Tragis! Pemuda Cipari Terjebak Kerja di Kamboja, Ngaku Pernah Disetrum!
Kisah memilukan dialami pemuda asal Cipari yang terjebak kerja di Kamboja, mengaku mengalami kekerasan hingga pernah disetrum.
Seorang pemuda 23 tahun asal Cipari, Cigugur, Kuningan, diduga menjadi korban penipuan kerja hingga terjebak di Kamboja. Setibanya di sana, paspornya disita, ditempatkan di lokasi terpencil, dan mengalami kekerasan. Ia sempat melarikan diri dan melapor ke pihak kelurahan serta KBRI, meski kondisinya masih sulit dan terisolasi.
Berikut ini Situasi Terkini Kamboja akan mengulas kondisi pemuda Cipari yang terjebak kerja, termasuk dugaan kekerasan dan upaya penyelamatan.
Janji Kerja Yang Berujung Penipuan
Awalnya, pemuda asal Cipari tersebut direkrut dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang terdengar menggiurkan. Ia dijanjikan gaji sekitar 600 dolar AS per bulan, yang jauh di atas upah biasa di Indonesia, sehingga membuatnya termotivasi untuk berangkat ke Kamboja.
Namun setelah sampai di Kamboja, kenyataan yang ia hadapi sangat berbeda dari apa yang dijanjikan. Ia justru dibawa ke lokasi kerja yang terpencil dan tidak memiliki jaminan keamanan maupun hak tenaga kerja yang jelas.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa janji kerja luar negeri dengan gaji tinggi sering kali menyembunyikan praktik penipuan atau perdagangan orang. Banyak calon pekerja Indonesia tergiur tanpa mengecek legalitas agen dan perusahaan tujuan, sehingga mudah terjebak di lokasi‑lokasi “online scam” atau proyek ilegal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi di Kamboja Dan Pengalaman Disetrum
Sesampainya di Kamboja, pemuda Cipari langsung dijemput oleh sopir yang kemudian menahan paspornya. Ia dibawa ke daerah terpencil di Koh Kong, salah satu wilayah yang dikenal sebagai lokasi banyak perusahaan ilegal dan scam online.
Di sana, ia mengalami kekerasan fisik, termasuk disetrum sekali oleh pihak perusahaan. Peristiwa itu membuatnya trauma, tetapi diawasi ketat sehingga tidak bisa langsung melarikan diri.
Setelah sekitar satu minggu, perusahaan memindahkannya ke lokasi lain di Osmach, Kamboja. Di kedua lokasi tersebut, pengawasan begitu ketat, sehingga kesempatan untuk kabur sangat terbatas dan berisiko tinggi.
Baca Juga: Terbongkar! Judi Online Ilegal di Phnom Penh, Polisi Temukan Bukti Mengejutkan
Perjanjian Gaji Yang Tidak Ditepati
Pemuda Cipari menceritakan bahwa awalnya ia dijanjikan gaji sekitar 600 dolar AS per bulan. Namun setelah satu bulan bekerja, ia hanya menerima 150 dolar AS, lalu dipotong sekitar 100 dolar AS untuk denda dan berbagai biaya lainnya.
Artinya, ia hanya mendapat sekitar 50 dolar AS bersih per bulan, jauh dari nominal yang dijanjikan. Ia terpaksa bertahan selama satu tahun dalam kondisi seperti itu, karena pengawasan di lokasi kerja sangat ketat dan tidak ada jalan keluar yang aman.
Pola semacam ini sering terjadi di berbagai kasus pekerja Indonesia di Kamboja, di mana perusahaan menetapkan target kerja keras dengan upah yang jauh lebih rendah dari yang diiklankan. Selain itu, banyak dari mereka digaji tunai tanpa dokumen resmi, sehingga sangat sulit mengajukan laporan atau pengembalian gaji yang hilang.
Upaya Kabur Dan Laporan ke KBRI
Pemuda Cipari mengaku beberapa kali mencoba melarikan diri dari lokasi kerja tersebut, tetapi selalu tertangkap atau terhalang karena pengawasan ketat. Ia baru berhasil kabur setelah menemukan kesempatan yang tepat, lalu menghubungi pihak keluarga dan meminta bantuan melalui mekanisme resmi.
Kini, kasus pemuda Cipari sudah dilaporkan ke pihak kelurahan dan pemerintah daerah setempat sebagai bahan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI. Melalui KBRI, Indonesia memiliki jalur formal untuk membantu pemulangan dan perlindungan bagi WNI yang menjadi korban eksploitasi di luar negeri.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran kerja ke Kamboja dengan janji gaji tinggi tanpa prosedur resmi. Kemenlu, Kemenaker, dan lembaga perlindungan pekerja migran mengimbau calon pekerja memastikan dokumen sah serta menghindari jalur ilegal.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Situasi Terkini Kamboja setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: kuninganmass.com
Gambar Kedua dari: kumparan.com