Kontroversi di Kamboja! Warga Tiongkok Gratis, WNI Harus Bayar Tiket Pulang
Kontroversi mencuat terkait pemulangan korban dugaan penipuan kerja di Kamboja. Warga, Tiongkok disebut mendapat fasilitas tiket gratis.
Sementara WNI harus menanggung biaya sendiri untuk kembali ke Indonesia. Kondisi ini memicu keluhan dan sorotan publik terhadap perlindungan negara terhadap warganya di luar negeri. Di tengah situasi sulit di penampungan.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya dan tempat wisata hanya ada di Berita Indonesia Kamboja.
Keluhan Lambatnya Pemulangan WNI dari Kamboja
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di luar negeri mengeluhkan lambatnya proses pemulangan ke Tanah Air. Salah satu sumber menyebutkan bahwa proses penanganan terhadap WNI dinilai tidak secepat negara lain, khususnya Tiongkok.
Menurut Andri, jumlah warga Tiongkok yang menjadi korban di negara tersebut jauh lebih banyak dibandingkan WNI. Namun demikian, proses pemulangan mereka dinilai lebih cepat dan difasilitasi oleh pemerintahnya, termasuk dalam hal pembiayaan tiket pesawat.
Ia menyoroti perbedaan perlakuan tersebut dengan kondisi yang dialami WNI. “China memberikan tiket gratis, sementara Indonesia harus bayar sendiri,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/3/2026).
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemeriksaan Ketat WNI Setibanya di Indonesia
Selain proses pemulangan yang lambat, WNI yang berhasil kembali ke Indonesia juga harus menjalani pemeriksaan ketat. Andri mengungkapkan bahwa para WNI yang tiba di Jakarta diperiksa oleh pihak keamanan siber selama beberapa jam.
Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah WNI yang telah lebih dulu tiba di Tanah Air. Mereka menyebutkan bahwa pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat jam sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Tidak hanya itu, Andri juga menyebut adanya perlakuan hukum bagi sebagian WNI yang bekerja lebih dari satu tahun di luar negeri. Ia mengatakan bahwa beberapa di antaranya bahkan harus menghadapi proses hukum setibanya di Jakarta.
Baca Juga: Tradisi Yang Bertahan! Dekorasi Tahun Baru Khmer Jadi Penjaga Sejarah!
Kondisi Memprihatinkan di Penampungan Kamboja
Sementara itu, kondisi para WNI yang masih tertahan di Kamboja dilaporkan semakin memprihatinkan. Salah satu warga Jambi, Ananda Rizkiyanto, mengaku kehidupannya semakin sulit selama berada di penampungan imigrasi Sihanoukville.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah dipindahkan ke sel bagian depan yang menurutnya memiliki kondisi sangat terbatas. Bahkan, ia menyebut tidak ada aktivitas maupun fasilitas yang layak di dalam sel tersebut. Ia menambahkan, kondisi ini membuat hari-harinya terasa semakin berat, dengan keterbatasan ruang gerak dan akses makanan yang minim.
Situasi ini menambah tekanan mental bagi para WNI yang masih menunggu kepastian pemulangan. Mereka harus bertahan dalam kondisi serba terbatas tanpa kepastian kapan dapat kembali ke Indonesia.
Nasib WNI Jambi Masih Menggantung
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan pemulangan korban kasus penipuan lowongan kerja (loker scam) dari Kamboja secara bertahap pada Februari 2026. Namun, dari Jambi, baru tiga orang yang berhasil pulang ke Indonesia menggunakan biaya pribadi.
Hingga menjelang Lebaran 2026, belum ada kabar lanjutan mengenai pemulangan korban lainnya. Kondisi ini membuat keluarga dan kerabat di kampung halaman semakin khawatir terhadap nasib mereka.
Para korban hingga kini masih berada di penampungan tanpa kepastian. Mereka berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah agar proses pemulangan dapat dipercepat dan mereka bisa segera kembali berkumpul dengan keluarga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jambi.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari kemlu.go.id