Terbongkar! 6.000 WNI Terjebak di Kamboja, Sepertiga Pulang, Sisanya Hilang
Lebih dari 6.000 WNI terlibat sindikat penipuan daring di Kamboja, sepertiga dari mereka telah berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Pemerintah Kamboja memberikan penghapusan denda overstay dan KBRI menyiapkan dokumen perjalanan serta penampungan sementara bagi WNI terdampak. Lonjakan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan online.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya dan tempat wisata hanya ada di Berita Indonesia Kamboja.
Gelombang WNI Eks Penipuan Online di Kamboja
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, mencatat lonjakan signifikan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat sindikat penipuan daring. Hingga 26 Maret 2026, tercatat sebanyak 6.308 WNI melaporkan keberadaan mereka dan meminta fasilitasi kepulangan ke tanah air.
Peningkatan ini terjadi pada periode 16 Januari hingga 26 Maret 2026, seiring dengan intensifikasi operasi pemberantasan sindikat penipuan daring oleh otoritas Kamboja. WNI yang melapor kebanyakan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, menandakan fenomena yang tersebar luas.
KBRI Phnom Penh menekankan bahwa upaya pemulangan ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, dengan tujuan memastikan keselamatan WNI sekaligus mematuhi hukum setempat. Pemerintah Indonesia terus memantau dan mendukung proses ini secara aktif.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Fasilitasi Kepulangan oleh KBRI
Dalam periode 30 Januari hingga 26 Maret 2026, KBRI Phnom Penh telah memfasilitasi kepulangan 2.528 WNI ke tanah air. Proses ini dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan pemerintah Kamboja, untuk memastikan keamanan dan kelengkapan dokumen perjalanan.
Selain pemulangan, KBRI juga membantu WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan dengan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Hingga saat ini, SPLP telah diterbitkan bagi 2.346 WNI, sehingga mereka bisa kembali ke Indonesia tanpa kendala administratif.
Tak hanya itu, pemerintah Kamboja telah memberikan penghapusan denda “overstay” bagi 4.361 WNI dari total 6.308 yang melapor diri. Langkah ini mempermudah proses pemulangan dan menunjukkan kerja sama bilateral yang baik antara kedua negara.
Baca Juga: Candi Char Leu, Peninggalan Sejarah Kamboja Tersembunyi di Desa Terpencil!
Dukungan Logistik dan Penampungan Sementara
Selain pemulangan, KBRI Phnom Penh juga menyiapkan fasilitas penampungan sementara bagi WNI yang menghadapi keterbatasan finansial. Hingga 300 WNI telah memperoleh bantuan tempat tinggal sementara sambil menunggu kepulangan mereka. Selain menyediakan tempat tinggal, KBRI juga memberikan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan kebutuhan sehari-hari.
Tim KBRI terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Kamboja untuk mempercepat proses pemulangan. Koordinasi ini meliputi pengaturan transportasi, administrasi dokumen, dan jaminan keamanan bagi WNI yang terdampak. Selain itu, KBRI juga memberikan pendampingan hukum dan edukasi terkait kewaspadaan terhadap sindikat penipuan daring.
Langkah-langkah ini memastikan bahwa WNI dapat kembali ke tanah air dengan aman, sekaligus meminimalkan risiko pelanggaran hukum selama berada di Kamboja. Bantuan logistik menjadi salah satu kunci keberhasilan proses ini.
Komitmen Perlindungan dan Penegakan Hukum
KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan kepada WNI, khususnya bagi mereka yang baru keluar dari jaringan sindikat penipuan daring. Pendampingan ini dilakukan tanpa mengabaikan aspek penegakan hukum yang berlaku di kedua negara. KBRI juga terus memberikan arahan dan edukasi kepada WNI tentang kewaspadaan.
Selain pemulangan, KBRI juga memberikan edukasi dan arahan terkait kewaspadaan terhadap sindikat penipuan daring. Tujuannya adalah agar WNI lebih berhati-hati dan terhindar dari praktik penipuan serupa di masa depan.
KBRI Phnom Penh berharap kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah Kamboja akan semakin memperkuat perlindungan WNI. Sinergi ini menjadi contoh nyata diplomasi dan perlindungan warga negara di luar negeri.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari merdeka.com