Panas! Kamboja Minta Media Thailand Cabut Tuduhan Terkait Granat, Ini Responsnya
Dalam beberapa hari terakhir, hubungan Kamboja dan Thailand kembali memanas akibat pemberitaan dugaan serangan granat di wilayah perbatasan.
Pemerintah Kamboja dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai disinformasi yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan regional. Ketegangan ini juga menyoroti pentingnya verifikasi informasi di wilayah sensitif perbatasan kedua negara. Situasi tersebut turut memicu sorotan publik di kawasan Asia Tenggara.
Berikut ini Berita Terkini Kamboja-Thailand akan mengulas perkembangan terbaru terkait ketegangan informasi dan tuduhan di wilayah perbatasan kedua negara.
Penolakan Keras Dari Kamboja Atas Tuduhan Granat
Dalam pernyataan pada 14 Mei, Letnan Jenderal Maly Socheata, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional, menolak tuduhan bahwa pasukan Kamboja menembakkan granat M79 ke Thailand sebagai “sama sekali tidak berdasar.” Ia menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti laporan yang dianggap mencemarkan nama baik militer dan mempertegas sikap resmi Kamboja atas isu tersebut.
Ia menyebut laporan tersebut sebagai bentuk disinformasi yang disengaja dan distorsi fakta yang serius yang dapat menyesatkan opini publik serta meningkatkan ketegangan di perbatasan. Ia menilai isu ini dapat memperburuk persepsi publik jika tidak segera diluruskan.
Socheata juga menambahkan bahwa laporan tersebut telah mencoreng reputasi Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan wilayah perbatasan. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi stabilitas di kawasan perbatasan yang sudah sensitif.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Protes Resmi ke Pihak Thailand dan Jalur Diplomatik
Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja melalui Pos Komando Informasi telah mengirimkan surat protes resmi kepada Pusat Informasi Gabungan (JIC) Thailand terkait pemberitaan tersebut. Langkah ini menunjukkan keseriusan Kamboja dalam merespons pemberitaan lintas negara.
Socheata menegaskan bahwa pihaknya juga meminta media yang terlibat segera mengeluarkan koreksi resmi atas informasi yang telah dipublikasikan. Kamboja menilai klarifikasi publik sangat penting untuk mencegah salah tafsir lebih lanjut.
Ia juga menekankan bahwa kedua negara harus mematuhi perjanjian bilateral demi menjaga stabilitas. Langkah ini turut memperkuat upaya menjaga hubungan diplomatik agar tetap stabil.
Baca Juga: HEBOH! Polisi Sri Lanka Bongkar Pusat Scam Online, 37 WN China Jadi Tersangka
Sengketa di Perbatasan dan Peran Misi Pengamat ASEAN
Socheata turut merujuk pada laporan terkait misi Tim Pengamat ASEAN (HOM AOT) yang berada di bawah koordinasi ASEAN untuk memantau situasi di sekitar Candi Preah Vihear. Misi ini juga menjadi bagian dari upaya pengawasan stabilitas kawasan oleh ASEAN.
Misi tersebut bertujuan memverifikasi kondisi lapangan guna memastikan tidak ada pihak yang melanggar kesepakatan atau memicu eskalasi konflik di wilayah sensitif. Pemerintah berharap pemantauan ini dapat mengurangi potensi kesalahpahaman di lapangan.
Selain itu, Kamboja menuduh adanya peledakan tiga alat peledak yang belum meledak oleh pihak Thailand tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pihak Kamboja menilai bahwa kedua negara seharusnya melakukan prosedur tersebut melalui koordinasi resmi.
Ketegangan Informasi dan Seruan Stabilitas Regional
Sebelumnya, media Thailand melaporkan dugaan bahwa pasukan Kamboja melancarkan serangan granat ke posisi Thailand di wilayah perbatasan. Klaim tersebut segera menjadi perhatian luas di kawasan perbatasan.
Laporan lain menyebutkan adanya 11 tembakan di dekat Pos Pemeriksaan Perbatasan Internasional O’Smach, tetapi pihak Kamboja membantah klaim tersebut. Sebelumnya, otoritas Kamboja juga sudah menyangkal insiden ini.
Di tengah situasi tersebut, berbagai pihak mendesak Kamboja dan Thailand untuk memperkuat komunikasi diplomatik demi mencegah eskalasi. Kedua negara menilai dialog terbuka menjadi kunci utama untuk mencegah ketegangan lebih lanjut.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Berita Terkini Kamboja-Thailand setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: cambodianess.com
Gambar Kedua dari: kabarin.com