bantuan pemulangan dari Kamboja. Hingga akhir Juni 2026, hampir 12 ribu orang mengajukan permohonan untuk kembali ke Indonesia.

Jumlah ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2023. Lonjakan ini terjadi setelah otoritas Kamboja melakukan operasi besar terhadap pusat-pusat penipuan daring. Banyak WNI menghadapi tekanan, masalah hukum, hingga kesulitan administratif sehingga mereka memilih meminta bantuan kepulangan.

Negosiasi Pemulangan dan Tantangan di Lapangan

Pemerintah Indonesia melakukan negosiasi dengan pihak Kamboja untuk meringankan beban para WNI. Pemerintah meminta agar denda keimigrasian tidak dibebankan kepada mereka agar proses pemulangan berjalan lebih cepat.

Di sisi lain, pemerintah meminta setiap WNI menanggung biaya kepulangan secara mandiri. Kondisi ini sering menyulitkan karena banyak dari mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk kembali ke Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kejahatan penipuan daring lintas negara terus berkembang dan berubah bentuk. Pemerintah kini memperkuat koordinasi lintas instansi agar pola serupa tidak terus berulang di negara berbeda.